Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Ragile

*Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis*Lahir: Brebes 1960. Pernah kuliah Sastra selengkapnya

Tarif Ngajak Dinner 2 Juta, Lebih Dari Itu 10 Juta

OPINI | 18 May 2013 | 09:40 Dibaca: 649   Komentar: 6   1

Mas-Mas dan Bapak-bapak harap hati-hati. Liat kekuatan dompet dulu sebelum ngajak kencan dengan cewek baru kenal. Ikuti terus berita tentang tokoh paling dicari pekan ini. Dialah Ahmad Fathanah, tersangka penerima suap SATU MILYAR buat menaikan kuota sapi impor. Dan cewek-cewek di sekitarnya yang dijejali limpahan uang padahal baru kenal. Baru kenal ngajak indehoy dalam kamar hotel!!! CK CK CK.

Belajar dari pengalaman Ahmad Fathanah maka ada neh cowok iseng. Namanya Jokerseh. Dia jajal pengin tau. SMS-an dimulai.

Nih contoh SMS-an ngajak kencan di Senayan City Jakarta dan hotel sekitarnya di sepanjang jalan protokol Soedirman dan MH Thamrin.

1) SMS Dengan mahasiswi:

“Tarif ngaja dinner?”

“2 juta.”

“Ngajak lebih dari itu/indehoy?”

10 juta.”

**Ck ck ck… Asu, asuuuu… Mahal amat!

2) SMS Dengan cewek profesional/artis:

“Tarif ngajak dinner?”

“5 juta.”

“Ngajak lebih dari itu?”

“Jam tangan dan gelang mewah seharga 60juta.”

“Ngajak nikah siri?”

“Mobil Honda Jazz.”

**Jokerseh ngejerit mau kelenger… Gilaaaa!!! Cuma NGAJAK aja tarifnya mahal amat?!

Temennya membentak, “Seh, dongo luh… Di dalam kata ‘ngajak’ mengandung isyarat menikmati service khusus. Dari mulai saling sapa, saling pandang, saling cubit, saling raba, dst. Semua tergantung kesepakatan berdua dan SESUAI TARIF.”

“Oh gitu tokh? Asu…asuuu… Ngerti aku saiki. Bukan pelacur bukan PSK. Tapi Bisnis Kelonan pake tarif, hehe…”

“Seh, dongo luh… Ada yang lebih mahal tarifnya.”

“Ah masa??? Apaan tuuuuh?”

“Seh, dongo luh… Ngajak kencan sama sapi import tarifnya satu milyar Rupiah. Sumpah!!!” bentak temen Jokerseh setelah baca di koran bahwa Ahmad Fathanah ditangkap/dipenjara oleh aparat negara terkait suap satu milyar buat menaikan kuota impor sapi.

***

-humor anak sekolah by Ragile

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Kakak-Adik Sering Bertengkar, Bagaimana …

Lasmita | | 19 April 2014 | 22:46

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: