Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Amirsyah

Abdi Negara/Pelayan yg berpindah2 tugas di Nusantara. Artikel Penulis adalah pendapat pribadi, tidak mencerminkan instansi selengkapnya

Ibu, Aku Sering Diperkosa

OPINI | 02 June 2013 | 15:31 Dibaca: 4114   Komentar: 8   1

Jangan berpikir yang tidak-tidak dulu membaca judul artikel ini. Judul di atas adalah ucapan seorang anak perempuan kelas satu Sekolah Dasar kepada Ibunya mengadukan tentang kenakalan teman-teman di sekolahnya. Lho kok bisa? Senakal itu kah anak-anak SD sekarang ini? Jangan buru-buru mengambil kesimpulan:)

Sebelumnya saat makan siang bersama, anak tersebut bertanya kepada Ibunya, “Ibu, diperkosa itu apa sih?” Mendadak si Ibu tersedak dan batuk-batuk mendengar pertanyaan dari anaknya yang baru kelas 1 SD tersebut. “Kok bisa-bisanya si anak bertanya tentang hal itu?” batin sang Ibu sambil berusaha menguasai kepanikannya dan mempersiapkan kira-kira jawaban apa yang tepat untuk anak di usia tersebut.

“Kamu tahu darimana kata-kata seperti itu (diperkosa)?” selidik sang Ibu. “Dari Televisi” jawab si anak polos. Mendadak si Ibu tersenyum. Pastilah dia mendapatkan kosakata itu dari berita-berita kriminal di televisi. Apalagi masih ada stasiun televisi swasta yang punya program khusus berita kriminal. Sang Ibu berkesimpulan. Apalagi si Mbak (panggilan pembantu di rumah) tidak pernah ketinggalan menonton acara favoritnya tersebut. Kemungkinan saat ada berita pemerkosaan si Mbak sedang menonton televisi dan si anak kebetulan ikut menontonnya.

“Diperkosa itu artinya kamu dipaksa melakukan sesuatu yang tidak kamu suka atau tidak kamu mau” jelas si Ibu dengan bijak. Akhirnya dapat juga kata-kata untuk menjawab pertanyaan sang anak. “Wah, kalo begitu, aku sering diperkosa sama teman-temanku yang nakal Bu” adu sang anak. Kali ini jantung sang Ibu berdegup lebih kencang, “jangan-jangan…” khawatir sang Ibu. “Iya Bu, soalnya teman-teman di sekolah suka paksa aku ikut main panas-panasan dan kotor-kotoran di halaman sekolah. Kan aku gak suka tuh, itu kan sama aja namanya teman-temanku mau perkosa aku” jelas sang anak dengan polosnya.

“Oalah…… kamu ini nak, Ibu kira apa tadi” sang Ibu segera memeluk dan mengacak-ngacak rambut anak perempuannya tersebut. Dalam hati sang Ibu sudah berniat untuk memberitahu pembantunya agar jangan lagi memutar berita kriminal bila sang anak berada di dekatnya atau ikut-ikutan menonton.

Note: Hati-hati pengaruh buruk televisi terhadap anak. Salam:)

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 8 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 8 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 9 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kecardasan Tradisional …

Ihya Ulumuddin | 8 jam lalu

Sebaik-baiknya Tahun adalah Seluruhnya …

Ryan Andin | 9 jam lalu

Tak Sering Disorot Kamera Media, Kerja Nyata …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Siasat Perangi KKN Otonomi Daerah …

Vincent Fabian Thom... | 9 jam lalu

Pancasila : Akhir Pencarian Jati Diri Kaum …

Vincent Fabian Thom... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: