Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Rahmad Pujiansyah

Pedd : STM mesin hobby: membuat artikel/ blog & musisi karier : Juara III popsinger

Lagu dan Musik Hiburan Dunia

OPINI | 28 April 2013 | 01:54 Dibaca: 325   Komentar: 0   0

Lagu dapat membuat  orang menjadi gembira dan dapat membuat orang menjadi sedih, lagu membuat orang terkenang masa lalu saat dia  hidup bahagia dan terkenang masa lalu di saat dia bersama dengan kekasihnya. Mendengarkan lagu dengan musik yang merdu dapat membuat orang terlena mendengarnya,  ada  orang yang terhipnotis oleh alunan lagu dan musik sehingga membuat dia menari berlenggak lenggok mengikuti irama lagu.

Dengan adanya lagu dan musik dapat menjadi ladang bisnis,  hampir di semua rumah tempat hiburan mengunakan lagu  seperti di Café hiburan, tempat Karaoke, pertujukan hiburan dengan suara penyanyinya yang memukau dan dengan gayanya yang  aduhai sambil melantunkan lagu  sehingga ada penonton yang ikut  berjoget naik  ke panggung hiburan, sambil  memberikan uang saweran kepada  penyanyi wanita tersebut, menambah semarak dan meriahnya  di malam hiburan.

Dunia hiburan tidak terlepas dari musik dan lagu, semua menggunakan lagu, seperti  pada Film laga atau film drama, acara di TV  Sinetron,  panggung hiburan kampanye pemilihan kepada daerah  untuk menjaring massa, bagitu juga lagu qasidah dipakai untuk menjaring massa dakwah seramah agama meningkatkan silaturrahmi dan ukhuwah Islamiah.

13713051801122760421

Rahmadpujiansyah.Show Kampanye Lingkungan hidup

Lagu dapat menyentuh perasaan bagi para pendengarnya apabila lagu tersebut dinyanyikan oleh orang yang mempunyai perasaan  dan penghayatan penuh yang seolah-olah dia merasakan dan mengalami penderitaan seperti isi pada lagu tersebut,  sehingga lagu yang dia nyanyikan itu dapat menyentuh perasaan bagi pendengarnya. Banyak orang yang menyanyikan lagu sedih tetapi perasaan pada hatinya seperti gembira sehingga tidak mewakili makna isi lagu tersebut.

Lagu dipakai sebagai sarana ungkapan perasaan cinta,  perasaan marah dan perasaan sedih, ada juga lagu dibuat untuk menghimbau para pejabat  agar jangan berbuat korupsi,  tetapi lagu tersebut tidak berpengaruh bagi mereka pelaku korupsi, terbukti korupsi tetap merajalela, ini karena mereka tidak takut masuk penjara, disebabkan hukuman bagi para koruptor terlalu ringan sehingga tidak  ada yang takut melakukan korupsi.

lagu yang di nyanyikan dengan merdu maka dapat membuat anak-anak cepat tertidur, begitu juga sebaliknya orang akan marah mendengar lagu yang di putar terlalu keras dan musiknya yang hingar binggar   mengganggu ketenangan orang lain yang  sedang beristirahat. banyak terjadi perselisihan gara-gara suka memutar lagu terlalu keras.

Banyak orang yang menjadi artis dadakan ngetop dari  lagu yang dia nyanyikan karena disukai orang, sehingga dia bisa menuai uang dan bisa menjaring  banyak penggemar bisnis dibidang musik yang semakin maju.

1367154990973776399

lagu  dipakai juga buat ngamen cari uang di jalan dan atau di dalam bis, kebanyakan para pengamen adalah dari anak-anak  yang putus sekolah,  dan dari orangtua yang tak mendapat pekerjaan sehingga mereka terpaksa mengamen sambil nyanyi di jalan raya didekat lampu merah, atau di warung-warung pada orang-orang yang sedang makan.

Lagu yang diciptakan oleh seseorang tentunya mempunyai hak paten atau hak cipta, untuk  bisa mendapat royalty dari hasil penjualan lagunya tersebut, tetapi banyak lagu yang telah dibajak atau direkam ulang  oleh orang lain,  lalu dijual untuk kepentingan bisnis pribadi.  sebenarnya sudah berbagai cara dilakukan oleh persatuan Artis musik untuk mencegah maraknya  pembajakan lagu  baik di internet maupun  di  pasaran  menjual lagu rekaman pada CD  tetapi masih saja terjadi adanya pembajakan,  mengapa sampai terjadi demikian ? karena masyarakat lebih senang membeli lagu rekaman di CD yang murah dibandingkan di CD yang asli katanya terlalu mahal harganya.

Kebanyakan yang ngetop berasal dari penyanyinya dibandingkan dari penciptanya, sehingga banyak orang tidak tahu siapa pencipta lagu tersebut,  seorang pencipta lagu agar terkenal  maka dia harus menyanyikan lagu ciptaannya sendiri atau membentuk sebuah group band.

1367116496922224950

Budayakan menghargai hak cipta orang lain,  janganlah membajaknya,  fikirkanlah untuk membagi rejeki kepada yang punya hak cipta. ( Wassalam : Rahmad Pujiansyah 081346457074 )

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melukis Malam di Bawah Lansekap Cakrawala …

Dhanang Dhave | | 21 October 2014 | 13:50

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | | 21 October 2014 | 11:59

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Merencanakan Anggaran untuk Pesta Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | | 21 October 2014 | 10:02

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 4 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 6 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 7 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 9 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Gara-Gara Konflik, Warga NU di PPP Akan Lari …

Diskusi Gemasaba | 8 jam lalu

Jangan Tagih Janji Jokowi …

Slamet Dunia Akhira... | 8 jam lalu

Terima Kasih Pak Begawan @Boediono …

Arif L Hakim | 8 jam lalu

Satpam Internaional Asli Bule Ramaikan Pesta …

Teberatu | 8 jam lalu

Citilink Kok Nggak Ngaret Lagi Sih…? …

Sony Hartono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: