Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Sutri Yaningsih Manik

Wanita 'dewasa banget' yang lagi sibuk belajar dan bermain selama masih menginjak tanah sebelum berada selengkapnya

Cinta, Kentut dan Stroke

OPINI | 04 May 2013 | 22:02 Dibaca: 413   Komentar: 0   0

1367679631189089966

Dulu bagiku kentut dan cinta itu sama. Sama-sama tidak terlihat tapi kesan yang ditinggalkan sungguh mendalam. Begitupun dengan stroke yang kualami, bagiku posisinya hampir menyamai kentut dan cinta. Stroke mengambil fungsi tubuh secepat kilat melalui bagian terdalam dengan melakukan berbagai macam manuver hingga otakmu kekurangan oksigen. Cinta, kentut dan stroke sama-sama tidak terlihat namun kedatangannya meninggalkan sesuatu.

Cinta menyisakan berbagai macam rasa didalam diri. Ada rasa bahagia, cemas, deg-degan, kesal, sakit, khawatir dan banyak perasaan lain yang timbul. Semua perasaan tergantung dari respon orang yang menjadi sasaran cinta anda, tergantung dari sudut pandang, tergantung bagaimana menjalaninya dan tergantung dari bagaimana cinta yang anda jalani.

Kentut menyisakan berbagai macam kata, kesan dan perasaan. Ada kata “hufff” “Ahhhhh” “Kurang ajar!” dan kata umpatan atau omelan lain. Ada kesan lucu juga kesan yang membuat hilang respon sesuai perasaan yang dialami, entah itu kesal tiada tara, bahagia, malu atau jengkel. Semua tergantung bagaimana anda kentut, dimana anda kentut, dihadapan siapa anda kentut, jenis bunyi kentut dan tergantung apakah anda sudah terlatih atau tidak untuk kentut.

Stroke menyisakan kesulitan gerak tubuh karena terganggunya syaraf diotak dan tubuh menjadi agak tidak singkron dengan otak sehingga anda harus berjuang mengembalikan apa yang sudah di ambil stroke. Kesulitan gerak tubuh yang muncul tergantung dari Stroke yang anda alami. Apakah penyumbatan, penyempitan atau pecah dan tergantung luka otak yang terjadi.

Kesamaan cinta, kentut dan stroke lainnya adalah sama-sama tergantung tapi bukan tergantung seperti Pisang diwarung tentunya. Untuk yang merasakan, yang penting tentu bukan hanya bagaimana cinta, kentut dan stroke bisa terjadi tapi bagaimana menghadapinya setelah terjadi.

Untuk yang mengalami cinta. Cinta yang setengah hati, cinta yang membodohi, cinta yang suci, cinta yang tulus, cinta yang tanpa tuntutan, cinta yang bertepuk sebelah tangan, cinta monyet, cinta yang konyol, cinta yang menghebatkan, cinta yang menyakiti, cinta yang matre atau seperti apapun cinta yang sedang terjadi. Tetaplah tenang, tileks, fokus dan santai. Ingat bahwa cinta tidak pernah salah walau dia jatuh tepat dihatimu dan kau mulai menjatuhkannya pada hati yang lain.

Tetaplah tenang, tileks, fokus dan santai menghadapi cinta. Ingatlah pada kemurnian cinta. Cinta yang membahagiakan, tanpa tuntutan, menyakiti namun tetap memaafkan, cemburu namun tidak membabi buta, menceriakan, melelahkan namun tetap menyenangkan dan cinta tentu bisa untuk siapa saja. Datangnya dari Sang Maha Cinta, jatuh dihati, naik kemata lalu terlihat pada perilaku. Tetaplah ingat bahwa cinta itu baik jadi perilaku yang dihasilkan karena cinta haruslah perilaku baik atau menjadikan baik. Tidak ada cinta yang salah karena yang salah adalah sipelakunya.

Untuk yang kentut. Kentut yang tanpa suara dan hanya ada sedikit bunyi “pesss” yang bahkan nyaris tidak terdengar. Kentut yang menggelegar hingga membuat semua mata tertuju hanya padamu. Kentut yang berulang seolah benar-benar ingin menunjukkan eksistensi. Kentut yang terdengar malu-malu seolah suara sumbang yang enggan diperdengarkan kepada siapapun. Kentut yang tegas, lugas dan pas tanpa salah nada dan banyak jenis kentut lainnya yang terjadi. Tetaplah tenang, tileks, fokus dan santai. Ingat bahwa kentut tidak pernah salah walau dia terdengar oleh telingamu atau tercium oleh hidungmu.

Kembalilah pada makna kentut bahwa itu adalah sebuah proses alamiah yang terjadi dan bisa dialami oleh siapapun. Datangnya dari proses panjang didalam perut hingga menghasilkan gas yang mendesak dan memaksa untuk segera bebas. Tetaplah percaya bahwa kentut adalah ciri bahwa saluran dalam tubuh anda, saya dan mereka masih bekerja dengan baik karena di dunia ini masih ada mereka yang harus membayar mahal biaya operasi hanya untuk sekedar bisa kentut. Yang memiliki cinta dihati tidak akan marah jika disampingnya ada orang yang sedang kentut karena dia tahu bahwa diapun biasa mengalami hal yang sama.

Untuk yang stroke (aku menunjuk diriku sendiri, hehe.). Stroke karena penyempitan, penyumbatan atau pecah pembuluh darah. Stroke yang menyebabkan hilang suara, sulit berjalan, sulit menggerakkan tangan, sulit mengingat, sulit memahami atau kesulitan-kesulitan lain yang terjadi. Tetaplah tenang, tileks, fokus dan santai. Ingat bahwa pembuluh darah sebenarnya tidak pernah salah.

Walau stroke mengambil banyak fungsi tapi tetaplah berusaha menguasai perasaan agar bisa bangkit karena sebetulnya stroke tidak pernah mengambil atau menguasai hati dan perasaanmu. Teruslah berjuang dengan perasaan tersisa yang kau miliki. Tatalah perasaan karena kupikir itu lebih mudah dibanding kau harus membelah kepalamu, membuka tempurung dan menata satu persatu syaraf yang bermasalah. Mulai belajar marah dengan lebih elok, belajar mengontrol rasa sedih dan mulai untuk berbahagia sebagai wujud syukur atas apapun karena disana banyak mereka yang lebih menderita batin dan fisik namun tetap bisa berbahagia atau minimal mencoba untuk berbahagia karena masih memiliki cinta dihati.

Ok ternyata kentut, cinta dan stroke cukup dihadapi dengan tenang, tileks, fokus dan santai. Ayo mulai untuk belajar mencintai dengan cinta murni karena sebenarnya cinta membahagiakan tidak akan menyakiti. Ayo mulai belajar untuk kentut dengan santun karena menjaga aroma yang dihirup setiap orang atau menjaga suara yang didengar oleh telinga setiap orang akan menunjukkan masih adanya rasa menghargai. Ayo mulai untuk memahami orang-orang yang tidak mengalami stroke dan juga ayo mulai memahami perasaan yang mengalami stroke, hehehe.

Maaf untuk yang tidak berkenan ataupun tersinggung. Tulisan ini saya tujukan terlebih adalah untuk diri saya sendiri tanpa maksud apapun. Saya hanya sedang mencoba untuk menyederhanakan yang saya alami sesederhana kentut. Mohon maaf untuk yang tidak berkenan, terima kasih dan tetaplah tenang, tileks, fokus dan santai. Semua simple kok tapi tidak mudah, hehe.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Foto: Slamet, Raksasa dari Pulau Jawa …

Hendra Wardhana | | 17 September 2014 | 12:29

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka …

Wonenuka Sampari | | 17 September 2014 | 13:07

Anggota BPK, Jabatan Karier atau Politik? …

Galumbang Sitinjak | | 17 September 2014 | 13:37

Etika Meng-counter Tulisan di Kompasiana …

Samandayu | | 16 September 2014 | 19:16

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 5 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 6 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 7 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenaikan LPG 12 Kg Sebagai Sarana Berbagi …

Bai Ruindra | 7 jam lalu

Mesut Oezil: Playmaker tanpa Dukungan …

Agung Wicaksono | 7 jam lalu

Komunitas Membuka Pintu Rejeki …

Lazismu Pusat | 8 jam lalu

Jogjakarta, 17 September 2014 …

Ahmad Robitul Wafa | 8 jam lalu

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: