
linda - TEMPO dan GATRA menempa saya untuk selalu jeli, kritis, menulis dengan jujur, dan bekerja keras. Hasilnya? Saya tidak tahu karena yang menilai tentu orang lain. Di KOMPASIANA ini saya sangat menghormati nama pemberian orang tua saya sehingga tidak perlu saya ganti dan palsukan, apalagi memalsukan wajah pada identitas diri. Blog pribadi saya, www.lindadjalil.com --- bila iseng, silakan mampir.
Dibaca: 274
Komentar: 11
2 dari 4 Kompasianer menilai Inspiratif
Saya mencoba membayangkan bila ada paduan suara yang anggotanya berumur 30 tahunan sampai 60 tahun, digabung dengan paduan suara anak? Ini ibaratnya bernyanyi bersama antara kakek nenek dengan para cucunya. Seru barangkali ya?
Nah, besok , Jumat tanggal 29 Oktober 2010 akan ada pertunjukan yang unik ini. Universitas Indonesia sudah beberapa tahun ini seringkali acaranya dimeriahkan oleh PSAUI ( Paduan Suara Alumni Universitas Indonesia ). Terdiri dari sekitar 50 orang anggota, dan mereka yang sudah sibuk dengan profesinya masing-masing. Ada yang menjadi dokter kandungan, ada yang menjadi notaris top, pengusaha hotel, tentara, psikolog terkenal, namun mereka ada tak ada pertunjukan selalu setia rajin berlatih tiap Rabu malam di kawasan Barito Jakarta Selatan. Maka saat ada acara manggung di mana-mana, bagai penyanyi profesional yang dibuka layar panggungnya di depan mata, suara indah merekapun menggema dengan luwesnya.
Dalam pertunjukan Jumat malam besok itu, uniknya, kali ini anggota PSAUI yang ada beberapa di antaranya malah sudah mempunyai cucu, akan gabung menyanyi dengan PSAI ( Paduan Suara Anak Indonesia ). Suara ‘malaikat’ anak-anak ini sudah tak asing lagi untuk penggemar musik klasik sejak beberapa waktu lalu. Aida Swenson, wanita cantik yang memimpin PSAI dengan gemilang sudah membuktikannya. Anak-anak bernyanyi sampai ke negeri seberang , dari benua Amerika sampai Asia dengan fasihnya.
Saya mengenali PSAUI dan saya tahu betul PSAI. Tentu saya penasaran untuk menontonnya besok malam. Gabungan kedua grup yang indah ini tentu akan unik jadinya. Orang-orang yang sudah berumur bernyanyi bersama dalam satu panggung yang sama dengan anak-anak kecil dan yang menjelang remaja. Waaaah….!
Konser Cinta Negeri Sumpah Pemuda yang menjadi tema pertunjukan ini boleh untuk umum. Tiket diambil langsung di lokasi , gedung PLN lantai 3 jl Trunojoyo blok M no 135 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Konser akan berlangsung di auditorium PLN yang akustiknya termasuk yang layak tayang di Jakarta yang minim ruang konser ini. Acara pukul 7 malam, dan akan disambut langsung oleh rektor Universitas Indonesia profesor doktor Gumilar Rusliwa Somantri.
Kompasianers, nonton yuuuuk ! Kebetulan nih, konduktornya adalah Dyah Ratna Permatasari, salah satu penulis dan penghuni Rumah Sehat Kompasiana kita. Dyah amat handal memimpin PSAUI di panggung, selain ia juga jago banget main gitar. Lagu yang akan digelar antara lain Rayuan Pulau Kelapa, SAty Nusa Satu Bangsa, Bangun Pemudi Pemuda ( khusus lagu Bangun Pemuda Pemudi, adalah ciptaan Alfred Simandjuntak, ayah dari Aida Swenson sendiri sang pemimpin PSAI ) dan berbagai lagu nasional lain yang akan diiringi oleh chambers Dyah Eka Sunaryo sang pianis cantik. Oya, satu lagi, salah satu anggota PSAUI yang akan menjadi penyanyi solo nanti adalah Zatni Arbi. Ia adalah wartawan senior terkenal dalam grup Kompas Gramedia yang sudah puluhan tahun hidupnya diisi dengan bermusik.
PSAUI sudah pula memiliki kepingan rekaman suara lagu-lagu daerah Indoensia. Cinta tanah air mereka tentu untuk ditularkan kepada generasi muda, sehingga CD itu telah sekian ribu keping dibagikan gratis kepada anak-anak Sekolah Dasar di seluruh Indonesia. Hebat ! Dedikasi mereka, yang menyanyi selalu ‘gratisan’ tanpa honor masuk ke kantong pribadi, diniatkan untuk hal-hal yang bersifat sosial.
Tampaknya Universitas Indonesia bertekad betul ingin kembali mempelopori pelestarian budaya bangsa lewat lagu-lagu daerah dan lagu-lagu nasional. Berkarya, sembari mengasah budi anak-anak, cucu-cucunya di seluruh Indonesia. Tentunya lewat pembagian CD gratis tadi, yang sudah tersebar sampai ke Banda Aceh, Ambon, Jayapura, Medan, Padang dan daerah kota besar sampai desa lainnya.
Yuuuuk… nonton sang kakek nenek bernyanyi bersama sang cucu….. !