Back to Kompasiana
Artikel

Humor

Ang Tek Khun

Penduduk kota Yogyakarta • Alumni Psikologi Ubaya • Blogger, Editor, Writer, Author, eBook Publisher • selengkapnya

4 Cara Menggagalkan Jokowi Menjadi Presiden

OPINI | 26 August 2013 | 14:32 Dibaca: 1432   Komentar: 2   1

Survei Litbang “Kompas” secara tegas menginformasikan bahwa popularitas Jokowi kian melesat tinggi ke awan-awan. Jokowi menempati ranking teratas sebagai kandidat capres dengan elektabilitas tertinggi, yaitu 32,5 persen. Angka ini naik hampir 100 persen dari elektabilitas Jokowi saat disurvei pada Desember 2012 lalu, yang hanya mencapai 17,7 persen. Angka capaian Jokowi ini memang luar biasa, ia dengan tak sopan meninggalkan para seniornya, Prabowo Subianto (15,1%), Aburizal Bakrie (8,8%), Megawati Soekarnoputri (8,0%) dan Jusuf Kalla (4,5%). Hiks.

Melihat kondisi seperti ini, apakah berarti Jokowi hanya tinggal selangkah lagi untuk menjadi presiden? Ehhh, tak tentulah yauw! Apakah ini juga berarti Jokowi tidak bakal mampu dikalahkan lagi oleh siapa pun untuk meraih jabatan presiden? Ups, jangan terburu-buru menghakimi. Tidak ada garansi dari perusahaan asuransi mana pun di seluruh dunia akan hal ini. Jadi, wahai para kandidat lain, Anda tak perlu berketar-ketir hati terlebih dahulu.

Jokowi bisa dikalahkan. Ya, yeahh! Jokowi bisa diredam dan digagalkan agar tak melenggang bebas menapaki podium kepresidenan RI sebagai pengganti SBY. Mau tahu caranya? Baiklah, berikut ini 4 cara paling efektif untuk menekuk Jokowi agar tak menghampiri istana negara.

  1. Segera hubungi manajemen Metallica agar Jokowi diangkat menjadi Presiden manajemen Metallica Worldwide dengan masa jabatan lima tahun, 2013-2018. Jokowi diyakini tidak akan ragu menerimanya. Ia pasti tidak akan berkelit untuk menjawab pertanyaan ini saat dikerumuni oleh wartawan di Balaikota.
  2. Segera pinjamkan Jokowi ke luar negeri untuk menjabat Gubernur salah satu negara bagian Amerika Serikat. Dengan reputasi sebagai walikota kaliber dunia, diyakini Jokowi akan mendapat tawaran dari berbagai negara bagian. Cara ini sudah pernah dan berhasil pada Sri Mulyani. Apa salahnya hal-hal yang terbukti sukses kita tiru lagi.
  3. Segera promosikan Jokowi ke level lebih tinggi. Kalau Sri Mulyani menjabat sebagai Managing Director of the World Bank Group, maka Jokowi layak ditawari jabatan sebagai Direktur badan PBB bernama FAO (Food and Agriculture Organization). Dengan jabatan ini, kita turut mendukung Jokowi untuk menaikkan berat badannya. Kan malu Direktur urusan pangan dunia kok bodinya cungkring.
  4. Segera merdekakan kota Solo sebagai sebuah negara berdaulat, niscaya rakyat Solo akan memanggil pulang kader terbaiknya untuk menjabat sebagai presiden negara Republik Solo. Meskipun agak merepotkan kita juga sih karena saat kita melewati kota Solo kita harus menggunakan paspor, tapi demi kemajuan karier Jokowi, kita harus bersikap legawalah. Dengan kepemimpinan Jokowi yang sudah teruji, diharapkan Solo mampu tampil sejajar dengan negara Oslo.

Demikian 4 cara paling efektif yang berhasil ditemukan oleh para pemikir yang sempat membakar menyan. Anda punya cara lain? Silakan di-share segera di lapak koment di bawah ini, agar kandidat-kandidat lain bisa tidur dengan tenteram karena memiliki solusi feasible untuk diterapkan.

* * *

Humor Lain Terkait Jokowi:
Jokowi Akan Memberi Nama Apa?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Dilema Sekolah Swasta …

Ramdhan Hamdani | | 19 December 2014 | 18:42

Pérouges, Kota Abad Pertengahan nan Cantik …

Angganabila | | 19 December 2014 | 19:54

Bintang dan Tumor …

Iyungkasa | | 19 December 2014 | 21:29

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 5 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 5 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 7 jam lalu

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 9 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: