Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Kupret El-kazhiem

Pelarian, Pengangguran, Soliter, Serabutan, Penduduk Bumi

Lagu AT. Mahmud Memang Bukan Untuk Anak Zaman Sekarang

OPINI | 10 June 2012 | 22:05 Dibaca: 763   Komentar: 3   0

13393227141689009204

Dalam rangka mengenang karya AT Mahmud, Helmy Yahya bersama beberapa orang lainnya memproduseri film yang berjudul Ambilkan Bulan. Dalam tayangan Kick Andy dikatakan, film Ambilkan Bulan sengaja diambil dari salah satu judul lagu ciptaan almarhum AT Mahmud. Sang produser Helmy Yahya ingin mendedikasikan film ini untuk mengenang seniman besar itu. Dalam tayangan

Nonton acara Kick Andy tersebut, bikin saya terengah dengan ucapan Helmy Yahya yang mengatakan bahwa tidak ada orang Indonesia yang tidak dibesarkan dengan lagu AT. Mahmud. Mungkin kalimat itu memang berlaku bagi era angkatan saya di tahun 80-an. Tetapi sekarang ini sepertinya tidak lagi begitu. Sekarang ini justru banyak anak kecil yang tak mengenal lagu-lagu AT. Mahmud. Mungkin penyebabnya dikarenakan banjirnya lagu-lagu untuk kalangan dewasa. Ditambah lagi dengan lagu-lagu dari mancanegara yang dipopulerkan oleh penyanyi muda seperti Justin Bieber contohnya. Namun, yang paling ekstrim adalah karena ajaran agama.

Ajaran agama? Ajaran agama kok dibawa-bawa?

Jangan melulu menyalahkan budaya asing yang menggerus musik dan lagu karya seniman lokal. Sekali-kali ada nggak yang berani menyalahkan ajaran agama. Misalnya seperti di keluarga saya yang wahabi, di mana musik adalah haram. Maka adik-adik saya yang kecil sama sekali tidak diajarkan mendengarkan atau menghafal musik. Berbeda dengan masa kecil saya karena dulu ayah saya belum menjadi wahabi, sekarang ini adik-adik saya setelah ayah saya menjadi wahabi, tidak ada yang tahu lagu-lagu AT. Mahmud seperti Bintang Kejora, Anak Gembala, Pelangi, dll.

Lantas apakah perlu mengangkat kembali lagu-lagu karya AT. Mahmud supaya bisa booming seperti dulu? Menurut saya sih tidak perlu. Ada banyak faktor mengapa lagu-lagu anak ditinggalkan dan tak lagi didengar. Dalam kasus saya, jika ada orang bertanya mengapa sekarang ini jarang sekali terdengar lagu-lagu untuk anak kecil dinyanyikan oleh anak-anak? Jawabannya kalau buat saya sih, karena ajaran agama yang mengharamkan musik. Wahabi gitu loch.

Bagaimana dalam kasus anda? pasti berbeda, dan perbedaan faktor itu menandakan bahwa banyak orang tua di zaman sekarang yang menganggap tak perlu anak-anaknya dicekoki lagu-lagu AT. MAhmud.

Tags: wahabi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lewis Hamilton Akhirnya Juara Dunia GP …

Hery | | 24 November 2014 | 21:17

Parade Foto Kompasianival Berbicara …

Pebriano Bagindo | | 24 November 2014 | 18:37

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22

Berbisnis Buku Digital: Keuntungan dan …

Suka Ngeblog | | 24 November 2014 | 18:21

Meriahnya Pembukaan Porseni BUMN 2014 …

Rizky Febriana | | 24 November 2014 | 19:26


TRENDING ARTICLES

Lisa Rudiani, Cantik, Penipu dan Pencuri …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Merayu Bu Susi …

Jonatan Sara | 10 jam lalu

Jokowi Menjawab Interpelasi DPR Lewat …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Tipe Kepemimpinan Jokowi-JK …

Gabriella Isabelle ... | 14 jam lalu

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Senyum Getir Nelayan Raja Ampat …

Yusran Darmawan | 9 jam lalu

Solusi TNI vs Polri? Ya ABRI Reformasi! …

Koalisi Rakyat Indo... | 9 jam lalu

Pengurus Baru PGRI Provinsi Banten …

Aosin Suwadi | 9 jam lalu

Cerita Ulang …

Nabila Anwar | 10 jam lalu

Di Bawah Ranjang Tidurku …

Lembah Timur | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: