Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Fahrul Saputra

mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Beneran Boyband Gak (BBG)

OPINI | 28 October 2012 | 22:50 Dibaca: 1229   Komentar: 0   0

Super junior, remaja mana yang tak kenal dengan boyband satu ini. Super junior atau yang sering disebut dengan SUJU memang menjadi fenomena saat ini. SUJU tidak hanya terkenal di negara asalnya melainkan hampir di seluruh asia terutama di Indonesia. Di indonesia SUJU menjadi salah satu boyband korea yang sangat dipuja oleh remaja terutama remaja putri. Boyband dan girlband korea memang telah menyihir penikmat musik di indonesia saat ini. Era boyband sedang berjaya saat ini, terbukti dengan banyaknya boyband dan girlband yang muncul di belantika musik indonesia.

Dengan menjamurnya boyband dan girlband yang bermunculan di Indonesia membuat musik Indonesia selalu diwarnai dengan penampilan yang variatif. Penampilan variatif tentu dengan suara dan tarian yang baik, sehingga dapat mengibur penonton. Bernyanyi dan menari memang bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan karena memerlukan latihan yang rutin. Boyband dan girlband memang harus memiliki tenaga lebih untuk menjaga penampilannya. Tidak heran penampilan boyband dan girlband bisa dibilang ideal.

Boyband di Indonesia sekarang mulai banyak dikenal masyarakat luas sebut saja SMASH, MAX 5 dan banyak lagi. SMASH saat ini telah memiliki banyak penggemar terutama para remaja begitu juga dengan boyband lainnya. Indusrti musik saat ini memang sedang tren dengan boyband dan girlband yang mulai menghasilkan keuntungan. Dengan keadaan itu banyak yang memanfaatkan kesempatan ini memperoleh keuntungan itu. Sayangnya sekarang ini ada bahkan banyak boyband dan girlband yang muncul tidak memiliki kapasitas sebagai seorang penyanyi.

Boyband dan girlband seharusnya didukung oleh penampilan dan kemampuannya dalam bernyanyi. Saat ini banyak boyband dan girlband hanya mengandalkan penampilan alias tampang saja dalam menarik perhatian penonton tanpa diikuti kualitas suara yang baik. Industri musik yang menggiurkan membuat produser musik memaksa untuk memunculkan boyband atau girlband yang bisa dibilang asal jadi. Keadaan ini mungkin menjadikan musik indonesia menjadi sedikit aneh.

Kalau kita berbicara tentang kualitas penampilan secara keseluruhan mungkin boyband dan girlband yang memenuhi syarat bisa dihitung dengan jari. Dengan munculnya boyband dan girlband yang asal jadi membuat penikmat musik indonesia geleng kepala. boyband dan girlband asal jadi dengan gaya penampilan dan rupa yang mendukung mungkin masih dimaklumi kehadirannya, tapi bagaiman dengan boyband dan girlband yang memiliki kelebihan apa-apa. Saat ini ada boyband yang muncul tidak tahu apa yang mereka tampilkan sehingga bisa membuat penonton memperhatikan.

Lebih tepatnya boyband, saat ini telah muncul boyband yang bisa dikatakan tidak memiliki gaya penampilan dan rupa yang mendukung. Boyband satu ini didengar dari suaranya tidak memiliki keistimewaan bisa dikatakan pas-pasan. Tidak tahu atas dasar apa kemunculan dari boyband satu ini, karena biasanya penonton jika tidak mendengar suara pasti melihat penampilan.

Boyband ini muncul dengan nama BBG. Nama BBG mungikn asing bagi kita untuk sebuah nama boyband. BBG memiliki lima personil yaitu fahmi, Adi, Princes, Mla dan Bailink. BBG dengan single perdananya yaitu pacar-pacaran mulai menghiasi layar televisi dengan tampil di beberapa stasiun televisi. BBG mungkin bisa disebut sebagai boyband lawak yang lebih menyajikan kelucuan pada saat penampilannya.

135143854596116216

BBG (Boy Before Girl)

Sebenarnya kemunculan boyband seperti BBG ini memang menjadi dilema besar bagi musik indonesia. Kehadiran boyband yang bisa dikatakan tidak memiliki kelebihan apapun dari segi manapun memang bisa menjadi bahan pemikiran kita bersama. Penampilan dan kualitas suara memang menjadi hal penting dalam sebuah pentas musik karena dengan kedua hal tersebut penonton akan dapat menikmati apa yang mereka tonton.

Lepas dari sebenarnya penampilan dan kualitas suara sangat penting dalam sebuah pertunjukkan musik. Kita tidak memiliki kuasa untuk melarang orang dalam berkreasi mungkin kita hanya bisa beropini untuk mengomentari hal itu. Namun, ketika penampilan dan kualitas suara tidak lagi menjadi hal yang penting dalam sebuah pertunjukkan musik itu akan menjadi awal kelumpuhan keindahan sebuah seni musik.



 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Deng Xiaoping dan Diplomasi Tiongkok …

Aris Heru Utomo | | 23 August 2014 | 09:52

Pihak Jokowi-JK Sudah Tepat Bila Mengadopsi …

Abdul Muis Syam | | 23 August 2014 | 03:40

Mana Gaya Manajemen Konflik Anda? …

Pical Gadi | | 23 August 2014 | 07:51

Cara Merawat “Suami” Kedua …

Mbak Avy | | 23 August 2014 | 10:09

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Dapatkah MK Dipercaya? (2) …

Pecel Tempe | 13 jam lalu

Mulianya Hamdan Zoelva, Hinanya Akil Mochtar …

Daniel H.t. | 15 jam lalu

Ada Foto ‘Menegangkan’ Ibu Ani …

Posma Siahaan | 16 jam lalu

Mempertanyakan Keikhlasan Relawan Jokowi-JK …

Muhammad | 16 jam lalu

Pesta Perkawinan Mewah, Apa Ngaruh dalam …

Ifani | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: