Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Mbah Mupeang

belum sempat minum obat (penampilan bisa menipu, rekam jejak tidak bisa dihapus...hak hak hak)

Jokowi dan Biji Sawi

OPINI | 04 July 2013 | 21:08 Dibaca: 2297   Komentar: 23   8

Brur, kali ini gue mau bahas soal biji, tapi otak lu jangan ngeres dulu ye. Biji yang gue maksud biji sawi (Brassica napus) atau biji canola yang merupakan anggota dari keluarga Brassicaceae dan masih ada hubungan keluarga dengan mustard atau kol.

Brur, biji aja punya keluarga, mosok sih lu gak punya?. Sebelum lu bingung dan pala lu makin peang, di bawah ini ada gambar biji sawi.

13729407761330900444

Biji Sawi

Ternyata tanaman ini bahan terbesar nomor tiga untuk minyak nabati setelah kedelai dan minyak kelapa. Selain itu sumber makanan berprotein terbesar nomor dua di dunia meski hanya seperlima dari keseluruhan produksi kacang kedelai.

Biji sawi mengandung protein yang tinggi dan cocok untuk pakan hewan seperti babi, ayam dan hewan lainnya. Biji ini pun sangat disukai oleh burung muda atau anakan karena tidak terlalu keras dibanding biji yang lain.

Sebagai campuran pakan untuk burung kenari, biji sawi ini bagus, brur!. Asal komposisinya tepat, burung lu bakalan berkicau nyaring setelah makan biji ini.

Selengkapnya tentang biji sawi dan burung kenari bisa lu baca DI SINI.

Setelah kita bahas biji sawi yang bagus buat pakan campuran burung kenari sehingga kicauannya nyaring terdengar, lalu, apa hubungan dengan Jokowi?.

Begini, brur. Tahun depan kan ada Pemilu, tapi sekarang ini aja sudah banyak yang berkicau atau membahas sampai mulutnya berbusa tentang siapa Presiden RI berikutnya. Salah satu calon yang sering disebut namanya adalah Jokowi.

Partai A berkicau menginginkan atau ada tersirat keinginan mencalonkan Jokowi jadi Presiden. Partai B pun berkicau demikian. Partai C tak kalah berkicau mencalonkan Jokowi sebagai Presiden, sedangkan posisi Wakil Presiden berasal dari kadernya, atau posisinya dibalik. Macam-macam saja kicauan itu. Dari kalangan masyarakat biasa pun ditengarai sangat besar keinginannya agar Jokowi jadi Presiden.

Apakah mereka itu abis makan biji sawi?. Kenapa kicauannya nyaring seperti burung?. Sementara yang namanya disebut malah anteng-anteng aja. Tidak atau belum ada kicauan Jokowi yang menyatakan dengan jelas bersedia dicalonkan jadi Presiden.

Nyancai aja, brur!. Gak usah lu bingung. Di alam yang katanya demokrasi ini sudah biasa terdengar suara atau kicauan dari sini dan sana. Tapi bijimanapun beragamnya kicauan tadi jangan bikin lu bingung ye…ngapain?.

Kalau gue ye, brur. Daripada gue berkicau kayak burung yang abis makan biji sawi, brisik bahas siapa Presiden berikutnya, mending gue berkicau yang lain aja…hak!.

kicau burung bernyanyi
tanda buana membuka hari
dan embun pun memudar
menyongsong fajar

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haru Jokowi-JK di Kapal Phinisi …

Yusran Darmawan | | 25 July 2014 | 10:00

Menggigil di Rio, Sauna di Dubai …

Iskandarjet | | 25 July 2014 | 13:20

US Dollar Bukan Sekedar Mata Uang …

Arif Rifano | | 25 July 2014 | 11:21

9 Tips Meninggalkan Rumah Saat Mudik …

Dzulfikar | | 24 July 2014 | 22:48

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 5 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 6 jam lalu

Membaca Jurus Rahasia Kubu Prabowo-Hatta …

Zulfikar Akbar | 14 jam lalu

Semakin Ngotot Menang Tim Prabowo Semakin …

Galaxi2014 | 15 jam lalu

Kemenangan Jokowi Bukan Kemenangan Rakyat …

Dean Ridone | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: