Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Muhammad Iqbal

Mudah-mudahan menjadi orang yang bisa bermanfa'at baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain

Jalur Melodi Pada Gitar

REP | 13 December 2012 | 07:05 Dibaca: 4637   Komentar: 0   0

Saya sebut jalur melodi, karena jalur ini yang digunakan untuk memainkan melodi agar berirama dengan lagu yang diiringi. Di setiap kunci pada gitar mempunyai jarur melodi yang berbeda beda, jalur melodi itu sendiri juga mempunyai banyak jenisnya dan juga berbeda beda tentunya .

Saya ambil contoh jalur melodi pada kunci c. Pada kunci c mempunyai banyak jalur melodi contohnya : mayor scale, pentatonic mayor, blues mayor, minor , melodic minor, harmonic minor, pentatonic minor, blues minor, augmented, be-bop, Chromatic, whole-half, whole tone, augmented-fifth, algerian, arabian, balinese, bartox, bizantine, chinese, egyptian, enigmatic, spanish, Ethiopian, Gypsy, hungarian gypsy, iwato, japanese,javanese, jewish, hawaiian, hungarian minor, hungarian major, oriental, overtone, mixolidian, jazz minor, blus mode, major arpeggio, minor arpeggio, major 7th major arpeggio, major7th minor arpeggio , dan masih banyak lainnya . pada penggunaan jalur melodic agar seirama dengan lagu harus disesuaikan dengan jenis lagu , contohnya untuk jalur melodic arabian ( seperti yang saya sebutkan diatas ) akan cocok jika dimainkan dengan lagu yang bertemakan arabian. begitu juga seperti lagu blues jika yang digunakan jalur melodic arabian mungkin lagu yang dibawakan tidak akan bernada blues. Dan begitu juga pada jalur melodic lainnya .
Dibawah ini akan saya beri contoh salah satu jalur melodi, yaitu jalur c mayor . lihat pada gambar di bawah ini
Urutan dan jarak tangga nada pada jalur C mayor adalah C – D  - E – F – G – A – B – C  jaraknya : 1 – 1 – ½ - 1 – 1 – 1 - 1 – ½  yang bunyinya menjadi  do – re – mi  -fa – so – la – si – do’ . terus sampai kembali ke nada DO lagi. Dan kira kira bagian jalur melodi C seperti pada gambar diatas .
Itu tadi adalah salah satu jalur nada pada cord C dan masih banyak lainnya , demikian dari saya semoga bermanfaat .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 8 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 16 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 16 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 16 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: