Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Khairul Fadhli

My name is fadhli | Born sukajadi, 15 Desember 1991 | Anak ragil dari enam selengkapnya

Jayalah Kembali Musik Dangdut, Musiknya Masyarakat Indonesia

REP | 28 April 2013 | 18:34 Dibaca: 597   Komentar: 8   0

Kondisi musik dangdut saat ini berada dalam titik terendah, image yang sudah ada saat ini melekat pada titik yang sama. dangdut seakan hilang masa ke emasannya.Zaman memang sudah jauh berubah dari kedikjayaan Rhoma Irama Dkk, sekarang bagai hilang. Dangdut memang sering disebut sebagai musiknya rakyat Indonesia, namun dangdut saat ini tidak menampilkan konten cengkok suara yang khas ,meliuk liuk yang memberikan kesan indah bagi para pendengarnya. Malah yang nampak saat ini para Penyanyi dangdut yang hanya menonjolkan ( CSG) Cantik, Seksi, dan goyangan yang menurut saya jauh dari kesan dangdut yang elegan.Tentu ini yang harus jadi tantangan bagi penyanyi dangdut tanah air untuk menghilangkan image tersebut.

Sebenarnya dangdut hampir mengembalikan citranya kambali saat kehadiran si cantik bersuara apik Ayu Ting Ting dengan singgle Alamat Palsunya. Ayu di gadang gadang bakal membangkitkan kembali kedjayaan dangdut seperti dulu. Citra elegan yang ditampilkan tanpa mempertontonkan aurat dan goyangan pulgar menjadi kekuatan dalam diri Ayu Ting Ting. Saat itu pujian datang bertubi tubi kepada ayu Ting ting , tawaran iklan pun banyak ia dapatkan seperti iklan Samsung, Indomie, Obat obatan, dll.

Sosok Ayu Ting Ting yang penomenalpun memberikan ruang hati publik untuk bisa menerima aliran musik satu ini. Setelah sukses dengan singgle alamat Palsunya , Ayu kemudian merilis singgle Sik Asik. Alih alih bisa melejit dan terus mengibarkan namanya Ayu malah mendapat cemoohan karna vidio klip Sik asik mirip dengan salah satu Vidio klip asal negri Korea. Ayu pun menjadi hujatan banyak pihak apa lagi anak anak muda yang begitu sangat mengidolakan artis artis korea ( Panatik ).

Satu hal sebenarnya yang harus bisa dimanfaat kan oleh ayu ting ting , dia tidak perlu mengeluarkan lagu yang model model ngebeat seperti sik asik, singgle happy atau lagu barunya yang akan segera dia luncurkan, Ayu cukup menjual suaranya, dan dandanannya yang elegan. Ayu cukup menyanyikan lagi seperti lagu lagu Ikke Nurjannah yang lebih meng eksplore Suaranya ketimbang dengan lagu lagu bermusik keras yang menghentak dengan sedikit memberikan ruang kepada suaranya yang memang apik. Disayangkan memang suara yang bagus harus diberikan lagu dengan lebih menonjolkan arasemen musik disco, dance seperti itu.

Satu hal lagi Ayu ting tidak perlu lipsing pada setiap konsernya, ayu cukup menyanyi Live dengan dandanan yang elegan dan tidak norak , cukup memberikan suatu yang berbeda dalam Industri musik dangdut di Indonesia. saya memang sedikit suka dengan lagu dangdut tapi saya lebih suka dengan model model dangdut seperti dulu yang pure mengeksplore suara.

Model model lagu seperti dangdut saat ini yang sering disebut koplo memang agak menghilangkan dangdut yang khas dengan gendang dan serulingnya, tentu kita ingat dengan penyanyi dangdut wanita seperti Ida Laila, Iis dahlia, Ikke Nurjannah, Elvie sukaesih yang memang mengandalkan suaranya. Pernah beberapa waktu yang lalu saat saya menonton tv dan melihat Ikke Nurjannah menyanyi tanpa goyang erotis, dan tampak elegan. Harusnya itu yang ditiru kaum pendatang baru dibalantika musik dangdut Indonesia.

Memang mungkin saat ini dangdut menyesuaikan dengan selera masyarakat, tapi ya mbok esensi dangdutnya jangan dihilangkan. seruling, gendang dengan sedikit petikan melodi gitar yang dikemas apik seperti Soneta group memberikan citra sendiri bagi musik dangdut Indonesia.Jangan yang di tonjolkan sisi Erotisnya, ini kalah kelas dengan aliran musik yang lain.

Saya sangat mengharapkan Dangdut bisa menjadi sebuah aliran musik yang digemari oleh semua golongan. harapan itu sempat muncul saat ada kompitisi dangdut yang bersegmentasi pada generasi muda seperti StarDut yang di pelopori oleh Indosiar, Namun para penynyi yang muncul tersebut malah hilang seperti Decha , riana, pepey, chacha yang memberikan warna berbeda dalam musik dangdut. Suara yang aduhai yang tidak menonjolkan goyangan itik, ngebor, dan goyangan lain lain. mereka cukup menyanyi dengan suara yang bagus, aresemen musik yang bagus, serta dandanan yang tidak Norak. semoga musik dangdut bisa merajai musik Indonesia kembali, karna musik dangdut adalah musiknya masyarakat Indonesia. (pad)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Pernahkah Ini Terjadi di Jaman SBY …

Gunawan | 3 jam lalu

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 7 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 8 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 9 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: