Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Kepada Ellen Maringka (Kompasianer Hebat)

OPINI | 27 May 2013 | 07:57 Dibaca: 3216   Komentar: 82   20

Saya yakin 99% bahwa hampir semua kompasianer kenal dengan mba Ellen Maringka dan tulisan-tulisannya. Itu loh, kompasianer yang paling rajin gonta-ganti foto profil dan tulisannya hampir selalu terpilih admin menjadi Headline atau Trending Article. Ada saja rekan kompasianer yang memperhatikan hal ini, katanya mba Ellen sehari bisa 3x ganti foto profil, kadang tampak dari kiri, kadang dari kanan, belum pernah saya lihat yang tampak belakang, jangan-jangan punggungnya bolong?

Mengikuti tulisan mba Ellen sejak pertama kali gabung di Kompasiana, sejak mba Ellen menjadi mahasiswi tahun pertama di kampus Kompasiana, sampai sekarang mba Ellen sudah menjadi dosen tetap di Kampus Kompasiana, saya sedikit banyak bisa menyimpulkan daftar riwayat hidup mba Ellen.

Koreksi jika saya salah yah mba, lahir di Manado dari ayah dan ibu keturunan Manado China, anak pertama dari 4 bersaudara, bandel waktu kecil, suka menggigit anjing dan naik pohon, sekolah di Manado SD dan SMP, lanjut SMA di Inggris, kuliah S1 di Bandung, S2 di Inggris (makanya jadi suka dengan Liverpool dan Manchester United, kalo kuliah di Jepang pasti sukanya dengan Yokohama marinos atau Kashima Antlers). Menikah dengan dokter karena sejak kecil terobsesi main dokter-dokteran dengan adik-adik dan sepupu-sepupu, dan saat ini dikarunia 3 orang anak karena ingin mencontoh ibunya yang juga melahirkan 3 orang anak.

Saya rasa cukup ulasan saya tentang riwayat hidup mba Ellen. Saya ingin menyampaikan pendapat saya secara terbuka tentang sosok mba Ellen Maringka, tentang kehebatan-kehebatannya, yang mampu menginspirasi penulis-penulis lain, baik penulis pemula seperti Herry FK, Rhatam Alvarizi dan Gatot Swandito, maupun penulis kawakan seperti Pakde Kartono.

Berikut adalah kehebatan-kehebatan mba Ellen dari kacamata Pakde Kartono. Cekidot ;

1. Tulisan-tulisan mba Ellen selalu dihujani komentar dan Vote dari rekan-rekan kompasianer, baik rekan-rekan yang menjadi teman mba Ellen di Kompasiana, atau rekan-rekan yang belum menjadi teman di Kompasiana, yang pasti bukan anggota Grombolers Mafia Vote seperti yang sering memberi komentar dan Vote ditulisan rekan Arke dan Elde karena mba Ellen belum mendaftar dan bergabung dengan Grombolers Mafia Vote (Kong arke harap segera kirim formulir pendaftaran ke inbox mba Ellen)

2. Mampu membuat rekan kompasianer terobsesi
Saya membaca di salah satu komentar di tulisan mba Ellen, ada rekan kompasianer yang sampai mencetak foto mba Ellen dan menyimpannya di dompet. Saya tidak bisa menduga-duga apa tujuannya. Wkwkwkkwk. Satu lagi, kompasianer Gatot Swandito, secara jujur terus terang mengakui di komentar di tulisannya, ia sering lupa membaca tulisan terbaru mba Ellen karena begitu membuka halaman profil mba Ellen, seperti terhipnotis untuk memandangi fotonya lama-lama.

3.Mba Ellen waktu muda menawan, tua mempesona
Berdasarkan cerita-cerita di tulisan mba Ellen, dirinya termasuk late boomer (telat ngebom). Sejak gadis kinyis-kinyis (SMP, SMA dan kuliah) banyak pria yang menaruh hati karena sosok mba Ellen yang menawan, sampai sudah usia matang manggis (47 tahun, ibu RT anak 3) masih banyak pria yang menaruh hati karena sosok mba Ellen yang mempesona dari sifat, sikap dan sisiran rambutnya. Tidak salah mba Ellen menulis dalam tulisannya, bahwa dia sosok TTM yang paling pas, Tua Tambah Mempesona. Wkwkkwkwkkwkwkk (mba Ellen mending ketawa ngakak, daripada marah-marah)

4. Dari tulisan terakhir tentang komentar SARA dari salah satu rekan kompasianer, saya mengambil kesimpulan bahwa mba Ellen sosok yang arif, bijaksana dan berpikir logis. Lapor admin sudah, bikin tulisan khusus sudah, tapi tidak sampai membuat Mba Ellen melaporkan akun Pispote ke Mabes Polri atau Polda Sulawesi utara atas komentar SARA nya. Bahkan saya menemukan prinsip mba Ellen yang perlu kita contoh sebagai generasi tua bangsa ini “Tau kapan menyimpan sesuatu yang diperlukan dan tau kapan membuang sampah pada tempatnya.”

5. Mba Ellen sosok wanita hebat juga terlihat dari bisa menjaga keperawanan sampe menikah dengan Suami yang bujangan (bukan suami orang), padahal mba Ellen tinggal di Manado sampai SMP, kuliah S1 di Bandung, 2 kota di Indonesia dengan godaan dari pria nakal terbesar. Berdasarkan cerita teman-teman saya yang tinggal di Manado dan Bandung, sangat sulit bagi remaja dan mahasiswi di Manado dan Bandung untuk bisa menjaga keperawanan (yang bisa menjaga hanya sekitar 10%) karena kehidupan anak muda di 2 kota tersebut sudah hampir seperti di Amerika saja.

Saya rasa cukup 5 dulu saya sampaikan tentang kehebatan kompasianer mba Ellen Maringka, walaupun sebenarnya saya masih mampu menuliskan sampai 11 atau 12 kehebatannya, sebab saya tidak mau terlalu terlihat bahwa saya (pakde kartono) 11 12 dengan mba Ellen Maringka, sama sama hebat.

Selamat Pagi menjelang siang Indonesia

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 2 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 12 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 12 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Tetap Semangat Saat Melakukan Perjalanan …

Vikram - | 7 jam lalu

Cas, Cis, Cus Inggris-Ria, Pedagang Asong di …

Imam Muhayat | 7 jam lalu

Libatkan KPK Strategi Jokowi Tolak Titipan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Aku dan Siswaku …

Triniel Hapsari | 8 jam lalu

Menulis Puisi Cinta untuk …

Dewi Pagi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: