Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Tria Nin

Angsa hitam http://mimpikiri.blogspot.com/ http://mimpikiri.tumblr.com/

On Genealogy of Melancholic Bitch

OPINI | 31 May 2010 | 05:39 Dibaca: 491   Komentar: 11   3

Mengutip Anna Karenina: Seluruh keluarga bahagia selalu sama; keluarga tidak-bahagia, selalu tidak berbahagia dengan caranya masing-masing. Melancholic bitch adalah keluarga sederhana yang berkumpul dari pikiran riuh keresahan di akhir tahun 90-an. Sederhana saja, melancholic bitch menjeritkan kondisi zaman dengan menyadari suasana riuh, sepi disekitar dengan bebunyian yang mereka pilih.

Jika berbicara tentang sejarah, akan panjang sekali diceritakan. Jadi mari kita masuk saja ke rumah sederhana melancholic bitch dengan suasana apapun yang kita rasakan. Rumah Melancholic bitch berada di Yogyakarta dihuni oleh Yosef Herman Susilo (Electric-Acoustic Guitar, Mix-Engineer), Ugoran Prasad (Voice, Lyric), Teguh Hari Prasetya (Bass, Keyboard), Yennu Ariendra (Electric Guitar, Synth), Septian Dwirima (drum).

Masuklah rumah ini, bukalah pintu-pintu , resapi ruangan-ruangan. Ruangan utama mengingatkan tentang lirik tajam, musik pop, beat elektronik Melancholic bitch. Ini adalah semacam ingatan ketika eksperimental dan ekspresivitas melancholic bitch bermain dalam Parkinsound III (Juli 2001). Ya, suasana melancholic pun tercipta.

Ketuklah pintu , masuklah ruangan yang mengingatkan kita tentang pertunjukan di Ndalem Joyokusuman, ada sebuah cd bersampul merah, lalu dengarkan cerita-cerita yang dinyanyikan ugoran prasad. Melancholic bitch live at Ndalem Joyokusuman tahun 2003 adalah EP yang pertama kali mereka buat. Di dalam EP ini berisi 4 lagu, salah satunya adalah musikalisasi puisi Sapardi joko damono yang berjudul Kartu pos bergambar jembatan golden gate san fransisco. Jika ingin mengenal lebih lanjut tentang Melancholic bitch, masuklah ke sebuah ruangan dengan pintu bertuliskan “anamnesis”. Didalam ruangan ini kita akan menemukan album pertama melancholic bitch “anamnesis” (tahun2005). Album ini terdiri dari 11 lagu yang menceritakan tentang beberapa riwayat, kenangan, penyakit pada masa lampau. Dan “tentang cinta” yang membusuk dalam lagu-lagu adalah lagu yang mengendap dalam album ini.

Memasuki taman bermain melancholic bitch. balada Joni dan susi, Joni dan susi adalah anak muda, anggota masyarakat kelas pekerja, latar pendidikan menengah tanpa jaminan masa depan. Ada kehidupan sehari-hari, kisah kasih, ilusi kebahagiaan, harapan, pelarian, keputusasaan dan pantulan dari mereka-mereka yang melawan. Ini adalah cerita tentang pasangan yang berjuang menghadapi masalah dunia, negara dan orang-orang di sekitarnya. Ya, sebuah kisah cinta yang sangat politis. Semisal, mimpi-mimpi di tv yang mengadiksi orang-orang juga diceritakan dalam lagunya “ Mars penyembah berhala. Melancholic bith juga berkolaborasi dengan penyanyi kua etnika, Silir dalam lagu Distopia. Sebuah lagu tentang janji Joni dan susi untuk selalu bersama, ini obsesif dan distopik. Tapi harus. Bersama sama selama-lamanya.

Dengar, resapi dan sadari balada joni dan susi di album ketiga melancholic bitch di tahun 2009. Pada album ketiga ini, Melancholic bitch berkolaborasi dengan Wiryo Pierna Haris (guitar), Richardus Ardita (bass, voice), and Andy Xeno Aji (graphic, drawing).

Keluarga melancholic yang terbentuk dari keresahan dan keretakan ini sudah berusia 12 tahun , Jika dihitung-hitung Melancholic bitch tidak terlalu sering bermain di atas panggung. Tapi ini yang luar biasa, sekali bermain di gigs, selalu memberi kesan dan makna yang mendalam. Melancholic bitch juga bekerjasama dalam sebuah pertunjukan teater, seperti “Waktu Batu 3; Deux Ex Machina dan My Feelings for You” (Teater Garasi, 2004).

Di dalam Rumah keluarga Melancholic bitch ini terdapat berbagai macam cerita, walapun beberapa anggota keluarga sibuk dengan kegiatan masing-masing, Seperti Ugoran prasad berkolaborasi dengan Intan paramaditha dan Eka kurniawan mengerjakan sebuah proyek menulis Tribute to Abdullah Harahap. Yennu Ariendra juga mempunyai proyek musikalisasi puisi dengan dina oktaviani.Yosef Herman Susilo sibuk bermain dengan kedua buah hati tercinta. Sedangkan Septian Dwirima sibuk dengan keluarga drum-nya.

Dan ini dia beberapa hal yang mereka pendam, khusus diceritakan untuk pembaca DAB, ternyata si ugo sedang merindukan motor kesayangannya si pitung yang hilang dijarah ketika terjadi kebanjiran di rumah kontrakannya. Sedangkan Yennu yang sering mengalami salah potong rambut ini ternyata suka menulis , tetapi belum niat untuk mempublikasikan. Yennu juga hobby bermain dengan kucing yang manis. Si gitaris Yossi ini teringat masa keemasan ketika menggimbal rambutnya. Sedangkan Aan ini teryata gemar dengan dunia fotografi.

Rumah keluarga melancholic bitch penuh beragam cerita, alur, tragedi, komedi, sedih, senang dan kisah-kisah tersebut akan sulit terlupakan.Seluruh keluarga bahagia selalu sama; keluarga tidak-bahagia, selalu tidak berbahagia dengan caranya masing-masing.


TRia Nin , 2010.

*Tulisan ini untuk DAB Magazine edisi desember-januari 2010

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 9 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 10 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 10 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: