Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Dody Kasman

Orang Indonesia yang tinggal di daerah. Twitter : @Dody_Kasman

Faktor X Fatin / Fatin X Factor

OPINI | 25 March 2013 | 22:50 Dibaca: 1773   Komentar: 0   2

X Factor Indonesia (XFI) telah melalui babak Gala Show 5 dan menyisakan 8 kontestan. Tersisihnya Agus cukup mengejutkan, pasalnya dia selalu tampil bagus di tiap episode dan selalu mendapat respon positif dari para juri. Namun dukungan polling SMS penonton rupanya berkata lain.

XFI musim pertama ini memang diramaikan dengan keikutsertaan finalis yang memiliki kemampuan menyanyi diatas rata-rata. Kebolehan menyanyi dan teknik vokal kebanyakan peserta tak perlu diragukan lagi. Namun ada satu peserta dengan pengalaman minim dan tak pernah ikut kursus vokal justru mampu bertahan hingga sekarang (8 besar). Bahkan dia mampu menyedot perhatian masyarakat dan menjadi finalis paling populer. Mungkin itu juga yang membuatnya mampu bertahan di XFI hingga kini.

Fatin Shidqia Lubis telah menjadi nama paling populer seiring berjalannya gelaran XFI. Bahkan boleh jadi, XFI menjadi makin populer karena keberadaan Fatin sebagai daya tarik terbesar yang membuat penggemarnya selalu menanti penampilannya tiap episode. Mungkin banyak yang heran, mengapa anak kemarin sore seperti Fatin yang tehnik menyanyinya biasa-biasa saja dan penampilannya tidak seistimewa kontestan yang lain justru bisa terus bertahan bahkan memiliki penggemar paling banyak.

Rupanya Ahmad Dhani sebagai salah satu juri, selain Rossa sebagai mentornya, cukup jeli dalam melihat keistimewaan “anak tetangga yang biasa lewat depan rumah ini”. Menurut Dhani, Fatin adalah finalis yang mempunyai semua faktor X yang dicari dalam ajang XFI. “Menurut saya di X Factor ini penampilannya itu nggak harus mencengangkan dan menurut saya kamu adalah salah satu sosok penyanyi yang bisa mewakili X Factor,” ujar Dhani usai menyaksikan penampilan Fatin membawakan lagu Perahu Kertas pada Gala Show 5 kemarin.

Bahkan Dhani memberi contoh dirinya sendiri yang diakuinya tak seberapa bagus menyanyi tapi bisa sukses dan terkenal serta memiliki banyak penggemar. Bebi Romeo yang beberapa kali mengkritik Fatin salah pilih lagu, malam itu mengakui kekuatan karakter vokal Fatin. “Saya kebetulan suka sekali lagu ini, kamu memang punya karakter yang cukup kuat. Dengan kamu membawakan lagu ini memang lagu ini menjadi lain. Jadi malam ini kamu bagus,” pujinya. Karakter suara Fatin yang sangat khas juga kembali diakui Anggun yang juga yakin karir Fatin akan panjang di dunia musik.

Suara yang khas dan berkarakter menjadi faktor X Fatin yang membuatnya unik dan berbeda dengan penyanyi kebanyakan. Keempat juri XFI sejak awal sepakat pada keunikan vokal Fatin ini, bahkan sahabat Simon Cowell, George Levendis, juga memuji kekuatan karakter suara Fatin lewat akun twitternya. Untuk karakter vokal unik seperti yang dimiliki Fatin, memang sangat jarang. Banyak sekali penyanyi dengan suara bagus&teknik menyanyi yang luar biasa karena memang terbentuk karena kebiasaan dan latihan. Sedangkan karakter vokal tak bisa dibuat dan sangat mahal harganya, mengutip pernyataan Anggun beberapa waktu lalu. Dan ketika Fatin mampu mengoptimalkan karater vokalnya seperti saat menyanyikan “Grenade”, siapapun yang mendengarnya langsung jatuh cinta.

Faktor lain yang juga menjadi daya tarik adalah penampilannya yang tetap memegang teguh aqidahnya sebagai muslimah dengan berjilbab. Sangat jarang memang artis yang mampu mempertahankan popularitasnya setelah mereka berjilbab. Namun hal ini nampaknya tak berlaku untuk Fatin. Justru dia dikenal masyarakat dan menjadi sangat populer ketika ia berjilbab. Bahkan mungkin ceritanya akan berbalik 180 derajat apabila Fatin melepas jilbabnya. Kelebihan Fatin yang berjilbab ini diakui Anggun yang mengaku bangga Fatin bisa membuktikan bahwa dengan berjilbab masih bisa tampil luar biasa. Bahkan Ahmad Dhani berani berkomentar bahwa Fatin akan jadi penyanyi berjilbab pertama yang sukses.

Asal muasal Fatin yang datang entah darimana ini juga menjadi nilai lebihnya. Ikut audisi masih berseragam sekolah setelah 2 kali ijin pada pihak sekolah, dengan gaya yang malu-malu, lugu & polos makin membuat gemas semua yang menyaksikannya ketika itu. Dan saat Fatin mengaku hanya berlatih menyanyi di kamar mandi dan tak pernah ikut les vokal makin membuat kita terkagum-kagum. Tidak pernah latihan vokal saja sudah seperti itu nyanyinya.

Yang perlu ditegaskan disini, faktor X Fatin adalah fator yang benar-benar X, faktor yang sulit untuk dijelaskan dan terkadang tak rasional. Bagaimana bisa anak kemarin sore yang baru pertama kali manggung langsung di pentas sedahsyat XFI bisa mengimbangi artis yang jauh lebih berpengalaman & sangat matang dalam hal teknik vokal & penguasaan panggung. Faktor X yang membuat Fatin begitu menarik untuk didengar suaranya, disaksikan penampilannya, disimak segala gerak-geriknya dan seakan tak pernah ada habisnya dibicarakan dan dibahas dalam berbagai forum diskusi.

Semua faktor X yang dimiliki Fatin, sebagaimana dikatakan Dhani, dan mungkin kita semua juga sepakat akan hal itu, bisa jadi makin mempermudah jalannya menjadi jawara XFI. Namun semua itu tentu saja kembali pada dukungan masyarakat yang untuk program ini ukurannya adalah polling SMS terbanyak. Tapi kalaupun Fatin harus tereliminasi karena minimnya dukungan SMS, setidaknya Fatin telah mampu mengidentikkan dirinya dengan program XFI yang ikut terkatrol ratingnya karena Fatin. “Faktor X Fatin” yang menjadikan “Fatin X Factor”, suatu saat orang melihat Fatin akan ingat X Factor dan ketika orang-orang menyaksikan X Factor musim-musim berikutnya akan selalu ingat Fatin.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 17 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 17 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 18 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 8 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 9 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: