Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Dody Kasman

Penggemar berat Michael Jackson dan pemerhati Fatin Shidqia Lubis. Berprofesi sebagai pelayan masyarakat di Kabupaten selengkapnya

Coba Nilai Fatin secara Fair

OPINI | 09 April 2013 | 14:26 Dibaca: 2385   Komentar: 6   3

Penampilan Fatin membawakan Mercy pada Gala Show 7 X Factor Indonesia (XFI) kemarin kembali mendapat respon positif dari para juri. Malam itu Fatin kembali tampil bagus dengan pilihan lagu yang memang sangat pas dengan karakter vokalnya. Bahkan menurut Ahmad Dhani, Fatin mulai menemukan jati dirinya di genre blues.
Tak hanya itu, saking uniknya karakter suara Fatin, Bebi Romeo yang biasanya kritis malah menyebut jenis suara Fatin harus ada tiap 100 tahun sekali. Bahkan Bebi menyampaikan salam ibundanya yang menganggap suara Fatin mirip Brenda Lee, penyayi pop dan country asal Amerika yang populer tahun 1960-1970an.
Dan tentu saja yang ikut mendapat perhatian adalah lagu Mercy yang dinyanyikan Fatin. Lagu yang dipopulerkan Duffy dan sempat diremake SNSD ini langsung diserbu Fatinistic. Setelah Gala Show kemarinpun diskusi tentang lagu yang dibawakan Fatin inipun terus berlanjut di beragam forum di dunia maya.
Perbandingan pun tak luput dalam diskusi tersebut. Ada yang membandingkan Fatin dengan Duffy, ada yang membandingkan Fatin dengan Brenda Lee dan bahkan ada yang membandingkannya dengan kontestan talent show sejenis di TV tetangga yang kebetulan telah menyanyikan lagu Mercy juga.
Pembandingan-pembandingan tersebut tentu sah-sah saja dan setiap orang punya alasannya masing-masing dengan selera yang tentu tak sama. Penggemar setia Fatin tentu akan mengakatan bahwa versi Fatinlah yang terbaik. Yang bukan penggemar Fatin dan bukan penggemar kontestan lain tentu akan berbeda berpendapatnya. Sementara penggemar kontestan talent show yang lain akan mengatakan versi idolanya lebih baik dari versi Fatin.
Memang penilaian siapa yang baik, lebih baik dan terbaik tentunya kembali kepada selera masing-masing dan akhirnya akan menjadi sangat subyektif. Namun ada baiknya sebelum memberi penilaian kita melihat latar belakang Fatin dan para pembandingnya.
Pembandingan Fatin dengan kontestan XFI dan kontestan talent show tetangga menurut penulis, menjadi tidak fair jika melihat latar belakang pengalaman dan pengetahuan Fatin di bidang tarik suara dan dunia panggung.
Fatin bisa dibilang masih sangat hijau di bidang olah vokal dan tampil menampil diatas panggung apalagi semegah XFI. Sementara kontestan yang lain rata-rata memang berprofesi sebagai penyanyi meskipun masih sebatas penyanyi cafe atau wedding singer. Mereka juga sudah terbiasa tampil dan paham betul bagaimana teknik penguasaan panggung.

Sementara Fatin? Bisa dikatakan Fatin ikut ajang XFI ini bermodalkan nekat didorong rasa ingin tahunya tentang X Factor sebagaimana sering ia saksikan di layar TV (X Factor USA). “Dari awal sebenarnya masuk sini karena kepo (ingin tahu), enggak niat. Udah sampai di sini aja udah bersyukur banget,” ujarnya pada suatu wawancara beberapa waktu lalu.
Saat audisi nampak sekali Fatin seperti asal ikut saja tanpa ada angan-angan akan melangkah sejauh ini. Tampil apa adanya dengan masih berseragama sekolah, dan berjilbab, satu hal yang nampak sederhana dan mungkin aneh bagi sebagian orang namun justru menjadi kelebihan dan daya tariknya. Di depan juri ketika itu ia mengaku berlatih menyanyi di kamar mandi dan tak pernah mengenyam latihan vokal khusus.
Dari penjelasan diatas nampak bahwa Fatin yang minim pengalaman memang berhadapan danharus siap untuk dibanding-bandingkan dengan mereka yang jauh lebih berpengalaman darinya. Tapi nampaknya Fatin mampu mensiasati kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki dan membaliknya menjadi sesuatu yang justru menjadi daya tariknya.
Publik menjadi simpati dengan penampilan bocah SMA berjilbab dengan suara ajaib itu. Siapa yang mengira dengan penampilan begitu sederhana dan apa adanya ternyata mampu menampilkan karakter vokal yang begitu khas dan jarang terdengar di kancah musik nasional saat ini. Latar belakangnya yang bukan siapa-siapa tapi mampu menampilkan sesuatu yang luar biasa itulah yang justru menjadi faktor X dan menjadi salah satu daya tariknya.
Jika kontestan lain menjadikan XFI dan talent show sejenis sebagai ajang pembuktian kematangan tehnik vokal dan kemampuan penguasaan panggung yang selama ini memang telah mereka pelajari dan tekuni, maka Fatin justru menjadikan XFI sebagai tempat belajar dan mengasah tehnik vokalnya.
Bagi kontenstan lain mungkin ajang pencarian bakat seperti XFI dan sejenisnya merupakan ajang kompetisi yang serius dengan target menjadi juara, namun Fatin justru menganggapnya sebagai media pembelajaran tanpa target harus jadi juara.
Dalam waktu singkat Fatin mampu tampil luar biasa di atas panggung megah Gala Show XFI dan bahkan mampu mengimbangi penampil yang sudah sangat berpengalaman dengan tampil lepas, ceria dan nyaris tanpa beban. Justru Rossa sebagai mentor yang sering dibuat was-was dan mules setiap kali Fatin akan tampil.
Untuk ukuran orang baru di panggung hiburan, Fatin terbilang sukses melawan rasa nervous dan justru mampu tampil begitu percaya diri. Dan itu dibuktikan pada beberapa penampilan terakhirnya. Dan kini terbukti, berdasarkan data dan fakta yang ada, Fatin telah menjelma dari seorang pelajar SMA yang biasa-biasa saja menjadi remaja putri paling populer saat ini.
Semoga apa yang telah dilakukan Fatin dapat menginspirasi generasi muda seusianya bahwa tak ada yang tak mungkin jika mau berusaha dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Proses pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dalam perjalanan meraih apa yang dicita-citakan. Tak perlu minder dengan kekurangan dan keterbatasan yang ada, jadikanlah itu semua menjadi nilai lebih dan daya tarikmu. Sekali lagi, jika Fatin bisa mengapa kita/kalian tidak?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah 5 Butir Penting Putusan MK atas …

Rullysyah | | 21 August 2014 | 17:49

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Dear Pak Prabowo, Would You be Our Hero? …

Dewi Meisari Haryan... | 7 jam lalu

Kereta Kuda Arjuna Tak Gentar Melawan Water …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Dahlan Iskan, “Minggir Dulu Mas, Ada …

Ina Purmini | 9 jam lalu

Intip-intip Pesaing Timnas U-19: Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Saya yang Memburu Dahlan Iskan! …

Poempida Hidayatull... | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: