Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Gatot Swandito

Yang kutahu, aku tidak tahu apa-apa

Klinik Pembesar Mr. P

OPINI | 19 June 2013 | 20:10 Dibaca: 720   Komentar: 24   6

Tadi malam Pakde Kartono yang baru saja bertengkar hebat dengan istrinya berjalan-jalan. Menjelang perempatan langkahnya terhenti. Dipandanginya baliho besar yang dipasang di depan rumah bercat putih. Pada baliho itu tertulis besar-besar “3 BESAR”. Pada bagian bawah baliho tertulis “Cinta, Kerja, Harmoni”

“Jangan-jangan ini klinik yang dimaksud Rhatam itu. Ini pasti klinik yang bisa menyempurnakan cinta, menambah semangat kerja, yang akan mengharmoniskan rumah tangga,” gumam Pakde, “Ini pasti klinik yang bisa membesarkan penisku sampai tiga kali lebih besar.” Senyum Pakde pun mengembang lebar. “Nah, itu dia,” seru Pakde sambil menunjuk gambar lelaki berkumis tipis pada baliho. Lelaki pada baliho itu berjas putih sedang mengacungkan tangannya yang mengepal. “Itu pasti contoh pasien klinik yang berhasil membesarkan penisnya.”

Tanpa banyak pertimbangan lagi Pakde pun masuk. Di dalam Pakde diterima dengan sopan oleh lelaki berjas putih. “Ini pasti tenaga medis di klinik ini,” pikir Pakde yakin. “Apa masih buka?”

“Oh masih. Partai kami adalah partai terbuka. Siapa saja boleh bergabung dengan partai kami,” jawab lelaki berjas putih.

“Apa benar di sini tempat yang tepat untuk membesarkan tiga kali lipat?”

“Benar sekali Akhi, kami menargetkan 3 besar. Karenanya kami harus kerja keras, tentu saja dengan cinta dan harmoni.”

“Itu pasti, tanpa cinta dan harmoni kerja kita menjadi sia-sia.” Pakde sudah membayangkan ia akan segera mendapatkan yang diharapkannya.

“Syukron kalau Akhi mengerti.”

“Lalu bagaimana caranya supaya bisa membesar tiga kali lipat itu?” tanya Pakde penasaran.

“Mudah sekali. Kalau ada yang mencoblos sebanyak 10 juta, pastilah target tercapai. Cuma itu caradan syaratnya.”

“Apa!” Pakde terkejut. Kejengkelannya memuncak. “Bagaimana saya yang seusia ini bisa mencoblos istri saya sebanyak 10 juta kali. Yang benar saja.”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: