Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Mbah Mupeang

belum sempat minum obat

Jokowi dan Biji Sawi

OPINI | 04 July 2013 | 21:08 Dibaca: 2301   Komentar: 23   8

Brur, kali ini gue mau bahas soal biji, tapi otak lu jangan ngeres dulu ye. Biji yang gue maksud biji sawi (Brassica napus) atau biji canola yang merupakan anggota dari keluarga Brassicaceae dan masih ada hubungan keluarga dengan mustard atau kol.

Brur, biji aja punya keluarga, mosok sih lu gak punya?. Sebelum lu bingung dan pala lu makin peang, di bawah ini ada gambar biji sawi.

13729407761330900444

Biji Sawi

Ternyata tanaman ini bahan terbesar nomor tiga untuk minyak nabati setelah kedelai dan minyak kelapa. Selain itu sumber makanan berprotein terbesar nomor dua di dunia meski hanya seperlima dari keseluruhan produksi kacang kedelai.

Biji sawi mengandung protein yang tinggi dan cocok untuk pakan hewan seperti babi, ayam dan hewan lainnya. Biji ini pun sangat disukai oleh burung muda atau anakan karena tidak terlalu keras dibanding biji yang lain.

Sebagai campuran pakan untuk burung kenari, biji sawi ini bagus, brur!. Asal komposisinya tepat, burung lu bakalan berkicau nyaring setelah makan biji ini.

Selengkapnya tentang biji sawi dan burung kenari bisa lu baca DI SINI.

Setelah kita bahas biji sawi yang bagus buat pakan campuran burung kenari sehingga kicauannya nyaring terdengar, lalu, apa hubungan dengan Jokowi?.

Begini, brur. Tahun depan kan ada Pemilu, tapi sekarang ini aja sudah banyak yang berkicau atau membahas sampai mulutnya berbusa tentang siapa Presiden RI berikutnya. Salah satu calon yang sering disebut namanya adalah Jokowi.

Partai A berkicau menginginkan atau ada tersirat keinginan mencalonkan Jokowi jadi Presiden. Partai B pun berkicau demikian. Partai C tak kalah berkicau mencalonkan Jokowi sebagai Presiden, sedangkan posisi Wakil Presiden berasal dari kadernya, atau posisinya dibalik. Macam-macam saja kicauan itu. Dari kalangan masyarakat biasa pun ditengarai sangat besar keinginannya agar Jokowi jadi Presiden.

Apakah mereka itu abis makan biji sawi?. Kenapa kicauannya nyaring seperti burung?. Sementara yang namanya disebut malah anteng-anteng aja. Tidak atau belum ada kicauan Jokowi yang menyatakan dengan jelas bersedia dicalonkan jadi Presiden.

Nyancai aja, brur!. Gak usah lu bingung. Di alam yang katanya demokrasi ini sudah biasa terdengar suara atau kicauan dari sini dan sana. Tapi bijimanapun beragamnya kicauan tadi jangan bikin lu bingung ye…ngapain?.

Kalau gue ye, brur. Daripada gue berkicau kayak burung yang abis makan biji sawi, brisik bahas siapa Presiden berikutnya, mending gue berkicau yang lain aja…hak!.

kicau burung bernyanyi
tanda buana membuka hari
dan embun pun memudar
menyongsong fajar

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22



HIGHLIGHT

Rayuan Pohon Beringin …

Robby Anugerah | 8 jam lalu

Dalam Sebuah Hubungan, Jangan Gantung …

Syaiha | 8 jam lalu

Saran yang Menyesatkan Dari Petugas Call …

Erwin Mulialim | 8 jam lalu

Pangdam VII/Wirabuana Bakal Bekali Wawasan …

Ilmaddin Husain | 8 jam lalu

Pemuda Sebagai Ide …

Muhammad Handar | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: