Artikel

Humor

Mugito Guido

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Senang menulis tapi tidak pinter menulis. Aku hanya asal menulis, menulis asal!

Humor Bentrok Tentara-Polisi

OPINI | 09 March 2013 | 01:59 Dibaca: 637   Komentar: 0   2 menarik

1362769085671162631

Dalam mata kuliah ‘Jejak Kasus’, kami diberi tugas oleh dosen untuk mendiskusikan dan menganalisa mengapa bentrokan antara tentara dan polisi masih saja terus terjadi.  Dari diskusi itu akhirnya kami mencatat dan melaporkan kepada dosen hal-hal sebagai berikut

Adanya kesenjangan dan perbedaan

Untuk membedakan rumah anggota polisi dan tentara gampang caranya. Kalau rumah polisi sudah bertingkat dan tanahnya luas. Kalau rumah tentara, rumah masih asli dengan tanah ukuran standar. Kalau rumah polisi dibeli tunai, kalau rumah tentara dengan kredit fasilitas uang muka Asabri.

Kalau tentara dinas berangkat subuh karena harus mengejar truk jemputan, polisi bisa berangkat siang karena memakai mobil pribadi.

Kalau polisi ngobyeknya memungli truk-truk yang melanggar, tentara ngobyek dengan mengawal truk-truk. Uang yang diterima polisi disebut uang suap, uang yang diterima tentara dinamai uang jasa.

Kalau polisi masuk dengan ijazah SMA pensiun bisa sampai kapten, kalau tentara masuk pakai iajazah SMA pensiun cukup Serma. Kenaikan pangkatnya ada yang licin, ada yang seret.

Adanya arogansi dan keakuan

Polisi sering kurang serius memproses hukum anggotanya bahkan terkesan sering menutupi. Alasannya keakuan dan keangkuhan karena mereka bisa main hukum. Sementara tentara sering arogan karena bedilnya lebih panjang dari pada pistol.

Kurang  komunikasi

Petinggi TNI dan Polri kurang komunikasi karena petinggi polisi sibuk memikirkan mengapa korupsinya kini banyak yang terbongkar, petinggi TNI sibuk memikirkan mengapa sekarang bisnisnya dilarang. Akibatnya sudah pasti, kurang komunikasi!

Ketika dosen membaca laporan kami ia marah-marah!

Dosen (sambil marah-marah) :“Kalian saya suruh buat laporan ilmiah, kenapa kalian buat humor? Keluar semua!”

Mahasiswa: “Tapi pak, kalau kami keluar semua… bapak ngajar siapa?”

Dosen : “Iya, ya….. mari kuliah kita teruskan!”

Sekedar humor!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


TRENDING ARTICLES

Selalu No 1, Positioning Politik Jokowi …

Sutomo Paguci| 8 jam yang lalu

Kemanusiaanku Terhina Jika SBY Mendapat …

Opa Jappy| 8 jam yang lalu

Kalimat Sakti Johan Budi: Kita Lihat di …

Sunita Yani| 8 jam yang lalu

“Fenomena Foto Profil” …

Vera| 9 jam yang lalu

X Factor, Fatin Asli dan Fatin Bajakan …

Bedjo Slamet| 9 jam yang lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: