Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Djonny Sahat Simarmata

Panggil aja Bro. domisili tak jauh dari sma 14, belakang ps inpres Jambl . Interest: Mass selengkapnya

Puas Naek Busway jeung Plan B

OPINI | 17 June 2013 | 20:58 Dibaca: 117   Komentar: 4   0

Udig Barudig adalah seorang anggota SatpolPP kabupaten Garut. Udig yang telah 4 tahun bertugas mulai merasa jengah dengan pekerjaannya. Ditambah dengan konflik bathin yang dialaminya. Maklum Ibunya berdagang warung Sunda di Pasar Jambul Cililitan. Kemarin ketika menenertibkan pedagang pedagang nakal di Pasar Guntur, kang Udig mulai merasakannya . Komandan SatpolPP kab Garut menganjurkannya untuk mengambil cuti seminggu. Uwaknya , Endra Suhendra, seorang mantan prajurit Batalyon 743 Malang, yang juga sesepuh SatpolPP pemkab Garut, selalu mengingatkan Udig: “ Dig, lamun ihtiar maneh mentog dina irup, maneh teh kudu ngajalankeun Plan B” Sambil menceritakan pengalamannya lolos dar jebakan fretilin dalam operasi SEroja.

Udig memutuskan untuk mengunjungi ibunya di Pasar Jambul. Keebetulan sepupunya kang Alex juga berdagang buah di pasar yang sama.

Udig : “Ema , urang teh bade nenjo Ibukota sakeudeup nya”

Alex: “ Maneh teh numpag buswway wae” sambil menerangkan tempatnya dan jurusan2 busway.

Udig mengambil karcis Busway di halte Cawang Panci. Setelah setengah jam menunggu bus jurusan harmony tak kunjung tiba. Dia pun mulai mulai gelisah. Tetapi teringat petuah sang uwak, Udig mulai berfikir dan memutuskan untuk naik jurusan Melayu dulu. Ditransit Melayu Udig terperangah dengan antrian Harmony. Udig tak menyerah, tetep pengen lihat Monas. Sementara itu ia melihat yang jurusan Bantar Gebang woles woles kosong . Keeeembali Udig menjalankan Plan B, naik Jurusan itu nyambung di flyover Jatinegara ke Tanjung Priok.

Dari transit dikota setelah naik Jurusan pluit barulah terlihat kansnya untuk lihat monas.

4 jam telah berlalu , akirnya Udig melihat Monas dari dalam busway. Karena telah menjelang sore Udig memutuskan untuk ttidak turun dan melanjukan balik ke halte awal Lewat Semanggi.

Ema: “ Ai kumaha atuh Dig pelesir na, geunah teu?”

Udig: “ Mantap ma , Urang meser Tilu rebu limaratus wae , sapoe jeput, mirah geuningan nya

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 17 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 18 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 21 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 22 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 23 jam lalu


HIGHLIGHT

Nasi Jinggo: Kuliner Merakyat Asli Bali …

Herdian Armandhani | 15 jam lalu

Wanda Hamidah, Kau Mau ke Mana? …

Mbah Mupeang | 15 jam lalu

Rame-Rame Minum Air Sungai Cisadane …

Gapey Sandy | 16 jam lalu

Ditemukan: Pusat Tidur Dalam …

Andreas Prasadja | 17 jam lalu

Museum Louvre untuk First-Timers …

Putri Ariza | 17 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: