Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Dinasti SBY

OPINI | 02 June 2013 | 02:11 Dibaca: 442   Komentar: 1   0

Bibit, bebet, bobot sudah dikenal sebagai falsafah bangsa kita.  Sering kita mendengar obrolan tentang asal usul seseorang yang merasa bangga dengan asal usulnya. Saya keturunan Raja, ketururunan sultan yang kesekian yang menggambarkan masyarakat kita masih memiliki ciri feodal yang kental. Ketika seseorang mengetahui anaknya berhubungan cinta dengan anak  pemulung, yang terbayang adalah kerendahan derajat walaupun anak pemulung tersebut memiliki pendidikan tinggi.  Pandangan masyarakat seperti inilah yang memunculkan dinasti dinasti kekuasaan diberbagai daerah. Ayahnya gubernur, anaknya menjadi bupati atau ayah dan anak menjadi bupati sudah menjadi lumrah karena memang tidak ada larangan.

Jika SBY menggadang gadang anaknya, besannya, menantunya atau isterinya  untuk menjadi presiden adalah sah sah saja, kalau berhasil harus kita acungi jempol karena berhasil memenangi persaingan. Sebutlah SBY adalah Susilo Bukan Yudhoyono yang memimpin Kerajaan Mojopahit Reformasi yang rajanya hasil  Pilra ( Pemilihan Raja ) memanggil besannya yang berasal dari kerajaan Sriwijaya yang menjadi Propinsi Kerajaan Mojopahet Reformasi.

” Besan….. bersediakah  dicalonken menggantikan  saya ?. Tanya SBY.

” Oi …. lemak nian jadi Raja, idak sudi kutolak …. ” Jawab sang besan sumingrah.

” Maksudnya Sudi mau ditolak …  ? Dia orang kepercayaan saya …. ”  Kata SBY sambil mengernyitkan dahi.

” Oiii besan, jangan mak itulah ….. semua wong yang melok besan, nantinyo melok aku galo …. ”   Kata sang besan menjanjikan.

” Bagus …..  Pengawal, panggil Abas menghadap …. ” SBY memerintahkan pengawal memanggil Abas Bukan Ibas.

” Nak ….. mengingat, menimbang dan memperhatikan badanmu belum besar seperti bapak, untuk itu kau harus legowo menjadi wakil raja … ” Jelas SBY kepada anaknya.

” Oii …. Cocok nian mertua dan menantu jadi pasangan ….. ” Sela sang besan. Abas hanya manggut manggut senang. ” Nanti … uji besan akan aku sampaiko di konvensi partai kerajaan ” lanjutnya bersemangat.

Beberapa hari kemudian sebagaimana sudah direncanakan dilangsungkan  rapat akbar  konvensi partai kerajaan  dengan agenda tunggal  menetapkan calon tunggal  pasangan  Cara ( Calon Raja ) dan Wacara ( Wakil Calon Raja ) yaitu pasangan Besan Kito  ( BK ) dan Abas Bukan Ibas ( ABI ).  SBY mempersilahkan sang besan untuk memaklumatkan titah dihadapan kader elit partai kerajaan diatas mimbar.

” Sedulur sedulur sekalian, sesuai titah bagindo rajo, aku nak menggantikannyo jadi rajo. Lemak nian oii radi rajo, itu  uji  wong kito . Aku lah minta restu nenek lanang dan betinoku, ujinyo … maju bleh…. Muncak itu aku lah  siap jadi rajo. Abas, menantu aku itu  nak jadi wakil … sini kau menantu…, Besan kito berhenti berpidato sejenak menanti Abas naik podium dan diiringi suara gemuruh tepuk tangan hadirin.

” Lutfy Hasan, lah lewat, sapa itu konconya budak banyak betinonyo …… ” Abas membisiki mertuanya,  na itu Amat Faham …… lewat jugo, Eyang subur … dak tau aku ”   Besan kito menghentikan pidatonya yang berapi-api, matanya menyapu segenap penjuru.

” Sampaiko ujiku, Joko Tingkir, kau mundur bae, rakyat Majapahet pasti pilih aku, jingoklah aku, aku ni golongan putih, kau golongan hitam, kagek kau kalah. Lebih baik mundur dhewek …. ” Kata Besan kito

Tags: humor

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kamar Operasi (OK) : Mengamati Sepenuh Hati …

Rinta Wulandari | | 17 April 2014 | 21:30

Baru Capres, JKW Sudah Banyak yang Demo …

Abah Pitung | | 17 April 2014 | 22:13

Curhat Dinda dan Jihad Perempuan …

Faatima Seven | | 17 April 2014 | 23:11

Sandal Kelom, Sandal Buatan Indonesia …

Acik Mdy | | 18 April 2014 | 00:40

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Manuver Amien Rais Menjegal Jokowi? …

Pecel Tempe | 12 jam lalu

Demo Jokowi di ITB Salah Sasaran dan …

Rahmat Sahid | 17 jam lalu

Jokowi di Demo di ITB, Wajarkah? …

Gunawan | 21 jam lalu

Pernyataan Pedas Jokowi Selama Nyapres …

Mustafa Kamal | 22 jam lalu

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: