Back to Kompasiana
Artikel

Musik

XFI: Antara Rating dan Faktor X, di Mana Posisi Fatin?

OPINI | 11 March 2013 | 16:05 Dibaca: 10236   Komentar: 67   5

13629909941761750655

Tidak bisa dipungkiri popularitas ajang pencarian bakat X Factor Indonesia (XFI) terkatrol oleh kehadiran Fatin Shidqia Lubis (16), yang datang hanya dengan modal menyanyi di kamar mandi. Peserta yang dimentori oleh Rossa ini, boleh dibilang paling ‘hijau’ dari segi pengalaman. Bandingkan dengan peserta lainnya yang kenyang pengalaman sebagai penyanyi cafe, dan bahkan dua di antaranya sudah masuk dapur rekaman seperti Alex Rudiart (eks vokalis Sahara Band) yang sudah berkali-kali muncul di tv swasta nasional semisal metro TV, pun juga Novita Dewi yang notabene-nya artis Nagaswara yang juga juara pertama menyanyi tingkat internasional di Kazakhstan. Meskipun penjualan album mereka mengecewakan.

Sebaliknya dari segi popularitas, Fatin Shidqia justru melesat jauh dibanding peserta lainnya. Tiga video penampilannya di ajang X Factor, menembus angka jutaan views di Youtube, termasuk video fenomenal-nya saat menyanyikan lagu Grenade saat audisi yang ditonton lebih dari 2 juta kali dan terus merangkak naik. Selain kebanjiran fans di Facebook dan follower di twitter, Fatin juga di dukung banyak artis lokal semisal band rock legendaris SLANK, Ryan D’masiv, Melanie Ricardo, Kevin Vierra, Judika, Rachel Maryam dan banyak lagi. Dari luar negeri, dukungan datang mulai negara tetangga Malaysia hingga daratan Russia. Belum termasuk fans dadakan dari beberapa negara.

Tentunya yang lebih fenomenal, video-nya yang muncul di laman web resmi Bruno Mars. Seperti belum cukup, Fatin yang video menyanyinya sering menjadi cover Youtube ini dua kali di puji oleh George Levendis melalui akun Facebook dan twitternya @HellasGL, saat menyanyikan lagu Grenade dan Diamond. George menulis : “Fatin making an impact in XF Indonesia!”. George Levendis adalah sahabat Simon Cowell ( yang memformat acara X factor). George juga seorang eksekutif di perusahaan rekaman dan Syco TV, yang merupakan milik bersama antara Simon Cowell dan Sony Music Entertainment. Belum lagi video Fatin juga masuk ke situs gotalent.com dan jadi most popular di situs Amerika current.com. Menariknya video itu di-upload oleh user yang berasal dari Amerika. Di itunes, Fatin juga menempati urutan satu lagu yang paling banyak di unduh di Indonesia.

Ketenaran Fatin yang menggunakan Jilbab ini, dengan karakter suara yang sangat kuat dan original, tidak serta merta luput dari serangan para Haters. Cibiran sekelompok orang selalu saja datang silih berganti di beberapa video Fatin yang diunggah ke youtube. Mulai dari cercaan lebay, sok imut, hinaan fisik, kata-kata kotor sampai yang paling parah membawa isu SARA.

Salah satu komentar dari akun youtube Arief Tjandra :

“halahhh Ikan Ftin lagi Ikan Fatin lagi..ga ngerti dimana bagusnya..dicomend dikit juga dia ud nanggis. paling ikut jejaknya si SULIS yang lagunya ubiiiiii..ubiiiii…pantes az juri cuma ngasih pujian, soalnya klo comend pedes langsung nanggis.”

Selain akun di atas ada lagi beberapa haters seperti Deby Sill dan Ricky Putra yang tiap waktu memancing keributan di video Fatin, dengan kata-kata penuh penghinaan yang tidak mungkin ditampilkan di sini.

Keberadaan Fatin dengan fatinistic (sebutan fans Fatin), pupolaritas, dan kehadiran para Haters, membuat Fatin seolah-olah sudah benar-benar menjadi bintang baru di Indonesia. Rajinnya media online dan program TV memberitakan Fatin, telah membuatnya menjadi sebuah cahaya yang terbit sebelum fajar.

Fatin memang bukan tanpa cela dalam menyanyi. Mulai dari beberapa kali lupa lirik, ia juga belum maksimal di nada-nada tinggi. Sebuah kewajaran mengingat ia samasekali belum pernah mengecap bangku sekolah musik atau les vokal. Dari menyanyi di kamar mandi hingga unjuk kebolehan di panggung super mewah X Factor.

Dari sekian banyak popularitas yang diraup Fatin, orang-orang lantas bertanya, di manakah posisi Fatin sebenarnya? Benarkah dia sehebat itu, atau hanya sebagai ‘korban’ untuk menaikkan rating X Factor semata?

Sayapun yang sangat menggemari tipe suara seperti Fatin, tidak menyangkal adanya indikasi pihak XFI untuk menjadikan Fatin sebagai icon XFI Indonesia, dan upaya George Levendis menjadikan Fatin sebagai Ikon promosi XFI secara global di mata dunia. Karena memang X Factor tengah berusaha ‘mendepak’ acara serupa bernama The Voice. Lantas haruskah kita resah? Bukankah itu keuntungan yang saling memantul? XFI dan X Factor global mendapat lonjakan rating, sementara Fatin memperoleh promosi masive secara cuma-cuma tidak hanya di Indonesia tapi juga internasional seperti melalui George Levendis dan website Bruno Mars. Dan satu lagi, bukankah untuk menaikkan rating acara X factor itu, haruslah menggunakan sesuatu yang benar-benar mumpuni ? Apa iya George Levendis yang begitu jeli mengenali bakat, memakai Fatin sebagai ujung tombak promosi acara X Factor hanya gara-gara banyak pendukung? Bukan karena Fatin benar-benar punya faktor X yang besar ? Apa iya Fatin itu ‘biasa saja?’

Kekurangan Fatin dalam teknik bernyanyi sebetulnya bukanlah hal yang merisaukan. Seperti kata Anggun. C. Sasmi, semua orang bisa belajar teknik menyanyi. Tapi warna dan karakter vokal itu takdir. Pilihannya cuma ada dua, terlahir dengan itu atau tidak terlahir dengan itu. Dan Fatin terlahir dengan bakat alami dengan karakter warna suara yang unik dan original. Bebi Romeo bahkan menyebut warna suara Fatin itu real anugerah dari Tuhan.

Satu hal lagi yang ‘aneh’ bagi beberapa orang, yaitu keengganan Juri yang tampak sengaja untuk tidak berkomentar keras kepada Fatin. Sebagian lain mengatakan Fatin terlalu diistimewakan. Fatin hanya tumbal rating yang harus di jaga nama baiknya. Sebenarnya pertanyaan ini sedikit terjawab dari beberapa pernyataan juri. Para juri sepakat bahwa warna vokal adalah hal paling penting yang harus dimiliki penyanyi. Karakter vokal adalah sesuatu yang mahal. Keengganan juri berkomentar negatif terhadap Fatin sebenarnya tertahan oleh potensi dan karakter suara kuat yang dia miliki. Ketika semua lagu yang dinyanyikan disulap menjadi lagu ‘ala’ Fatin. Ini berbeda jika seorang peserta menyanyikan lagu dengan gaya dan improvisasi yang sangat mirip dengan penyanyi aslinya. Tentu ada banyak celah untuk melihat kekurangan peserta. Lalu bagaimana menilai Fatin yang menjadikan setiap lagu seolah-olah miliknya sendiri?

Bagi saya apa yang dipunyai Fatin saat ini belumlah apa-apa dibanding nanti beberapa tahun lagi. Fatin ibarat planet baru yang tengah mencari orbit-nya. Tinggal menunggu pantulan matahari yang akan membuatnya bersinar jauh lebih terang cemerlang. Apapun itu, ia pantas berada di panggung XFI. Seperti kata Ahmad Dhani, Fatin punya F faktor. Yaitu dirinya sendiri, Fatin’s Factor. Sesuatu yang lebih besar dari X factor itu sendiri. [@OrangMars]

http://gotalent.tv/video/2283/Fatin-Shidqia-Lubis-audition-on-X-Factor-Indonesia

http://current.com/entertainment/music/popular/

http://entertainment.kompas.com/read/2013/01/25/17302122/Bruno.Mars.Tampilkan.Video.Fatin.X.Factor.Indonesia.di.Situsnya

Gambar : tribunnews.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

Ahokrasi, Tepat dan Harus untuk Jakarta …

Felix | 8 jam lalu

Norman K Jualan Bubur, Tampangnya Lebih Hepi …

Ilyani Sudardjat | 8 jam lalu

Suparto, Penjahit Langganan Jokowi …

Niken Satyawati | 11 jam lalu

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 12 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

“Aku Bukan untuk Si Kaya, Tapi untuk …

Muhammad Samin | 7 jam lalu

Pemandangan di Tepian Sungai Batanghari …

Aryani_yani | 7 jam lalu

Fitur-fitur Wireshark …

Haidar Erdi | 7 jam lalu

Monolog Kebaikan …

Ari Dwi Kasiyanto | 7 jam lalu

Nasib Rakyat Negeri Keledai …

Asmari Rahman | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: