Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Mugito Guido

Senang menulis tapi tidak pinter menulis. Aku hanya asal menulis, menulis asal!

Humor Bentrok Tentara-Polisi

OPINI | 09 March 2013 | 01:59 Dibaca: 750   Komentar: 0   3

1362769085671162631

Dalam mata kuliah ‘Jejak Kasus’, kami diberi tugas oleh dosen untuk mendiskusikan dan menganalisa mengapa bentrokan antara tentara dan polisi masih saja terus terjadi.  Dari diskusi itu akhirnya kami mencatat dan melaporkan kepada dosen hal-hal sebagai berikut

Adanya kesenjangan dan perbedaan

Untuk membedakan rumah anggota polisi dan tentara gampang caranya. Kalau rumah polisi sudah bertingkat dan tanahnya luas. Kalau rumah tentara, rumah masih asli dengan tanah ukuran standar. Kalau rumah polisi dibeli tunai, kalau rumah tentara dengan kredit fasilitas uang muka Asabri.

Kalau tentara dinas berangkat subuh karena harus mengejar truk jemputan, polisi bisa berangkat siang karena memakai mobil pribadi.

Kalau polisi ngobyeknya memungli truk-truk yang melanggar, tentara ngobyek dengan mengawal truk-truk. Uang yang diterima polisi disebut uang suap, uang yang diterima tentara dinamai uang jasa.

Kalau polisi masuk dengan ijazah SMA pensiun bisa sampai kapten, kalau tentara masuk pakai iajazah SMA pensiun cukup Serma. Kenaikan pangkatnya ada yang licin, ada yang seret.

Adanya arogansi dan keakuan

Polisi sering kurang serius memproses hukum anggotanya bahkan terkesan sering menutupi. Alasannya keakuan dan keangkuhan karena mereka bisa main hukum. Sementara tentara sering arogan karena bedilnya lebih panjang dari pada pistol.

Kurang  komunikasi

Petinggi TNI dan Polri kurang komunikasi karena petinggi polisi sibuk memikirkan mengapa korupsinya kini banyak yang terbongkar, petinggi TNI sibuk memikirkan mengapa sekarang bisnisnya dilarang. Akibatnya sudah pasti, kurang komunikasi!

Ketika dosen membaca laporan kami ia marah-marah!

Dosen (sambil marah-marah) :“Kalian saya suruh buat laporan ilmiah, kenapa kalian buat humor? Keluar semua!”

Mahasiswa: “Tapi pak, kalau kami keluar semua… bapak ngajar siapa?”

Dosen : “Iya, ya….. mari kuliah kita teruskan!”

Sekedar humor!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mencari Jejak Pencetus Indonesia …

Olive Bendon | | 05 March 2015 | 13:31

Watu Jaran, Sepotong Surga di Keheningan …

Hendra Wardhana | | 05 March 2015 | 15:18

Menyibak Akar Sengkarut APBD DKI …

Zetya1 Setiawan | | 05 March 2015 | 16:00

Mengenal “Swinger”: Ancaman dan …

Wahyu Tanoto | | 05 March 2015 | 15:31

[Tutorial] Google Hangout dan Cara …

Kompasiana | | 09 January 2015 | 22:15


TRENDING ARTICLES

Pelayanan Luar Biasa Fx Sudirman …

Thamrin Dahlan | 10 jam lalu

Perbedaan Negara Bekas Jajahan Belanda …

Rudi Hartono | 11 jam lalu

Humor Revolusi Mental #071: Repetitio Mater …

Felix | 11 jam lalu

Coretan Tangan Ahok: “Pemahaman Nenek …

Edi Abdullah | 11 jam lalu

Horree! Indonesia Punya Polisi Terjujur …

Anton Kapitan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: