Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Yswitopr

....yang gelisah karena sapaan Sang Cinta dan sedang dalam perjalanan mencari Sang Cinta

FPI VS Preman Kafir

REP | 19 July 2013 | 23:13 Dibaca: 1860   Komentar: 45   7

13742498881618897837

ini senjataku, mana senjatamu?

Sedari siang, aku mencari-cari berita tentang kejadian bentrokan di Sukorejo. Menurut media-media mainstream, kerusuhan itu terjadi antara massa FPI dan warga Sukorejo. Menurut berita di media (setidaknya media online), warga menyerang massa FPI karena masyarakat kesal dengan ulah massa FPI. Tindakan sweeping yang dilakukan FPI dianggap menyinggung warga Sukorejo karena massa FPI berasal dari luar daerah (Kendal, Temanggung, Kabupaten Semarang). Tindakan main hakim sendiri oleh massa FPI dianggap melecehkan warga Sukorejo.

Sepertinya tidak puas membaca berita seperti itu. Aku pun mencoba mencari berita-berita lain yang lebih berimbang. Akhirnya ketemu dengan media online lain yang lebih mencerahkan. Rupa-rupanya, FPI tidak bentrok dengan warga Sukorejo. FPI bentrok dengan preman Kristen kafir yang selama ini menjadi benteng penjaga di kompleks lokalisasi di Sukorejo.

Jadi pemberitaan media-media semacam kompas.com salah dalam memberitakan bahwa masyarakat Sukorejo marah karena ada tragedi mobil avansa AB 7105 SA yang menabrak pengendara sepeda motor. Salah satu pengendara meninggal dunia. Warga yang marah pun sempat mengepung masjid yang digunakan untuk bersembunyi anggota FPI yang dikejar warga. Untungnya, warga tidak anarkis menerobos pagar masjid.

Yang benar adalah bahwa iring-iringan massa FPI itu akan mengadakan aksi damai dan buka bersama di masjid Sukorejo dan memperkenalkan FPI kepada masyarakat Sukorejo. Aku pun hanya bisa manggut-manggut membaca berita-berita yang bersliweran itu. Yang pasti, berita dari para pelakulah yang harus dipercaya.

Memang ada sedikit cerita berbeda. Ada yang mengatakan massa FPI tidak membawa senjata tajam. Ya iyalah, kan rencananya mau buka bersama. Masak bawa senjata tajam. Yang membawa senjata tajam adalah para preman kristen kafir. Tetapi sumber lain mengatakan bahwa massa FPI membawa sejata tajam untuk berjaga-jaga. Mana yang benar. Dua-duanya benarlah. Ada anggota yang tidak membawa senjata tajam. Dan ada anggota yang membawa senjata tajam. Hal itu untuk jaga-jaga karena diancam oleh preman-preman. Karenanya sah-sah saja jika membawa senjata tajam. Kan untuk berjaga-jaga.

Adalah tidak adil jika hanya anggota FPI yang dijadikan tersangka. Mestinya, masyarakat yang melakukan pengrusakan mobil dan membakarnya pun ditangkap dan dijadikan tersangka. Adil kan? Apalagi, FPI membawa misi mulia di Sukorejo.

Yah, semua berpulang kepada siapa berbicara apa, bukan? Yang penting bagiku adalah agama ibarat kelamin. Aku bangga dong memilikinya. trus.. silahkan melanjutkan sendiri. salam

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | | 23 September 2014 | 22:43

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | | 24 September 2014 | 00:37

Banyak Laki- laki Indonesia Jadi Ayah Gagal …

Seneng Utami | | 24 September 2014 | 04:45

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Kritik Terhadap 7 Tuntutan FPI ke Ahok …

Opa Jappy | 2 jam lalu

Strategi Perang Lawan ISIS Ala SBY …

Solehuddin Dori | 3 jam lalu

KPI Tegur Tom and Jerry, GGS Gimana? …

Samandayu | 4 jam lalu

Anggap Remeh …

Ifani | 4 jam lalu

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 6 jam lalu


HIGHLIGHT

Air Kehidupan Bangsa Ramsun # 1 (Bangsa …

Abu Daffa M Budiawa... | 7 jam lalu

Seberapa Penting Sistem Pengajuan Harga …

Wawandowski | 7 jam lalu

Tulisan Dibalik Sepotong Keramik …

Agus Syaifuddin | 7 jam lalu

SABAR itu Ilmu Tingkat Tinggi …

Eko Junaidi Salam | 7 jam lalu

Perlunya Pencabutan Hak Politik Bagi …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: