Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Muhammad Faruq

Alumnus Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maliki Malang

Dangdut, Cita Rasa Musik Indonesia

REP | 09 May 2011 | 13:16 Dibaca: 322   Komentar: 0   1

Dari tujuh tangga nada terciptalah berjuta musik dan lagu. Setiap lagu memiliki genre sendiri-sendiri, mulai Jazz, Pop, Rock, Akustik, dan Dangdut. Genre yang terakhir (Dangdut) inilah yang beralamat asli di Indonesia. Dangdut menjadi cita rasa sekaligus kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Hampir seluruh masyarakat di negeri dangdut ini menyukainya karena memang sangat Indonesia.

Tentang dangdut sendiri, Bang Haji Rhoma Irama (raja dangdut) pernah membuat lagu. Silahkan dengarkan dan nikmati syairnya,

Dangdut suara gendang… Ditabuh-ditabuh berulang

Dangdut suara gendang… Sekarang ramai menjadi sebutan

Ini musik Melayu… Berasal dari Deli lalu kena pengaruh… Dari Barat dan Hindi

Dangdut suara gendang…Siapa mendengar pasti bergoyang…

Dangdut suara gendang…Di mana-mana digemari orang

Di gunung, di dusun, sampai di kota-kota…Irama Melayu bergema berkumandang

Di Jepang, Eropa bahkan di Amerika…Irama Melayu orang mulai tahu

Dangdut musik Melayu, ini budaya bangsa…Dari ramu dan padu berbagai cita rasa

Dari lagu tersebut, Sang raja menjelaskan tentang dangdut secara komplit. Mulai dari ciri khas dangdut itu sendiri yaitu iringan alat musik Kendang (Gendang) dan biasanya ditambah seruling. Leluhur suara kendang dangdut memang dari India (Delhi) kemudian diracik oleh Indonesia dengan iringan alat musik modern yang umumnya berasal dari barat. Gubahan syairnya bernuansa melayu sebagai rumpun asli bangsa Indonesia. Racikan musik inilah yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Kalau bicara soal musik Indonesia, pasti dangdut.

Dangdut mulai dulu hingga kini sangat diminati banyak orang, baik muda sampai yang tua, laki-laki maupun wanita. Tak hanya di desa tetapi juga di pelosok-pelosok desa. Saat ada pementasan dangdut, maka bisa dipastikan ramai penonton yang berjubel sambil bergoyang mengikuti alunannya. Tak heran jika terkadang dangdut juga dijadikan alat yang jitu dalam menarik massa dalam berkampanye atau mencari dukungan politik. Harmoni dangdut sangat santai dan membuat orang bergoyang dan tak jarang membuat tertidur.

Lagu dangdut awalnya menceritakan tentang romansa, sosial dan moral. Penyanyi dangdut dulu membawakan lagu sangat sopan mulai kostum hingga goyangan (joget). Tapi sayang, kini dangdut sudah ternoda dengan hal-hal yang amoral, minim kesopanan demi pundi-pundi uang semata melalui saweran. Kostum dan joget yang disuguhkan sangat bertentangan dengan ciri khas bangsa Indonesia sendiri yang sopan. Mari kembalikan dangdut ke asalnya.

Ada hal menarik dan menjadi keistimewaan tersendiri dalam dangdut serta tak dimiliki jenis musik lain adalah semua jenis lagu bisa di’dangdut’kan. Saat menonton orkes musik dangdut zaman sekarang, lagu yang didendangkan tak hanya dangdut melayu saja, tetapi aliran musil lainnya juga menjadi suguhan yang khas. Masyarakat umumnya menyebut istilah ‘Dangdut Koplo’, yaitu perpaduan musik dangdut dengan lagu lain. si Dangdut tak akan pernah kita temukan di belahan bumi lain. Grup musik dangdut juga hanya ada di Indonesia, ya di Indonesia. Salam Dangdut.,

Tags: telkomsel

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Rekor pun Ternoda, Filipina Bungkam …

Achmad Suwefi | | 25 November 2014 | 17:56

Pak Ahok Mungutin Lontong, Pak Ganjar …

Yayat | | 25 November 2014 | 21:26

Menunggu Nangkring Bareng PSSI, Untuk Turut …

Djarwopapua | | 25 November 2014 | 21:35

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | | 24 November 2014 | 10:02

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41



HIGHLIGHT

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 10 jam lalu

Bom Nuklir Ekonomi Indonesia …

Azis Nizar | 11 jam lalu

Berburu Oleh-oleh Khas Tanah Dayak di Pasar …

Detha Arya Tifada | 11 jam lalu

Festival Foto Kenangan Kompasianival 2014 …

Rahab Ganendra 2 | 11 jam lalu

Lagi-lagi Kenaikan BBM …

Anni Muhammad | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: