Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Abdi Tumanggor

Pesan si Pak Tua, "Cukup tidak berkurang, banyak tak berlebihan". Dan, lakukanlah yang benar.

X Factor atau Factor “X”

OPINI | 02 April 2013 | 22:04 Dibaca: 1171   Komentar: 0   0

X Factor Indonesia adalah suatu ajang pencarian bakat yang diadopsi dari The X Factor (Inggris) dengan sponsor dari FremantleMedia yang bekerjasama dengan RCTI. Ajang ini merupakan pencarian bakat menyanyi. Berisi acara yang berhubungan dengan musik dan mengudara selama 200 menit.

Sistem Penjurian dalam ajang ini melalui voting SMS maupun voting melalui telepon, dan setiap minggunya akan ada Bottom Two yang di dapatkan dari voting pemirsa dirumah. Lalu, peserta yang masuk ke dalam Bottom Two akan menyanyikan Save Me Song setelah peserta menyanyikan Save Me Song, Juri akan memberikan penilaian untuk menyelamatkan kontestan,dan yang mendapatkan hasil tertinggi ( 3-1 ) akan lolos ke babak berikutnya dan yang terendah akan pulang, bila hasil seri ( 2-2 ) maka akan bertemu sesi Dead Lock dimana hasil akan mengacu kepada hasil voting pemirsa, dan dari hasil tersebut di dapatkan hasil voting pemirsa yang terendah, maka yang terendah akan keluar dari kompetisi.

Munculnya grup - grup anti X Factor ataupun Boikot X Factor Indonesia  hal itu tidak bisa dianggap sebagai kekonyolan dan atau dianggap sebagai buang-buang waktu saja. Grup-grup Boikot X Factor ini tersebut dibentuk kemungkinan pemirsa merasa adanya ketidakberesan, dan kurang profesionalitasnya sebagian para juri.  Sangat disayangkan, ajang bergengsi sekelas X Factor diisi sebagian juri yang kurang berkualitas, baik dari sisi komentar-komentar maupun dari sisi keputusan.

Jika berbicara dengan X Factor, publik pasti sudah tahu bahwa itu adalah ajang pencarian bakat menyanyi. Menyanyi dengan suara bagus dikarenakan Faktor X. Bukan karena faktor sesuatu.  JIka diperhatikan dalam gala show Jumat kemarin, sepertinya Juri dan penyelenggara X Factor membelokkan arti X Factor tersebut.

Juri sering membawakan istilah factor X. Yang pertanyaannya adalah, Factor X apa sekarang?  Apakah karena  X (sesuatu dibalik keputusan itu)? Anggun pernah mengatakan bahwan Indonesia belum siap dengan X Factor. Kalimat itu tentu beralasan, karena anak didiknya Dicky keluar. Tapi melihat  gala show Jumat (29/3) kemarin, disitu bukan Indonesia (Pemirsa) nya yang tidak siap dengan X Factor, tetapi para Juri itu sendiri. Sebagian juri yang tidak siap dengan dengan X Factor Indonesia.  Factor X itu dimanfaatkan dengan lari jalur. Faktor “X” nya itu hanya Juri dan pihak penyelenggara yang tahu. Apakah Faktor XXX dan XXXXX ?  Berharap ajang pencarian bakat menyanyi ( X Factor ) ini tidak dimasuki unsur-unsur politis dan pembohongan pemirsa karena ada istilah unsur Faktor X itu.

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 14 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 17 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 21 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 22 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: