Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Panduan Nikah Siri (Kelebihan dan Kekurangannya)

OPINI | 10 May 2013 | 07:09 Dibaca: 6658   Komentar: 20   4

Topik Nikah siri sempat menjadi pembahasan hangat di Indonesia saat bang Haji Rhoma Irama (katanya) menikah siri dengan artis pendatang baru Angel Lelga. Sejak berita itu muncul, nama Angel Lelga meroket, ada di mana-mana, di media cetak, televisi, radio (termasuk radio rusak). Walaupun namanya menjulang naik, namun karir Angel Lelga tak kunjung naik, segitu-gitu aja. Entah darimana uang milyaran rupiah yang didapat Angel Lelga untuk membeli koleksi tas Channel, Louis Vuitton dan Hermes yang berharga miliaran rupiah ?

Saat ini topik nikah siri kembali menjadi pembicaraan hangat, karena ustad Ahmad Fathanah, yang telah mempunyai 3 istri, beberapa kali mengajak gadis-gadis muda (bukan perawan) untuk menikah siri demi supaya mempunyai nilai ibadah di mata Allah. Untuk merayu gadis-gadis muda tersebut, Ahmad Fathanah tidak hanya mengandalkan rayuan mulut sampai berbusa seperti rekan kompasianer Rhatam Alvarizi, tetapi langsung merealisasikan dengan memberi mobil keluaran terbaru. Strategi ini terinspirasi cara pakde Kartono melamar bude, saat itu lamaran Pakde Kartono langsung diterima oleh Bude dan keluarga, karena mereka tak mau mensia-siakan mendapat suami dan menantu yang ‘high quality’, dengan berbagai kelebihan yang dimiliki dirinya, seperti ganteng, pintar, sopan, tidak sombong, kaya raya tapi sederhana, arif, bijaksana, cinta dan sayang pada keluarga. Duh, koq jadi narsis gini sih ? Hehehe, gak apa-apa, kata dosen paruh waktu di Kompasiana Mba Ellen Maringka, mengatakan lebih baik narsis/PD daripada minder/malu-malu atau malu-maluin.

Kembali ke topik pembahasan, sesuai judul, maka bagi yang ingin menikah siri, sebaiknya baca panduan dibawah ini, agar anda tidak terserat dalam belantara ketidaktahuan. Untuk lebih jelas dan lengkapnya, cek it out.

++ (kelebihan)
1. Nikah siri praktis dan cepat, karena calon mempelai tidak perlu mengundang seluruh keluarga besar dan mempersiapkan surat-surat untuk administrasi, melainkan cukup mengundang ustad atau kyai sebagai penghulu dan mempersiapkan urat-urat biar cukup ketegangannya untuk penetrasi di malam pertama.

2. Nikah siri tidak membutuhkan biaya besar karena nikah siri biasanya dilaksanakan secara sederhana, tidak ada resepsi, tidak butuh sewa gedung atau tenda, makanan tidak perlu dari katering, bandingkan dengan nikah resmi di KUA, biasanya dilanjutkan resepsi di gedung atau depan rumah pakai tenda biru, makanan pesan dari katering. Sehingga selesai resepsi kepala menjadi puing 7 keliling, rambut jadi keriting, karena tagihan hutang menumpuk.

3. Nikah siri, Cerai juga siri
Prinsip utama dalam menikah kan kecocokan antara suami istri, jika cocok dan merasa bahagia maka pria wanita memutuskan menikah, begitu pula sebaliknya, jika sudah tidak cocok dan tidak bahagia, maka perceraianpun tidak terhindarkan. Walaupun perceraian di benci oleh Tuhan, juga oleh dosen Ellen Maringka, tapi bagi sebagian orang, perceraian adalah pilihan terakhir demi kehidupan yang lebih baik. Orang yang meikah siri, saat bercerai mudah saja, tinggal katakan pada pasangan ‘kita cerai’ maka sudah jatuh talak 3.

4. Nikah siri tidak bikin sirik tetangga
Dengan menikah siri, acara dilangsungkan secara sederhana, tidak menyewa gedung mahal, tidak mengundang artis dangdut ibukota, tidak memesan makanan mahal. Hal ini otomatis tidak menimbulkan gosip di tetangga, darimana duit untuk resepsi? Padahal pekerjaan bapaknya atau suaminya hanya pengurus partai politik? Tetangga yang sirik akan menduga macam-macam. Dugaan uang dari korupsi, mencuri, merampok, menipu langsung berterbaran di kampung.

5. Nikah siri tidak perlu ijin istri pertama, dan lebih baik nikah siri dari pada berzina
Bagi pria beristri yang mempunyai teman wanita (TTM teman tapi mesta) pasti gelisah jika hanya ngobrol-ngobrol dan makan-makan saja dengan TTMnya. Bukannya sok tahu, biasanya hati dan pikiran pria terhadap TTMnya, pinginnya bukan hanya ngobrol-ngobrol, tapi juga ngobok-ngobok (terinspirasi lagu Joshua ‘Diobok-obok airnya’) dan bukan hanya makan-makan tapi ‘memakan dan dimakan’. Dengan menikah siri, semua keinginan pria nakal tersebut bisa terealisasi tanpa takut terkena dosa.

- - (kekurangan)
Saya dari tadi berpikir minusnya apa yah ? Saya belum menemukan minusnya, atau jangan-jangan gak ada minusnya.

Hahahaha wkwkwkkwkwkkw
Pasti ibu-ibu akan komentar panjang lebar tentang minusnya. Kalo panjang-panjang kasihan ibunya, kalo lebar-lebar kasihan bapaknya.

Selamat pagi teman-teman dimanapun anda berada. Salam Hangat.

Selamat Hari Ayah (9 Mei) - informasi berdasarkan tulisan mba Gaganawati yang menjadi HL hari ini dengan judul ‘Selamat Hari Ayah, 9 Mei.’

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 9 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 11 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 13 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 13 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sepotong Asia di Jakarta Street Food …

Syaifuddin Sayuti | 8 jam lalu

Negeri Para Pezina …

Ibnu Dawam Aziz | 8 jam lalu

Indonesia Gagal Raih Keajaiban di Vietnam …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Swasembada Medis …

Harfina Finanda Anw... | 8 jam lalu

Sepakbola bukan Matematika …

Guntur Cahyono | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: