Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Daniel

Penghuni dan pengguna jalan di Jogja. Berharap jalanan tak lagi jadi rimba raya. Dan juga rimba selengkapnya

Fenomena Klanting dan Putri Ayu

HL | 26 October 2010 | 12:19 Dibaca: 799   Komentar: 37   5

.

Siapa sih diantara kita yang engga kenal Gombloh  pria kelahiran Jombang Jawa Timur 14 Juli 1948 yang meninggal di Surabaya tanggal 9 Januari 1988 ?
Pria dengan nama asli Soedjarwoto Soemarsono ini pada masa jaya telah banyak menelorkan lagu-lagu yang selalu menjadi hit dan digemari berbagai lapisan masyarakat karena lagu-lagunya memang enak didengar dan mudah dicerna. Meskipun begitu bukan karena itu saja; ada sebuah lagu yang menurut saya sangat patut untuk dijadikan sebagai lagu yang mengarah pada lagu kebangsaan yang ngepop yaitu gebyar-gebyar karena menurut saya walaupun lagu itu adalah lagu pop tapi cukup heroik untuk didendangkan sehingga membuat semangat cinta bangsa ini semakin membara. Maka tidak heran pada setiap kesempatan merayakan hari kemerdekaan RI lagu tersebut selalu diperdengarkan ataupun ditampilkan oleh grup band diatas panggung. Dan baru belakangan ini saja lagu tersebut agak tergeser  oleh lagu Bendera ciptaan Eros SO7 yang dinyanyikan oleh Grup Coklat.
Namun dibalik lagu-lagu Gombloh yang meledak ada sisi lain yang tidak kita sangka sama sekali sebelumnya; bahwa sebelum Gombloh menyanyikan lagu-lagu yang nge-hit itu Gombloh bersama dengan Leo Kristi telah membuat beberapa lagu “serius” tapi tidak banyak digemari oleh masyarakat luas.
Nah, kemudian Gombloh iseng bersolo karier sendiri membuat lagu-lagu “iseng” alias lagu yang tidak begitu berat. Dan tanpa disangka, justru lagu-lagu ini malahan meledak di pasaran sehingga membuat Gombloh ketagihan untuk membuat lagu-lagu semacam yang akhirnya jadi laris manis pula … J
.
Beralih pada tahun 2010 ini, saya juga sedikit melihat fenomena semacam itu.
Bila Anda adalah seorang yang suka melihat ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB), Anda bakalan tak asing dengan Grup-grup dan peserta perorangan macam Funky Papua, Ruminkan, Brandon, Hudson/Jesica, Putri Ayu dan lainnya.
Bukan bermaksud mengecilkan arti sebuah grup yang bernama Klanting, bila pada akhirnya setelah beradu kepiawaian masing-masing ternyata Klanting-lah yang jadi pemenangnya; dan bukan Ruminkan, Hudson/Jesica apalagi Putri Ayu.
Melihat fenomena demikian saya lalu mempunyai sebuah kesimpulan bahwa walaupun suara bagus macam Putri adalah merupakan suatu bakat dahsyat kalau masyarakat saat ini masih butuh hiburan yang ringan dan mudah ditangkap segenap indera kita dengan tanpa banyak mengernyit mau apalagi ?
Dalam hal ini ada salah satu teman saya mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan banyak faktor, salah satunya bila di analogikan adalah bahwa tingkat kepuasan masyarakat kita tercapai ketika kebutuhan pokoknya terpenuhi, beda dengan di negara maju mereka akan menuntut kualitas, sebagai gambaran bahwa hal-hal yang  serius dan perlu pemikiran yang sedikit “berat” kurang diminati karena sudah terlalu “serius” memikirkan cari rejeki untuk memenuhi beban hidupnya. Sehingga gak mau lagi mikir yg berbau serius. : )
.
Nah, loh …
Benar juga (pa) ya … J
.
Terus terang saya sendiri saat melihat IMB, yang sangat saya nantikan penampilannya tak lain adalah Klanting, tapi kalau saya disuruh ambil poling ya saya memilih “Putri Ayu”.
Dan untungnya saya tidak senang mengirimkan SMS untuk memilih, jadi ya barangkali salahsatu keberuntungan Klanting ada disitu …
So, apa nih kesimpulannya ?
Ya kalau saya sih …
Putri ayu bagi saya adalah yang terbaik; tapi saya tetap butuh hiburan ringan macam Klanting … he .. he ..
.


.
Salam Kompasiana

Tags: canting

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Petrus Lengkong, Seniman Dayak, Pensiunan …

Emanuel Dapa Loka | | 20 September 2014 | 08:56

Menilik Kasus Eddies Adelia, Istri Memang …

Sahroha Lumbanraja | | 20 September 2014 | 11:51

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 10:24

Wow… Peringkat FIFA Indonesia Melorot Lagi …

Hery | | 20 September 2014 | 09:35

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 9 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Ini Keajaiban Air Susu Ibu …

Nugraze | 8 jam lalu

Mengapa Baterai Smartphone Bisa Meledak? …

Mahardika W S | 8 jam lalu

Rania # 5 …

Aldo Manalu | 8 jam lalu

Perasaan Mempengaruhi Sebuah Persepsi …

Mukhodatul Afidah | 8 jam lalu

Berpindah ke Elpiji subsidi? Aku Malu Karena …

Rifki Feriandi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: