Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Kupret El-kazhiem

Pelarian, Pengangguran, Soliter, Serabutan, Penduduk Bumi

Lagu AT. Mahmud Memang Bukan Untuk Anak Zaman Sekarang

OPINI | 10 June 2012 | 22:05 Dibaca: 766   Komentar: 3   0

13393227141689009204

Dalam rangka mengenang karya AT Mahmud, Helmy Yahya bersama beberapa orang lainnya memproduseri film yang berjudul Ambilkan Bulan. Dalam tayangan Kick Andy dikatakan, film Ambilkan Bulan sengaja diambil dari salah satu judul lagu ciptaan almarhum AT Mahmud. Sang produser Helmy Yahya ingin mendedikasikan film ini untuk mengenang seniman besar itu. Dalam tayangan

Nonton acara Kick Andy tersebut, bikin saya terengah dengan ucapan Helmy Yahya yang mengatakan bahwa tidak ada orang Indonesia yang tidak dibesarkan dengan lagu AT. Mahmud. Mungkin kalimat itu memang berlaku bagi era angkatan saya di tahun 80-an. Tetapi sekarang ini sepertinya tidak lagi begitu. Sekarang ini justru banyak anak kecil yang tak mengenal lagu-lagu AT. Mahmud. Mungkin penyebabnya dikarenakan banjirnya lagu-lagu untuk kalangan dewasa. Ditambah lagi dengan lagu-lagu dari mancanegara yang dipopulerkan oleh penyanyi muda seperti Justin Bieber contohnya. Namun, yang paling ekstrim adalah karena ajaran agama.

Ajaran agama? Ajaran agama kok dibawa-bawa?

Jangan melulu menyalahkan budaya asing yang menggerus musik dan lagu karya seniman lokal. Sekali-kali ada nggak yang berani menyalahkan ajaran agama. Misalnya seperti di keluarga saya yang wahabi, di mana musik adalah haram. Maka adik-adik saya yang kecil sama sekali tidak diajarkan mendengarkan atau menghafal musik. Berbeda dengan masa kecil saya karena dulu ayah saya belum menjadi wahabi, sekarang ini adik-adik saya setelah ayah saya menjadi wahabi, tidak ada yang tahu lagu-lagu AT. Mahmud seperti Bintang Kejora, Anak Gembala, Pelangi, dll.

Lantas apakah perlu mengangkat kembali lagu-lagu karya AT. Mahmud supaya bisa booming seperti dulu? Menurut saya sih tidak perlu. Ada banyak faktor mengapa lagu-lagu anak ditinggalkan dan tak lagi didengar. Dalam kasus saya, jika ada orang bertanya mengapa sekarang ini jarang sekali terdengar lagu-lagu untuk anak kecil dinyanyikan oleh anak-anak? Jawabannya kalau buat saya sih, karena ajaran agama yang mengharamkan musik. Wahabi gitu loch.

Bagaimana dalam kasus anda? pasti berbeda, dan perbedaan faktor itu menandakan bahwa banyak orang tua di zaman sekarang yang menganggap tak perlu anak-anaknya dicekoki lagu-lagu AT. MAhmud.

Tags: wahabi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 3 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 9 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 10 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 10 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: