Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Sjarifuddin Josuf

Tamat ABA thn. 1978, kemudian mengajar bhs.Inggris di Surabaya, Jakarta dan Tangerang. Sekarang berdiam di New selengkapnya

“TOTEM” Cirque Du Soleil

REP | 04 October 2012 | 03:54 Dibaca: 140   Komentar: 0   0

1349033297835905451

Doc.Pribadi

Rasanya legah setelah kami menyaksikan petunjukan sulap, yang di kemas apik dengan tarian, kostum yang berwarna- warni, iringin musik  dibarengi dengan permainan sinar laser  yang   canggih.Group sulap dari Montreal, Kanada ini menghibur penduduk Washington, Maryland dan sekitarnya dengan mengambil lokasi pertujukan di National Hall, Maryland.

Durasi  pertunjukan selama  dua jam di selingi  istirahat selama 30 menit  ini di hargai  sebesar $ 100.00 per orang.Namun harga karcis se mahal ini bisa diimbangi dengan sajian penampilan pemain dan tehnik yang memuaskan .Ini dapat pula kami simpulkan karena  demikian banyaknya penonton  berjubel di depan gedung.

Group  sulap, yang bernama Totem, berarti suatu obyek yang melambangkan kumpulan binatang, tumbuhan atau manusia  kemudian ditampilkan untuk  mengingatkan asal usul mereka.Pertunjukan awal mereka  di kota MontreaL, Kanada pada tanggal 22 April 2010 dibawah bendera Cirque du Soleil, berbau  Prancis karena kita tahu di negara ini  budaya Prancis masih kental  seperti yang pernah kami lihat/dengar disana beberapa bulan  lalu.Dari kota ini, sutradara Robert Lepage, bersama kawan2nya memulai tour  mereka ke Eropah(Amsterdam), lalu ke San Fransisco, dan kini di Maryland.

Sesuai dengan perkembangan jaman, sirkus ini juga menggunakan tehnologi yang mutahir, menggambarkan  latar belakang panggung yang kelihatannya betul2 nyata, seperti paya2, danau2, kawah, dan alam sekitar lainnya.Ini semua dapat diciptakan dengan bantuan kamera infra merah dan sistim penyorotan cahaya yang dinamis sehingga gerakan para artis sama dengan gerakan/sekwen2 yang mereka rekam sebelum pertunjukan dimulai.Salah satu scene yang cukup menawan adalah setting penyu besar yang berfungsi sebagai  gambar hidup maupun sebagai atraksi akrobat, seperti nampak pada gambar diatas.

Keberhasilan dari atraksi maupun panggung yang mendukung, tentu saja tidak terlepas dari peralatan modern yang mereka punyai, seperti komponen seberat 4.500 kg yang berfungsi sebagai  penghubung dan dinamakan Scorpion Bridge, dilengkapi dengan 8 motor hydraulic sehingga scorpion bridge ini bisa bergerak dengan luwes dengan tiga dimensi - memperlebar, mempersempit, dan melingkar.Dan dibawah jembatan ini  ditempatkan  peralatan sinar laser,speaker,tata cahaya, dan kamera.

Gerakan jembatan dikontrol oleh seorang petugas operator dengan memantau kamera.Selain itu, dibagian teknik ini menggunakan 96 lampu merah, 96 lampu hijau, dan 96 lampu biru dengan memakai bola lampu LED didalamnya.Pergantian warna dilakukan oleh seorang teknisi dengan memakai remote kontrol selama pertunjukan.

Adapun team tersohor ini, berurutan mulai dari :

Penulis dan sutradara Robert Lepage.

Direktur kreasi Neilson Vignola

Designer Carl Fillion

Komposer Guy Dubuc dan Marc Lessar

Kostum Kym Barett

Tata Cahaya Etienne Boucher

Tarian Jeffrrey Hall

Penata Suara Jacques Boucher

Make Up Nathalie Simard

Akrobat Florence Pot

Dan masih banyak lagi personnel lainnya.

Dan dibawah ini saya perlihatkan beberapa gambar, termasuk salah satu foto cucu saya, Lily Guija.

Dok.Pribadi, Lily Guija

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Taman Bunga Padang Pasir …

Ferdinandus Giovann... | | 24 July 2014 | 19:07

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: