Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Hendra Wardhana

menyukai Anggrek Alam Indonesia | tidak suka rokok dan masakan pedas | @_hendrawardhana | wardhanahendra.blogspot.com

Soundtrack untuk Para Pejuang & Korban LDR

OPINI | 17 February 2013 | 15:20 Dibaca: 1499   Komentar: 0   0

Menyimpan rindu adalah salah satu tantangan sekaligus cobaan berat bagi setiap pelaku LDR. Mengingat pasangan yang berada jauh dari pandangan mata memang tidak mudah. Tapi selalu ada cara dan jalan untuk mendekatkan hati dan rasa mereka yang terpisah jarak.

Menaruh foto sebagai gambar latar layar handphone, isian dompet, sampul buku harian hingga memasangnya di sudut kamar kerap dilakukan untuk dapat mengingat pasangan. Tapi ada satu hal yang juga sering dilakukan oleh para pejuang LDR untuk mengingat belahan jiwanya  yakni saling mendengarkan lagu-lagu kesukaan dan lagu yang menggambarkan kisah mereka.

Sebuah soundtrack atau lagu tema memang bisa bermata dua, bisa mengobati rindu atau malah memancing kangen. Apapun itu, mendengarkan lagu-lagu tertentu memang sering kali menjadi obat rindu yang ampuh untuk mengingat pasangan di kejauhan.

Ada banyak lagu dari banyak penyanyi yang menembangkan kisah cinta jarak jauh. Namun rasanya tak ada grup musik yang rajin membawakan cerita cinta sedahsyat KAHITNA. 27 Tahun berkiprah di panggung musik Indonesia, KAHITNA memang tak pernah absen bercerita cinta. Album dan karya-karya mereka meringkas banyak cerita cinta, mulai dari cinta bahagia, cinta perih, cinta segitiga, cinta beda gama hingga cinta jarak jauh. Beberapa lagu KAHITNA di bawah ini adalah tembang manis yang dapat dipilih atau didengarkan sebagai lagu tema untuk orang yang sedang berjuang merenda kasih dalam bentangan jarak.

Seandainya Aku Bisa Terbang. Inilah lagu kebangsaan bagi pejuang LDR. Seandainya Aku Bisa Terbang adalah hits nomor 2 setelah Cerita Cinta yang juga ada di album pertama KAHITNA, Cerita Cinta tahun 1994. Lagu ini begitu manis dibalut iringan piano berkelas dari Yovie Widianto, leader KAHITNA sekaligus pencipta lagu ini. Tapi bukan itu saja yang membuat lagu ini mengena. Syair sepanjang lagu ini begitu kuat merangkum harapan, rindu sekaligus pengorbanan seorang pejuang LDR. Simak saja liriknya berikut ini :

“oh jauh sekali rumahmu, kangen rindu semua ada,

Selalu ada untukmu kekasih…

Ku kayuh sepeda kumbangku, ku berkhayal

Andai dapat mengantarkanku, sampai ke rumahmu…

Ku ingin menikmati sepenggal malam ini,

Ku tak tahu adakah dayaku…

Seandainya aku bisa terbang…

Kan kujelang engkau kekasih

Seandainya aku bisa terbang…

Kan ku gapai engkau kekasih

Sungguh untuk selamanya…”

1361087474784737677

Seandainya Aku Bisa Terbang memang menjadi soundtrack untuk banyak pelaku LDR. Tapi album yang “LDR banget” adalah album ketiga KAHITNA yang berjudul Sampai Nanti. Album yang keluar pada tahun 1998 ini memuat tiga lagu yang mencitrakan cinta jarak jauh. Dua di antaranya bahkan menjadi hits yang masih familiar hingga kini. Ketiga lagu tersebut adalah Sampai Nanti, Di Rantau dan Setahun Kemarin.

“Sampai Nanti, tak berbatas inginku..harap ini takdirku tuk selalu denganmu,

Sampai nanti, jiwa ini untukmu…bukan hanya sumpahku, tuk selalu denganmu oh dewiku…”

Di Rantau. Lagu ini mungkin bukan lagu KAHITNA yang familiar bagi kebanyakan orang. Tapi inilah salah satu terunik dari karya-karya KAHITNA. Mendengarkan lagu ini kita seperti mendengar lagu Minang karena musik rancak yang mengisi lagu ini memang kental dengan unsur etnik Minang. Diksi nya pun unik dan yang pasti lagu ini tegas bercerita tentang sepasang manusia yang terpisah jarak. Berikut ini sepenggal lirik lagu Di Rantau :

“Adik ingat saja pesan abang tadi malam,

Abang pasti pulang tiada lama pasti datang,

Jangan pikir dek abang kan selingkuh,

Jika pulang kan pinang dirimu..

Pesan abang, adik setia menanti

Janji abang, walau bumi bergoyang cinta tak pernah goyah

Selamanya…”

13610890612105261335KAHITNA

Setahun Kemarin. Inilah salah satu hits abadi milik KAHITNA. Lagu ini juga menjadi salah satu lagu wajib di setiap panggung mereka. Tak hanya dibawakan ulang oleh sejumlah penyanyi, Setahun Kemarin juga kerap dinyanyikan oleh para kontestan kompetisi choir. Meski bercerita tentang pengalaman kencan pertama, beberapa bagian dari lagu ini cocok diambil sebagai syair ungkapan kesetiaan cinta jarak jauh.

“Di ujung jalan itu setahun kemarin,

Ku teringat ku menunggumu bidadari belahan jiwaku,

Entah berapa lama satu jam menanti…”

1361087732283370512

Pastikan. Lagu lawas ini umurnya sudah lebih dari 20 tahun. Tapi ketika dibawakan ulang oleh KAHITNA tahun 2011 lalu, lagu ini terasa lebih segar. Syairnya yang apik ditambah aransemen musik dan vokal khas KAHITNA membuat lagu ini manis dijadikan sebagai soundtrack LDR.

“Ada sedikit gundah merasuki diri,

Saat hujan mulai merintik,

Ada satu inginku tuk jumpa denganmu,

Oleh hatiku dilanda rindu,

Namun serpihan rindu tiada kan menghalangi,

Merintangi langkahku,

Tiada kan mungkin senjangkan hasrat diri..”

Tetap Kekasihmu. Lagu ini mengisi album KAHITNA ke-6 berjudul Soulmate yang keluar di tahun 2006.

“Bila kau bertanya sejauh mana cinta aku akan hilang,

Hanya keputusan untuk tetap mencinta kemana ku pergi,

Takkan pernah ku mencari cinta selain dari kekasihku,

Selalu ku miliki hasrat tetap untuk jadi kekasihmu…”

13610879321816123590

Untukku. Ketika lagu ciptaan Yovie Widianto ini dibawakan oleh Chrisye, Untukku menjelma sebagai lagu cinta abadi. Dan saat dibawakan kembali oleh KAHITNA, lagu ini membuat pejuang LDR bergetar ketika mendengarnya. Dinyanyikan dengan aransemen yang lebih up beat, KAHITNA menambahkan beberapa lirik baru dalam lagu ini. Lirik-lirik itulah yang akhirnya membuat Untukku semakin terang mengena sekaligus menggugat kesetiaan para pelaku LDR.

“Di saat engkau di sana,

Kadang langit terasa gelapnya,

Namun bintang kan tunjukkan,

Rinduku pada dirinya…

Walau ke ujung dunia, pasti akan ku nanti

Meski ke tujuh samudera, pasti ku kan menunggu

Karena ku yakin kau hanya untukku…”

13610880761891381291

Tapi bukan KAHITNA namanya jika tak kelewatan menyinggung hati dan perasaan. Tak hanya merangkum cerita tentang kesetiaan seorang pejuang LDR, lagu-lagu KAHITNA juga meringkas sakit hati para “korban LDR”. Lagu-lagu berikut ini setidaknya mewakili ungkapan hati para pelaku LDR yang mengalami ending menyesakkan dan KAHITNA menceritakan.

Bagaimana rasanya menanti pasangan datang tapi kenyataan berkata ia sudah bersama yang lain di seberang ?. Oleh KAHITNA cerita ini diringkas dalam lagu Menanti yang ada di album Lebih Dari Sekedar Cantik tahun 2010.

“Kemarin ku nanti kehadiran dirimu, kedatangan cintaku

Mengapa tak kunjung tiba,

Dan ku dengar cerita kau berdua dengannya..

Di manakah janji indah itu,

Yang dulu kau ungkap takkan terbagi yang lain…

Bila memang kau ingkari takkan ku menanti…

13610881931834277497

Mantan Terindah. Inilah salah satu lagu KAHITNA yang memiliki efek paling beragam tapi semuanya membahayakan. Lagu ini tak sekedar membuat orang tersenyum mengingat mantan tapi juga bisa membuat orang gagal move on. Dan melihat video klip lagu ini, apalagi menyimak syairnya, Mantan Terindah adalah rangkuman dari sepenggal cerita yang kerap menimpa para pelaku LDR yang memutuskan berpisah karena alasan jarak.

“Mengapa engkau waktu itu putuskan cintaku ?.

Mau dikatakan apalagi,

Kita tak akan pernah satu,

Engkau di sana, aku di sini

Meski hatiku memilihmu…”

1361088391273171719

LDR memang banyak melahirkan cerita indah dari para pejuang LDR yang akhirnya meraih bahagia. Tapi tak sedikit pula korban LDR yang mau tak mau harus mengakui kenyataan yang berbeda. Bagi para korban LDR, kisah mereka tak hanya menyisakan nama Mantan Terindah, tapi juga meninggalkan sebuah cerita duka. Cerita tentang Cinta yang Sudah Lewat. Cinta Sudah Lewat, lagu ini ada di album KAHITNA yang juga berjudul Cinta Sudah Lewat (2003).

“Kadang ingin aku bertemu,

Dan berbagi waktu yang terlalui,

Kenyataan yang ada kasih,

Kau tak mungkin ada di sini..

Tanpamu cinta tak berarti,

Cinta Sudah Lewat,

Tak kukira kan begini…”

13610886901157371879

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 4 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 7 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 10 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengalaman Belajar Sosiologi Bersama Pak …

Rachel Firlia | 8 jam lalu

Rokok atau Calon Istri? …

Gusti Ayu Putu Resk... | 8 jam lalu

Dampak Moratorium PNS …

Kadir Ruslan | 8 jam lalu

Membudayakan Menilik Orang Bukan Dari …

Wisnu Aj | 8 jam lalu

Hilangnya Kodok Pak Lurah …

Muhammad Nasrul Dj | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: