Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Terlalu.., Lagu2 Dangdut Norak !!!

REP | 09 January 2013 | 21:08 Dibaca: 1129   Komentar: 0   0

13577491221656258819

Musik ” dangdut” yang dulunya lahir dan hidup kurang jelas di atas panggung rendah didalam kampungibukota (Jakarta), kini menjadi salah satu jenis musik yang digemari di Indonesia. Hampirdiseluruh tanah air kita sekarang musik dangdut bisa didengar dan disukai. Padahal dulu musik ini awal-awalnya hidup hanya didalam acara hajatan-hajatan orang-orang kampung diJakarta (dalam hal ini orang-orang Betawi), dengan penyanyi (biduan) yang latar belakang sederhana, dengan lagu-lagu yang sederhana.

Pada tahun 70an sa’at dunia musik Indonesia mengalami zaman keemasan, semua jenis musik ditanah air,  pop, rock, gambang kromong, dsb.nya, termasuk jenis musik dangdut   ikut mendapat berkah dari lahirnya era orde baru.

Namun dalam perkembangan selanjutnya jenis musik dangdut ini masih menampilkan atau tidak bisa membuang sifat kekampungannya, terutama dalam lagu-lagu norak (tidak berbobot) yang dihasilkannya. Walaupun sa’at itu Oma Irama sudah mendapatkan momentum perkembangan dan melahirkan jenis musik dangdut ini.

Musik ” Dangdut” yang menurut saya adalah mutlak milik Rhoma. Jelas dilahirkan, atau diramu/diaduk oleh Rhoma Irama dalam hidup dan perkembangannya yang lancar (karena hidup dikampung-kampung ibukota, strategis untuk dikenal dan disebarkan keseluruh Indonesia), sampai di era kemajuannya dari zaman Mansyur S. sampai Trio Macan dll.. tetap tidak meninggalkan lagu-lagu kekampungannya. Bahkan lebih ” Norak !”.

Sifat kampungan yang melekat pada jenis musik Dangdut ini bisa terlihat pada penyanyi dan pencipta lagu. Pada sifat fanatisme penggemarnya yang berlebihan, yang justru menyebabkan timbulnya sikap kekampungan. Menyebabkan ketidak tahuan mana lagu yang berbobot mana lagu yang buruk, dan mana lagu yang memalukan ! Dan, selain Rhoma Irama, saya melihat, “dangdut” tidak punya siapa-siapa lagi..,  Teer..lam..paauuu !!!

Contoh lagu dangdut Norak, al:

- SMS (Trio macan).
- Malam bulan purnama (Rhoma).
- Khana (MansyurS).
- Penantian (Muksin).
- Nelangsa (  ? )
- dsb..nya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Menuju Era Pembelajaran Digital, Ini Pesan …

Nisa | | 21 September 2014 | 22:44

RUU Pilkada, Polemik Duel Kepentingan (Seri …

Prima Sp Vardhana | | 21 September 2014 | 23:11

Cerita Unik 470 Kata, Seluruh Kata Diawali …

Saut Donatus | | 22 September 2014 | 07:54

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 4 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 5 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Saya yang Berjalan Cepat, Atau Mahasiswa …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Membaca Konsep Revolusi Mental Gagasan …

Ahmad Faisal | 7 jam lalu

Konstitusionalitas Pemilukada: Paradoks …

Armansyah Arman | 7 jam lalu

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: