Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Arya Panakawan

mengenal jawa timur lebih dekat, melalui alam, budaya dan sosial politiknya. Juga jagan lupa Follow selengkapnya

Soleh Solihun vs Johan Budi (Serupa Tapi Tak Sama)

REP | 24 April 2013 | 22:57 Dibaca: 557   Komentar: 0   0

1366818634749202086

Soleh Solihun

Siapa yang tidak kenal dengan sosok ini, awal kali dikenal sebagai seorang jurnalis di majalah Rolling Stone, merambah menjadi penyiar radio dan MC, kemudian dikenal luas oleh masyarakat sebagai seorang comic. Soleh Solihun, nama yang tidak asing ditelinga kita, melalui kepiawaiannya berstand up comedy mampu mengocok-ngocok perut kita hingga tertawa terbahak-bahak. Jaket kulit berwarna hitam, berkaca mata, kalo ngomong nadanya datar, itulah yang menjadi ciri khas Sohleh Solihun.

13668187271111680962

Johan Budi

Sekarang kita beralih ke Johan Budi. Johan Budi seorang juru bicara KPK, sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Johan sendiri sudah tiga periode menjadi juru bicara KPK. Nama Johan Budi dikenal publik saat menjadi juru bicara KPK, johan kerap muncul dilayar kaca saat kasus Korupsi Daging Sapi oleh PKS, penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka korupsi hambalan, dan kasus korupsi yang lainnya.

Kali ini Soleh Solihun akan saya bandingkan dengan Johan Budi, jika kita perhatikan dengan seksama kedua tokoh ini, percaya tidak percaya mereka berdua memiliki banyak kesamaan, walaupun bidang mereka berdua sangat kontras. Satunya orang yang tidak bisa serius membuat orang selalu tertawa dan satunya sangat serius membuat orang yakin dengan kinerja KPK. Inilah kesamaan-kesamaan yang saya temukan diantara mereka berdua.

Pertama-tama kita bandingkan dulu deh foto mereka berdua, nih fotonya…

136681882078017369

Soleh Solihun vs Johan Budi

Hehehe… mirip banget kan??????

Apakah anda menemukan persamaannya???

Bukankah mereka sama-sama berkaca mata agak besar, sama-sama memegang mic, dan wajah mereka sama-sama kotak. Hehe..

Ternyata persamaan mereka berdua tidak hanya pada fisik saja tetapi juga karakternya.

Coba perhatikan atau ingat-ingat lagi ekspresi muka dan nada bicara mereka berdua saat ngomong. Pasti sama-sama minim ekspresi, saat bicara intonasi nadanya sama-sama datar dan mukanya sama-sama datar nggak berekspresi saat ngomong. Ya kan???? Coba deh lihat lagi di you tube dan bandingkan sendiri saat mereka ngomong didepan publik.

Walaupun mereka minim ekspresi tetapi saat bicara di depan publik, mereka berdua alur bicaranya sistematis dan pesan yang mau disampaikan dapat dimengerti. Mereka berdua adalah sosok orang yang sukses dibidangnya masing-masing. Walapun saya curiga jagan-jagan mereka berdua satu bapak lain ibu.

Selesai…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 10 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 13 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 13 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: