Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Mbah Mupeang

belum sempat minum obat

Jokowi dan Biji Sawi

OPINI | 04 July 2013 | 21:08 Dibaca: 2305   Komentar: 23   8

143162227877014684

Kali ini saya mau bahas soal biji, maksud saya biji sawi (Brassica napus) atau biji canola yang merupakan anggota dari keluarga Brassicaceae dan masih ada hubungan keluarga dengan mustard atau kol.

Ternyata tanaman ini bahan terbesar nomor tiga untuk minyak nabati setelah kedelai dan minyak kelapa. Selain itu sumber makanan berprotein terbesar nomor dua di dunia meski hanya seperlima dari keseluruhan produksi kacang kedelai.

Biji sawi mengandung protein yang tinggi dan cocok untuk pakan hewan seperti babi, ayam dan hewan lainnya. Biji ini pun sangat disukai oleh burung muda atau anakan karena tidak terlalu keras dibanding biji yang lain.

Sebagai campuran pakan untuk burung kenari, biji sawi ini bagus, asal komposisinya tepat, burung pun akan berkicau nyaring setelah makan biji ini.

Selengkapnya tentang biji sawi dan burung kenari bisa dibaca DI SINI.

Setelah bahas biji sawi, apa hubungannya dengan Jokowi?.

Begini, tahun depan ada Pemilu, tapi sekarang ini saja sudah banyak yang berkicau tentang siapa Presiden RI berikutnya. Salah satu calon yang sering disebut namanya adalah Jokowi.

Partai A berkicau menginginkan atau ada tersirat keinginan mencalonkan Jokowi jadi Presiden. Partai B pun berkicau demikian. Partai C tak kalah berkicau mencalonkan Jokowi sebagai Presiden, sedangkan posisi Wakil Presiden berasal dari kadernya, atau posisinya dibalik.

Macam-macam saja kicauan itu.

Kalangan masyarakat biasa pun besar keinginannya agar Jokowi jadi Presiden.

Apakah mereka itu abis makan biji sawi?. Kenapa kicauannya nyaring seperti burung?. Sementara yang namanya disebut tadi malah anteng-anteng saja. Belum ada kicauan Jokowi yang menyatakan dirinya bersedia dicalonkan.

Di alam yang katanya demokrasi ini sudah biasa terdengar suara atau kicauan dari sini dan sana, tapi beragamnya kicauan tadi jangan sampai semua itu bikin bingung.

*****

sumber gambar: stasiareport.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jelajah Separuh Asia di Planet Tangerang …

Kevinalegion | | 22 May 2015 | 22:57

Keris, Mistik, dan Budaya …

Trie Yas | | 23 May 2015 | 02:16

Menyikapi Budaya Narsis Tak Sehat di Medsos …

Yuliana Aghata | | 22 May 2015 | 14:42

Papa Lim …

Turyana | | 22 May 2015 | 21:45

Seberapa Yakin Kamu Balikan Sama Mantan Sih? …

Listhia H Rahman | | 22 May 2015 | 22:49


TRENDING ARTICLES

SBY dan Pembubaran PT. Petral …

M. Jaya Nasti Nasti | 11 jam lalu

Babak Baru Kisruh PSSI vs Menpora: La Nyalla …

Agus Oloan | 11 jam lalu

Inilah Ujian Akhir Pemerintahan Jokowi …

Pebriano Bagindo | 16 jam lalu

Tenggelamkan Kapal Tiongkok? Siapa Takut! …

Wasiat Kumbakarna | 16 jam lalu

Pak Jokowi Buat Apa Bangun Rel Kereta di …

Gunawan | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: