Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Kupret El-kazhiem

Pelarian, Pengangguran, Soliter, Serabutan, Penduduk Bumi

Lagu AT. Mahmud Memang Bukan Untuk Anak Zaman Sekarang

OPINI | 10 June 2012 | 22:05 Dibaca: 758   Komentar: 3   0

13393227141689009204

Dalam rangka mengenang karya AT Mahmud, Helmy Yahya bersama beberapa orang lainnya memproduseri film yang berjudul Ambilkan Bulan. Dalam tayangan Kick Andy dikatakan, film Ambilkan Bulan sengaja diambil dari salah satu judul lagu ciptaan almarhum AT Mahmud. Sang produser Helmy Yahya ingin mendedikasikan film ini untuk mengenang seniman besar itu. Dalam tayangan

Nonton acara Kick Andy tersebut, bikin saya terengah dengan ucapan Helmy Yahya yang mengatakan bahwa tidak ada orang Indonesia yang tidak dibesarkan dengan lagu AT. Mahmud. Mungkin kalimat itu memang berlaku bagi era angkatan saya di tahun 80-an. Tetapi sekarang ini sepertinya tidak lagi begitu. Sekarang ini justru banyak anak kecil yang tak mengenal lagu-lagu AT. Mahmud. Mungkin penyebabnya dikarenakan banjirnya lagu-lagu untuk kalangan dewasa. Ditambah lagi dengan lagu-lagu dari mancanegara yang dipopulerkan oleh penyanyi muda seperti Justin Bieber contohnya. Namun, yang paling ekstrim adalah karena ajaran agama.

Ajaran agama? Ajaran agama kok dibawa-bawa?

Jangan melulu menyalahkan budaya asing yang menggerus musik dan lagu karya seniman lokal. Sekali-kali ada nggak yang berani menyalahkan ajaran agama. Misalnya seperti di keluarga saya yang wahabi, di mana musik adalah haram. Maka adik-adik saya yang kecil sama sekali tidak diajarkan mendengarkan atau menghafal musik. Berbeda dengan masa kecil saya karena dulu ayah saya belum menjadi wahabi, sekarang ini adik-adik saya setelah ayah saya menjadi wahabi, tidak ada yang tahu lagu-lagu AT. Mahmud seperti Bintang Kejora, Anak Gembala, Pelangi, dll.

Lantas apakah perlu mengangkat kembali lagu-lagu karya AT. Mahmud supaya bisa booming seperti dulu? Menurut saya sih tidak perlu. Ada banyak faktor mengapa lagu-lagu anak ditinggalkan dan tak lagi didengar. Dalam kasus saya, jika ada orang bertanya mengapa sekarang ini jarang sekali terdengar lagu-lagu untuk anak kecil dinyanyikan oleh anak-anak? Jawabannya kalau buat saya sih, karena ajaran agama yang mengharamkan musik. Wahabi gitu loch.

Bagaimana dalam kasus anda? pasti berbeda, dan perbedaan faktor itu menandakan bahwa banyak orang tua di zaman sekarang yang menganggap tak perlu anak-anaknya dicekoki lagu-lagu AT. MAhmud.

Tags: wahabi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haru Jokowi-JK di Kapal Phinisi …

Yusran Darmawan | | 25 July 2014 | 10:00

Menggigil di Rio, Sauna di Dubai …

Iskandarjet | | 25 July 2014 | 13:20

US Dollar Bukan Sekedar Mata Uang …

Arif Rifano | | 25 July 2014 | 11:21

9 Tips Meninggalkan Rumah Saat Mudik …

Dzulfikar | | 24 July 2014 | 22:48

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 5 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 7 jam lalu

Membaca Jurus Rahasia Kubu Prabowo-Hatta …

Zulfikar Akbar | 14 jam lalu

Semakin Ngotot Menang Tim Prabowo Semakin …

Galaxi2014 | 16 jam lalu

Kemenangan Jokowi Bukan Kemenangan Rakyat …

Dean Ridone | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: