Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Dody Kasman

Orang Indonesia yang tinggal di daerah. Twitter : @Dody_Kasman

“Siapapun Boleh Ikut X Factor” (Respon untuk yang Terprovokasi Fatin)

OPINI | 22 March 2013 | 00:54 Dibaca: 2424   Komentar: 0   0

Tak dapat dipungkiri tayangan X Factor Indonesia (XFI) yang memasuki babak Gala Live Show ke 5 pekan ini telah menjadi acara TV yang paling dinanti. Rating yang tinggi, setidaknya terbukti dengan panjangnya durasi iklan yang hampir mengalahkan durasi program itu sendiri, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menyaksikannya secara langsung di rumah melalui pesawat TV.

Jam tayang yang cukup malam, bahkan hingga lewat tengah malam hingga acara ini usai tak menyurutkan minat pemirsa di rumah untuk tetap memelototi TV mereka di rumah hingga mereka mengetahui siapa yang harus pulang di tiap episodenya.

Dan yang tak dapat dipungkiri, meskipun ini mungkin pendapat subjektif penulis juga, kehadiran “anak tetangga yang biasa lewat depan rumah” a.k.a Fatin Shidqia Lubis menjadi daya tarik terbesar program siar ini. Karakter suaranya yang “one of a kind” benar-benar sangat khas dan kuat. Belum lagi penampilannya yang polos dan apa adanya (karena memang Fatin berangkat apa adanya) menjadi suatu hal yang membuat penasaran. Rasa penasaran inilah yang membuat mereka terus tertarik untuk menyimak segala sesuatu tentang Fatin tiap hari hingga tiap pekan saat dia tampil live.

Keikutsertaan Fatin yang penampilannya sangat mengejutkan, membuat heboh media untuk mengangkatnya menjadi bahan berita, bahan tulisan dan diskusi yang sangat menarik. Ketidakistimewaannya karena berangkat dari bukan siapa-siapa tanpa latar belakang pengalaman bermusik yang kuat sebagaimana kontestan lainnya, justru membuatnya menjadi istimewa karena dia sukses mengimbangi para finalis lain yang jauh lebih berpengalaman darinya.

Untuk tolok ukur yang satu ini saja, banyak yang terprovokasi. Yang belum paham bagaimana sebenarnya persyaratan untuk mengikuti X Factor, mempertanyakan bagaimana bisa mereka yang sudah pernah masuk dapur rekaman, menelurkan beberapa album dan pernah juara di ajang festival musik internasional diperbolehkan mengikuti audisi bahkan lolos hingga gala live show. Mereka menilai tidak adil jika harus menghadapkan peserta yang belum berpengalaman dengan peserta yang sudah sangat berpengalaman. Yang tak berpengalaman seperti Fatin, sebagai barometer, harus menghadapi peserta lain yang sangat profesional.

Bagi mereka yang sudah sangat paham bagaimana sebenarnya persyaratan untuk mengikuti ajang pencarian bakat bergengsi ini tentu saja tak mempermasalahkan keikutsertaan peserta yang sudah sangat berpengalaman dan profesional di bidangnya. Karena memang, untuk pencarian bakat kreasi Simon Cowell ini tak ada batasan usia dan tak ada ketentuan mereka yang pernah rekaman bahkan yang sudah profesional sekalipun untuk ikut serta. Asalkan lolos babak audisi dan tahap selanjutnya hingga tahap eliminasi dimana yang menentukan akhirnya para SMSers.

Jadi, siapapun boleh ikut serta menjadi peserta X Factor. Namun disadari atau tidak, mereka yang tak mempersalahkan hal tersebut justru sebenarnya telah ikut terprovokasi. Berbagai respon dalam bentuk tulisan di media maupun dalam berbagai forum diskusi di dunia maya bermunculan untuk memperjelas bahwa tak ada yang perlu dipermasalahkan. Kalau memang tak ada yang perlu dipermasalahkan, menagapa harus diperpanjang permasalahannya? Inilah bukti kalau kita semua sebenarnya telah terprovokasi oleh Fatin.

Hampir tiap hari, bahkan mungkin tiap jam selalu ada tulisan baru entah itu dalam bentuk berita, artikel maupun forum diskusi yang membahas anak ajaib ini. Di forum Kompasiana ini saja, tulisan tentang Fatin pasti menjadi tulisan yang banyak dibaca hingga angka ribuan kali. Disadari atau tidak, Fatin sukses memprovokasi kita untuk terus membahasnya dalam beragam bentuk dengan segala macam alasan baik itu subyektif atau obyektif.

Kembali kepada topik “siapapun boleh ikut X factor”, yaaa… semua boleh ikut X Factor tak peduli muda (bukan anak-anak), kakek-kakek atau nenek-nenek, amatir, profesional, penyanyi kamar mandi, penyanyi dapur rumah hingga artis yang pernah masuk dapur rekaman sah-sah saja untuk mengikuti ajang bergengsi yang mampu mengatrol popularitas ini. Banyak tahap yang harus dilalui mulai seleksi saat audisi oleh para juri hingga babak eliminasi. Mereka yang punya faktor X, sebagaimana tittle program ini, yang mempunyai kans besar lolos babak audisi hingga Gala Live Show. Setidaknya semua terwakili oleh finalis yang lolos 13 besar yang lalu.

Untuk selanjutnya, masyarakat khususnya pemisrsa TV di rumah yang akan menentukan siapa yang memang layak untuk terus lolos hingga babak berikutnya melalui dukungan SMS. Persaingan di luar acara live di TV juga terus berlangsung baik itu melalui pemberitaan di media massa hingga dukungan di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter danYoutube. Untuk yang satu ini, berdasarkan data dan fakta yang ada, Fatin adalah jawaranya.

Disini yang terpopulerlah yang tentunya akan terus melaju. Dan untuk menjadi yang terpopuler tak hanya kemerduan suara, wajah yang menawan dan kelebihan dalam hal tehnik menyanyi yang menjadi penilaian khalayak, bukan juri karena para juri lebih cenderung menilai faktor teknis yang bisa mereka amati dan komentari sesuai kemahiran mereka yang memang sangat paham dunia showbiz.

Ada faktor lain yang menjadi dasar penilaian khalayak terutama penikmat setia X Factor, yaitu faktor X, faktor yang tak bisa dijelaskan, faktor yang terkadang tak rasional karena bagaimana mungkin penyanyi kamar mandi memiliki lebih banyak penggemar daripada penyanyi profesional yang sangat berpengalaman, faktor yang bagi sebagian kecil orang biasa-biasa saja tapi justru bisa sangat menghibur dan luar biasa bagi sebagian besar orang. Faktor yang, maaf… mungkin penulis subjektif, faktor X yang ada pada Fatin Shidqia.

Disaat peserta yang sangat berpengalaman tampil dengan segala kelebihan yang mereka miliki, mungkin memang enak untuk dinikmati dengan suaranya yang memanjakan telinga serta teknik menyanyi yang luar biasa. Tapi akhirnya itu akan menjadi biasa-biasa saja dan wajar jika melihat semua pengalaman dan jam terbang yang tinggi.

Jadi, buat kalian yang biasa-biasa saja dan tak berpengalaman tak perlu khawatir. Kalian masih punya kesempatan untuk ikut X Factor tahun depan karena siapa saja boleh ikut XFI. Siapkan diri kalian mulai sekarang. Optimalkan karakter yang dimiliki, sebagaimana komentar Dhani, dan temukan faktor X kalian mulai sekarang, mudah-mudahan saat pendaftaran XFI musim depan kalian sudah menemukannya. Tak perlu minder dengan mereka yang telah berpengalaman, sebab Fatin telah membuktikan bahwa dirinya bisa jadi lebih populer dan menjadi luar biasa justru karena dia berangkat dari bukan siapa-siapa.

Siap-siap juga jika musim berikutnya akan banyak artis profesional yang kini tenggelam dan ingin menaikkan kembali popularitasnya ikut serta sebagai peserta XFI. Dan bisa jadi XFI tahun depan akan dipenuhi oleh politikus yang hobby menyanyi yang juga calon peserta beberapa Pemilihan (Pil) baik itu Pilkada, Pileg bahkan Pilpres. Mungkin saja, karena XFI terbukti mampu menaikkan popularitas artis yang kemarin nyaris tak terdengar menjadi terkenal, dan ini dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak popularitas para calon peserta Pil-Pil yang akan digelar tahun depan untuk menjaring dukungan suara.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

LIVE STREAMING KOMPASIANIVAL 2014 …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 08:30

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | | 22 November 2014 | 02:18

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 22 jam lalu

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 23 jam lalu

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 23 jam lalu

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 21 November 2014 18:13

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 November 2014 13:06


HIGHLIGHT

Kompas, Kompas com, Kompasiana, …

Irwan Thahir Mangga... | 9 jam lalu

Inilah Pemenang Lomba Aksi bareng Lazismu! …

Kompasiana | 9 jam lalu

Memeriahkan Kompasianival 2014 Secara In …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Selamat! Pemenang Lomba Blog “Aku dan …

Kompasiana | 10 jam lalu

Jokowi Angkatlah Nama Indonesia Dari Dasar …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: