Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Ahmad Jayakardi

Kakek seorang cucu...............

Nyanyian Kode Yang Koplak Itu….

REP | 27 December 2011 | 02:34 Dibaca: 3540   Komentar: 134   14

Sudah beberapa tahun ini klip lagu Nyanyian Kode yang dibawakan Kasino dan Dono dari Warkop DKI ini populer (kembali). Klipnya di Youtube diklik oleh jutaan orang dan membuat orang terbahak meskipun sudah beberapa kali menontonnya,  termasuk saya.

13490014752053602448

(dki-warkop.blogspot.com)

Seperti kita tahu, klip ini adalah penggalan dari film Pintar-Pintar Bodoh, film pertama Warkop Prambors tanpa kehadiran Nanu Mulyono (Peran Nanu di film ini diganti oleh Dorman Borisman). Film yang dianugerahi Piala Antemas di Festival Film Indonesia 1980, sebuah penghargaan untuk film yang paling banyak ditonton (terlaris).

Filmnya memang secara tepat digambarkan oleh klipnya, lawakan-lawakan lepas yang disambung-sambung, kadang-kadang vulgar dan slapstick, tapi tetap saja bikin ngakak. Klipnya juga demikian, bisa dinikmati, biarpun lepas dari keutuhan filmnya.  Celotehan Dono dan Kasino yang spontan bikin terpingkal-pingkal.

*

*
Meskipun di lagunya Kasino ngocol “Ini lagu gue boleh mengarang sendiri”, tapi dia memang sedang bercanda, karena lagu ini memang bukan ciptaannya.

Lagu ini ciptaan  Rokusuke Ei and Hachidai Nakamura, 1961 dan pertama kali dipopulerkan oleh penyanyi Kyu Sakamoto.  Judul lagu aslinya; “Ue o muite aruko”. Lagu ini kemudian melanglang buana sampai ke Inggris. Judul lagu yang susah diucapkan itu lalu dirubah seenaknya oleh para Bule itu dengan kata-kata Jepang yang mudah diingat dan disebutkan “Sukiyaki”.  Meskipun syairnya sama sekali gak ada hubungannya dengan Sukiyaki,  makanan Jepang yang hotpot dan gak ada rasanya itu.

1349001564245612953

(en.wikipedia.org)

Dari titik awal inilah lagu ini kemudian melanda dunia 1963, didaur ulang oleh puluhan pemusik dan penyanyi termasuk Bob Dylan dan Bryan Adams.  Di Indonesia, lagu ini sempat populer sekitar tahun 1964-1965 yang dibawakan duo asal Belanda The Blue Diamonds, dalam bahasa Inggris (meskipun sebenarnya tahun-tahun itu musik ngak-ngik-ngok dilarang oleh Bung Karno)…………. The Charms of Sukiyaki!

Lagu ini berirama riang dan melodinya mudah diingat sehingga amat populer di jamannya. Menurut Wikipedia : Melodi lagu ini terdengar seperti lagu gembira bagi pendengar yang tidak memperhatikan lirik lagu yang sebenarnya bernada sedih: “Marilah berjalan sambil melihat ke atas, supaya air mata tidak jatuh ke pipi.”

Tapi buat saya, lagu ini memang lagu cengengesan.  Positiflah memandang hidup! Sedih? Oke, airmata jangan ditahan. Tapi kalau sedang berjalan, lihat saja bintang di langit agar air mata tidak jatuh kepipi. So…..? Bersiul paling pas!

*

*
Gara-gara bersiul inilah saya tertimpa “bencana”  *curcol*

Malam itu perpisahan kami, para tukang batu yang asal Indonesia dengan para tukang pipa asal Jepang itu. Mereka sudah jauh-jauh hari bilang bahwa mereka akan nyanyi lagu Indonesia. Dan memang dibuktikannya, demikian;

Duruuuuu, segenggame mas
ka-u pinanga ku…
Duruuuuu, bersumpaha janji
di depanga saksi uwo uwo uwoooo…
Namunga semua tinggara cerita
hati yanga ruuuuukaaaaa…

Masa kita yang Indonesia mesti kalah gertak? Garuda di dadaku dong! Kami juga siap-siap.  Mestinya sih saya mau nyanyi lagu Kokoro No Tomo itu, tapi boss mem-vetonya “Itu buat saya!”.  Naaaaah,…… kepaksa dweh ngalah dan bersusah payah cari teks asli lagu ini. (Awal 90an itu internet belum jadi barang murah kan?. Bayangin susahnya cari lagu asli dan teksnya!).

Setelah 3 hari 3 malam ngapalin dan belajar cara mengucapkannya dengan Walkman, akhirnya malam itu datang juga. Bisa juga sih nyanyinya ……..

Ue o muite aaaaarukoooowowowo
Namida ga kobore naiyouououni

Halaaaaaaaah,  saya lupa di lagu ini ada sesi siulnya,  padahal…….saya sama sekali gak bisa bersiul !!.  Jadi bukannya siulan bening dan indah yang keluar, tapi kedengarannya malah seperti ban kempes…….. Akibatnya julukan maniisss  Mr. Whistling” itu bertahun-tahun mesti dengan rela dan ihlas saya terima…….

_______________________


Hlo, nyanyian tadi kode, toh…..?
Koplak dipiara! Kambing tuh dipiara bisa gemuk!
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 3 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 9 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 14 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 14 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

remaja generasi yang harus di selamatkan …

Azim Marzuki | 8 jam lalu

Cinta Tulus Seorang Perempuan Pujaan …

Ahsani Fatchur Rahm... | 8 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Tridinamika Sukses Meraih Sertifikasi ISO …

Tridinamika News | 8 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: