Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Terlalu.., Lagu2 Dangdut Norak !!!

REP | 09 January 2013 | 21:08 Dibaca: 1138   Komentar: 0   0

13577491221656258819

Musik ” dangdut” yang dulunya lahir dan hidup kurang jelas di atas panggung rendah didalam kampungibukota (Jakarta), kini menjadi salah satu jenis musik yang digemari di Indonesia. Hampirdiseluruh tanah air kita sekarang musik dangdut bisa didengar dan disukai. Padahal dulu musik ini awal-awalnya hidup hanya didalam acara hajatan-hajatan orang-orang kampung diJakarta (dalam hal ini orang-orang Betawi), dengan penyanyi (biduan) yang latar belakang sederhana, dengan lagu-lagu yang sederhana.

Pada tahun 70an sa’at dunia musik Indonesia mengalami zaman keemasan, semua jenis musik ditanah air,  pop, rock, gambang kromong, dsb.nya, termasuk jenis musik dangdut   ikut mendapat berkah dari lahirnya era orde baru.

Namun dalam perkembangan selanjutnya jenis musik dangdut ini masih menampilkan atau tidak bisa membuang sifat kekampungannya, terutama dalam lagu-lagu norak (tidak berbobot) yang dihasilkannya. Walaupun sa’at itu Oma Irama sudah mendapatkan momentum perkembangan dan melahirkan jenis musik dangdut ini.

Musik ” Dangdut” yang menurut saya adalah mutlak milik Rhoma. Jelas dilahirkan, atau diramu/diaduk oleh Rhoma Irama dalam hidup dan perkembangannya yang lancar (karena hidup dikampung-kampung ibukota, strategis untuk dikenal dan disebarkan keseluruh Indonesia), sampai di era kemajuannya dari zaman Mansyur S. sampai Trio Macan dll.. tetap tidak meninggalkan lagu-lagu kekampungannya. Bahkan lebih ” Norak !”.

Sifat kampungan yang melekat pada jenis musik Dangdut ini bisa terlihat pada penyanyi dan pencipta lagu. Pada sifat fanatisme penggemarnya yang berlebihan, yang justru menyebabkan timbulnya sikap kekampungan. Menyebabkan ketidak tahuan mana lagu yang berbobot mana lagu yang buruk, dan mana lagu yang memalukan ! Dan, selain Rhoma Irama, saya melihat, “dangdut” tidak punya siapa-siapa lagi..,  Teer..lam..paauuu !!!

Contoh lagu dangdut Norak, al:

- SMS (Trio macan).
- Malam bulan purnama (Rhoma).
- Khana (MansyurS).
- Penantian (Muksin).
- Nelangsa (  ? )
- dsb..nya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Nangkring dan Blog Reportase Kispray: …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 6 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 14 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 9 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 9 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 9 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: