Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Suni Rustadi

Seorang ibu yang bekerja, dan suka membaca………tapi baru0 berani menulis. Dari pelosok desa, makanya NDESO, selengkapnya

Arabic Song

OPINI | 08 March 2013 | 17:23 Dibaca: 349   Komentar: 0   0

Suatu sore, menunggu waktu pulang, saya mendengarkan lagu-lagu berbahasa arab yang dulu saya dapat dari suatu Islamic Book Fair (entah tahun berapa,mungkin 2007). Seorang teman langsung menegur, “memangnya kamu tahu apa arti teks lagu itu?”. Saya bengong, karena jujur saya tidak tahu, kemudian dia melanjutkan “siapa tahu artinya malah tidak baik untuk didengarkan”, ucap dia, saya makin bengong.

Kemudian saya menyadari 2 hal.

Pertama, ketika orang memutar lagu berbahasa inggris atau india atau apapun selain bahasa kita, tidak ada orang yang kemudian merasa perlu menegur seperti di atas. Dibiarkan saja. Tapi kenapa ketika lagu berbahasa arab kok malah ditegur? Padahal mayoritas kita adalah muslim yang berarti secara emosional dekat dengan bahasa arab. Walaupun bahasa arab yang kita akrab dengar tentu adalah bahasa Al Quran atau Hadits. Berbeda dengan bahasa lagu tentunya.

Kedua, benar juga apa yang dia katakan, belum tentu artinya baik, saya jadi merasa agak bersalah karena khawatir artinya tidak sesuai yang diinginkan (tidak baik). Saya kemudian langsung browsing mencari lirik maupun terjemahannya, dan ternyata tidak sukses, artinya mungkin memang sedikit yang tertarik di dunia maya dalam hal ini, atau saya yang kurang pintar mencarinya.

Hasilnya, adalah saya sampai sekarang masih penasaran, apa sih arti dari lagu-lagu yang saya dengarkan ini? Dan kalau tidak salah, di tahun-tahun itu, lagu-lagu ini juga banyak diperdengarkan di radio Islam (saya lupa namanya). Masa sih artinya tidak baik? Kalau sampai diperdengarkan pada khalayak?

Kemudian, saya menulis ini, dengan harapan ada yang bisa membantu saya, memberi pencerahan, apa sih sebenarnya arti dari lagu-lagu ini? Lagu-lagunya antara lain adalah : Hilmul Arabi, Umibiladi, Tamalli Maak, Ghonnili, Ba’tarof, Wahatiny, dan lainnya.

Terima kasih teman……

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Reportase Festival Reyog Nasional XXI Hari …

Nanang Diyanto | | 21 October 2014 | 17:45

Rodhi, Pelukis Tunadaksa Ibu Negara, Titisan …

Maulana Ahmad Nuren... | | 21 October 2014 | 17:36

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Kok, Jokowi Lari di Panggung? …

Gatot Swandito | | 21 October 2014 | 10:26

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 9 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 9 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengenal Festival Ancak dari Desa Jeladri, …

Cak Uloemz | 7 jam lalu

Liga Tarkam, Rusuh Kok Budaya? …

Aprillia Lita | 7 jam lalu

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Sri Mulyani Jadi Mentri Jokowi dapat …

Alfons Meliala | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: