Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Ada Gay/Banci di Kompasiana ?

OPINI | 30 May 2013 | 15:23 Dibaca: 775   Komentar: 21   3

Sebelumnya saya hanya iseng-iseng aja menulis tentang Fenomena Pria Muda Yang Gay/Banci, yang saya publish tanggal 28 Mei 2013 jam 17.52 WIB. Saya tuliskan apa penyebab seseorang menjadi gay/banci, dan dimana saja penyebaran gay/banci berada, namun di tulisan tersebut, saya lupa memberi ciri-ciri gay/banci tersebut, maka ijinkan saya menuliskan ciri-cirinya di tulisan ini, yaitu ;

1. Gay/banci hanya tertarik secara fisik dan seksual kepada pria. Tertarik disini diartikan selalu ingin berinteraksi setiap saat, baik dengan saling memuji karena sedang kasmaran, ataupun saling mencaci atau dalam kata-kata orang dulu, benci tapi rindu karena cinta bertepuk sebelah tangan. Hal ini tidak terjadi kepada wanita, karena terhadap wanita pria gay/banci hanya menganggap sebagai teman curhat, terkadang justru dianggap sebagai saingan dalam mendapatkan perhatian pria.

2. Karena sifatnya agak kewanitaan, biasanya gay/banci agak banyak bicara, hal ini sesuai dengan ucapan orang dulu, bahwa wanita itu banyak bicara karena mulutnya ada 2.

3. Karena pada dasarnya adalah laki-laki, gay/banci keras kepala, gak pernah mau denger omongan orang, merasa bener sendiri, hal ini sesuai dengan ucapan orang dulu, bahwa pria itu keras kepala karena kepalanya ada 2.

4. Banci/gay dimana saja berada, baik di salon yang dikenal dengan banci salon, maupun diatas panggung yang dikenal dengan banci panggung, kerap menyapa sesamanya dengan sebutan mba, jeng, bu, ses, yey, cong, tante dll padahal jelas-jelas lawan bicaranya adalah laki-laki normal, bukan sesama banci, gak tau deh yah kalo ternyata sesama banci/gay?

Keempat ciri-ciri ini sudah sesuai pengamatan eyang subur selama 3 bulan, saya hanya membantu eyang subur menuliskannya di Kompasiana, sesuai motto Kompasiana yaitu ‘Sharing dan Connecting’.

Btw, apakah di Kompasiana ini ada yang memenuhi ciri-ciri di atas? Apabila ada, mohon maaf hal ini tidak disengaja, jika mau protes, silakan protes ke Eyang Subur, kebetulan eyang subur sudah menceraikan 4 istrinya, namun masih membuka kesempatan jika sekedar ingin dijadikan kekasih gelap.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | | 21 October 2014 | 01:11

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | 2 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 4 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 10 jam lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi di Piala AFF …

Djarwopapua | 12 jam lalu

BJ Habibie, Bernard, dan Iriana Bicara …

Opa Jappy | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Bu Iriana, Jadilah Ikon Kepribadian Budaya …

Felix | 7 jam lalu

Genjer, Sayur Enak, Murah dan Mudah Didapat …

Cah Ayuningtyas | 8 jam lalu

Revolusi Mental bagi Calon Menteri …

Abrahamfanggidae | 8 jam lalu

Danu dan Sekoper Uang …

Arimbi Bimoseno | 8 jam lalu

Besi Lunak dan Energi Kehidupan …

Supriyadi A Dasuki | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: