Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Agusdewi

Harmony|Music|Lyric|Stories,,, Sebuah Komposisi Harmonis dari Struktur Gemini dalam "Feodalisme Jawa Konservatif",,,Mendasari Sebuah Bangunan Karakter yang Santun selengkapnya

Maryamah Karpov,,

REP | 09 November 2011 | 00:36 Dibaca: 430   Komentar: 5   2

Maryamah Karpov (Mimpi-Mimpi Lintang),,Sore,sepulang kerja,,

13207519521156816735

Mimpi-Mimpi Lintang

Inilah Pukulan Pamungkas dari Tetralogy Laskar Pelangi,sebuah semangat Nasionalisme (Lebih tepatnya,keinginan untuk mengangkat Realita Kehidupan di Daerah Penulis) yang dituangkan dalam Novel bertajuk Maryamah Karpov (Setelah Laskar Pelangi,Edensor dan sang Pemimpi ) karya Andrea Hirata ini Launching di sebuah Toko Buku terkenal di Cipete,Jakarta Selatan.

Tanpa Promosi dan Sosialisasi besar-besaran (Kecuali yang saya tahu Kompas,Kamis,27 November 2008),terlihat Team dari Penerbit sangat yakin akan antusias penikmat Novel Indonesia mengingat Film dari seri Pertamanya masih dalam masa putar.Nggak salah jika Momentum ini masih bisa digunakan untuk sekalian melanjutkannya dengan harapan Maryamah Karpov (Mimpi-mimpi Lintang) ini akan sanggup minimal menjadi seri penutup yang berakhir manis dan nggak salah pula jika Team Penerbit sudah berani menjanjikan Sekuel Laskar Pelangi yang mereka Klaim sudah ditonton oleh sedikitnya 4,2 juta Masyarakat Indonesia di Bioskop-Bioskop berlabel 21 (Ini belum termasuk yang di Blits dan Layar Tancap).Sebuah angka yang sudah bisa dibilang Fantastis mengingat kekurang kepercayaan masyarakat kita terhadap Produksi Film Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Angkat topi tinggi-tinggi untuk Duet Mira Lesmana & Riri Reza ( Sayang keduanya tak bisa hadir lantaran harus pergi ke Bangkok,Thailand untuk observasi Film baru mereka) yang takpernah jera berkreatifitas…

Jante Arkidam

“Lho,!,,Siapa lagi nih,,?”.Gelegar vocal terkesan melolong & Ekspresi mata tajam Actor Monolog “Iman Sholeh” membangunkan Audience yang sejak tadi mulai terserang rasa jenuh & was-was oleh tanda-tanda alam akan hujan…Pemenang Puisi Nasional 1989 ( Salahsatunya dengan mengalahkan Monolog yang sekarang kondang, Butet Kartarajasa ) ini sanggup mengemban tugas dalam membakar suasana lewat dentuman emosi pada serak pita suara dan gerakan dinamis oleh kedua kaki,tangan juga bahasa tubuhnya yang begitu senyawa dengan amarah Tokoh Utama dalam Puisi karya “Ayyib Rosyidi” berlabel”Jante Arkidam”.So,,,kalau boleh saya bilang,Dialah Bintang malam itu,bukan Dehide Band with Englishman In New York-nya (Ada di salahsatu Mozaik dalam buku ),juga bukan Mathias Muchus atau Salman Aristo yang ikut meramaikan daftar hadir acara.Bahkan Kecantikan Cut Mini dengan dandanan khas artisnya tak mampu membuatku melepaskan sedetikpun pandanganku pada gerak & suara sang Jante Arkidam ini.Dan tak cukup sampai disini,, Sang Actor melanjutkannya dengan memetik Nukilan di Mozaik 11 Mimpi-Mimpi Lintang dalam Puisi berjudul Dendang Gembira Suka-Suka….Asyik Brooo……….

Back Stage

Kuterobos kerumunan Audience yang kebanyakan wanita,agar aku bisa leluasa ke belakang menemui sang Seniman kata-kata dari Komonitas celah-Celah Langit itu.Bukan untuk foto bareng ( Karena memang aku tak bawa Camera),,tapi setidaknya aku ingin sempatkan untuk meminta “Ijin” agar aku bisa memasang Namanya di Coretan Reportase Blog aku ini.Yaaa,,,,belajar bersopan santun dalam berkreatifitas…he,,he,,,he,,,

“Monggooo,”…Wajah kekar yang masih bersimbah peluh itu,tak sedikitpun mengurangi kualitas sikap seperti kebanyakan Seniman tulen yang selalu santun,ramah,rendah hati & nyaris tampak begitu menikmati apa yang mereka miliki… Sebuah gambaran nyata dari tingkat Kebahagiaan yang seolah ingin Beliau sampaikan pula pada setiap lawan bicaranya..Penampilannya sangat sederhana ( Meski sekejab terlintas garang dengan kumis ala Gatotkaca-nya ),,, jauh dari kesan glamour biarpun seharusnya sudah pantas jika atribut Artis disematkan atas prestasinya dalam menterjemahkan Baris-baris kalimat dalam sebuah Puisi menjadi rangkaian kata & gerak yang menakjubkan… Ini yang membuatku semakin salut,,, Sebuah “Kedalaman Cinta ” atas Profesi yang digelutinya… Ada pesan yang mencoba aku tangkap darinya,,,

“Mungkin dia tidak hidup dari pekerjaan ini,,, tapi Dialah yang ingin terus menghidupi pekerjaan ini”.

“Sempatkan mampir ke Sanggar kami jika lagi jalan-jalan ke Bandung,”. Begitu Ia bilang dalam bahasanya yang tulus,lembut dan tetap dengan gairah kekeluargaan.Senyumnya pun nyaris takpernah lepas dari bibir gagahnya. Sedikit Dialog yang singkat namun mengalir penuh kualitas.Tanpa Skenario,tanpa ada perasaan kuatir,pesimis,apalagi menganggap rendah lawan biacaranya meski baru kenal beberapa menit lalu.Ehm,,,,Andai semua manusia mempunyai Ideology sikap seperti mereka.…Andai,,,,,..Andai….

Andrea Hirata

Inilah saat Acara yang sesungguhnya.Tidak ada yang istimewa dari Penulis kita satu ini.Gaya,,T-Shirt, topi kupluk maupun senyum malunya masih tetap seperti yang dulu.Bahkan seperti tak pernah terlintas tampak bahwa dia kini telah menjadi Jutawan baru di Bumi Indonesia,Selain memang Dialah Label dari hajatan program penjualan Perdana ini.Tak pernah terkira,inikah Orang yang dengan tekadnya telah menembus Tradisi 42 Negara-Negara di belahan Dunia hingga Afrika…. ya,,,,”Hingga Afrika!”.

Cuma sebentar,,,dan seolah sudah tak ada lagi yang bisa digali darinya ( Nanti ada sesi Jumpa Pers ),Penerbit sengaja untuk tidak membeberkan alur cerita dari Bukunya.

Semua ada dalam Maryamah Karpov,silahkan baca sendiri nanti,”. Begitu yang sering mereka ucapkan.Diselingi dengan beberapa pertanyaan dari Audience,,acara diakhiri lewat Performent Giring ( Nidji ) dengan Hits Soundtrack berjudul sama dengan Judul Filmnya.Lalu tak kalah mengenanya disusul Dehide dengan lagu“Seroja“.Sekali lagi,sebuah pilihan lagu yang cerdas & berselera,mengingatkan aku pada salahsatu sosok kawan Seniman senior yang sempat ikut mempopulerkan lagu itu dalam corak kental Melayu nya.Bang Jens Butar-Butar (Amigos).

So…Mari menyusun-Seroja Bunga Seroja,,, Hiasan Sanggul Remaja,,Putri remaja…Rupa nan elok dimanja-jangan dimanja,,,,, hingga seperti dirumah sendiri saja aku bernyanyi…he,,he,,hee

Pers Conference

Sengaja bukan isi dari Buku ber-Cover gambar wanita sedang memainkan Biola itu yang ingin aku sampaikan,,,karena memang bukan wewenang saya untuk itu,,tapi lebih pada kemerdekaan anda dalam meng-Apresiasikan bacaan itu nanti… G”luck……..

Dalam kerumunan menuju pintu keluar,,masih sempat kudengarkan Andrea Hirata dalam jumpa Pers berbicara tentang “Kasus” Perkawinannya…. Ehhmmm…

“Kok perkawinan yang mereka tanyakan,?”… Membuatku takbisa sembunyikan senyum kecutku pada para kuli Tinta itu…  So,,, di jaman yg semakin nggak jelas ini,Memang sulit untuk membedakan mana Wartawan,,dan mana bukan Wartawan ( Pegawai Infotainment )???……

Ok,,,Apapun itu,,Selamat Membaca….

by:  Agusdewi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sensasi Mudik Melintasi Jalan Daendels yang …

Hendra Wardhana | | 23 July 2014 | 16:32

10 Keunikan Ramadhan di Turki …

Wardatul Ula | | 23 July 2014 | 15:32

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 6 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 7 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 11 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 11 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: