Artikel

Musik

Fikri

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Fatihatul Insan Kamil Ramadhani Imama (fikri)

Aku Selalu Suka Efek Rumah Kaca di Bulan Apapun


REP | 03 April 2011 | 22:53 Dibaca: 186   Komentar: 5   1 dari 1 Kompasianer menilai menarik

Sebenarnya line up band dalam Kickfest 2011 malam minggu ini cukup keren untuk disimak: Brilliance at Breakfast, Jenny, dan Efek Rumah Kaca. Saya berangkat ketika jam belum memukul tujuh dengan kondisi kemacetan di depan Ambarukmo Plaza ketika malam minggu dan menggunakan mobil, saya kira saya akan sampai di Jogjakarta Expo Center sebelum Brilliance at Breakfast menguasai panggung. Mereka dijadwalkan tampil jam tujuh lebih seperempat. Sayang sekali, saya lupa memasukkan variabel antrian tiket. Melihat antrian tiket tadi malam, sepertinya seluruh muda – mudi menuju ke sana. Saya telat. Begitu masuk, Jenny yang memegang kendali atas panggung. Padahal saya ingin dengar lagu Nobody Ever Died of A Broken Heart (but I don’t wanna be the first) dari Brilliance at Breakfast secara langsung.

Saya berhasil memasuki kawasan panggung dua lagu sebelum lagu pamungkas Jenny. Ya seperti biasa, dengan kharisma berlebihnya, Jenny selalu mempunyai massa fanatik dalam aksi panggungnya. Kalau tidak salah, saya pernah mendengar komunitas mati muda. Entahlah, saya tidak ingat. Mereka melakukan crowd surfing persis di depan panggung. Si vokalis tampil meniru Kaka Slank, telanjang dada. Jenny selesai setelah satu gedung menyanyikan Mati Muda.

Semoga mereka tidak benar – benar ingin mati muda. Saya masih menunggu album selanjutnya.

Begitu pembawa acara menyebut nama Efek Rumah Kaca, saya dan teman – teman langsung menyeruak maju agar lebih dekat dengan panggung. Setelah diingat kembali, ternyata saya tidak pernah absen jika Efek Rumah Kaca menyambangi Jogja. Dari penampilan perdana mereka di Mes56 hingga yang terakhir ini di Kickfest 2011.

Berada di atas panggung dengan tampilan yang itu – itu saja dan tanpa “Selamat malam, Jogja!” atau “Piye kabare, dab?” Cholil langsung berjalan ke arah mikrofon, mengalungkan gitar serta memainkan intro Tubuhmu Membiru, Tragis. Seperti disihir, penonton juga mengikuti gerak bibirnya. Lagu ini adalah favorit saya di album kamar gelap.

Lagu ketiga, mereka membawakan Sebelah Mata yang setelahnya langsung menjelaskan kenapa mereka tampil tanpa sang bassist, Adrian. Sakit, kata Cholil. Tapi menurut saya, penampilan bassist pengganti sukses. Ia sama sekali tidak mengurangi kekuatan dan aura menginfeksi yang selalu dibawa dalam aksi panggung minimalisnya.

Cholil sempat mengganti gitarnya dari gitar elektrik menjadi gitar kopong untuk mengiringi Lagu Kesepian dan tentu saja lagu teromantis mereka, Desember. Saya lihat pria di sebelah saya langsung memeluk pasangannya dari belakang. Sialan!

Kali ini Efek Rumah Kaca membawakan dua belas lagu. Dan pertunjukkan itu lebih mirip dibilang sebagai karaoke massal. Mungkin Cholil juga bisa berperan sebagai konduktor, haha. Sebelas lagu saya hafal mati, hanya single Hilang yang tidak, karena baru kali itu saya dengar. Hehe.

Tata cahaya boleh dibilang keren. Tata suaranya lumayan. Agak aneh sih, ketika Cholil mencoba berinteraksi dengan penonton, suaranya tidak terdengar, namun ketika bernyanyi, malah terdengar jelas. Mungkin akibat bantuan dari seluruh penonton yang ikut meneriakkan lirik demi liriknya.

Saya kira Efek Rumah Kaca juga akan beradegan klise. Mengucapkan “Ini adalah lagu terakhir kami,” lalu setelah lagu selesai dimainkan, pura – pura berjalan ke belakang panggung, kemudian muncul lagi sambil menggeber intro Cinta Melulu. Tapi nyatanya tidak. Begitu lagu Jalang selesai dimainkan, mereka benar – benar menyudahi penampilan malam itu. Beberapa penonton termasuk saya sedikit kecewa karena lagu yang membuat mereka terkenal justru tidak dibawakan. Apa boleh buat.

Sedikit kekecewaan tadi langsung menguap karena saya mendapat lemparan stik drum tanpa usaha sama sekali. Padahal dilempar Akbar jauh di depan saya. Entah bagaimana caranya tiba – tiba stik itu berada di tangan saya setelah beberapa kali memantul mengenai kepala penonton lainnya. Sedikit konyol. Baru kali ini saya pulang dengan suvenir di tangan.

Penutup, terima kasih untuk pentasnya, stik drumnya, dan semoga Adrian cepat kembali ke hadapan penonton :)

——–

*Ini adalah song list Efek Rumah Kaca di Kickfest 2011

1. Tubuhmu Membiru, Tragis

2. Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa

3. Sebelah Mata

4. Mosi Tidak Percaya

5. Hilang

6. Hujan, Jangan Marah

7. Kenakalan Remaja di Era Informatika

8. Di Udara

9. Lagu Kesepian

10. Desember

11. Balerina

12. Jalang

[jogjakarta. 3 April 2011. 10:03 PM. fikri]

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: