Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Antonius Eko Harsiyanto

Orang biasa yang hobi denger musik dan nonton film

Gitaris Slayer Jeff Hanneman Meninggal di Usia 49

REP | 03 May 2013 | 11:16 Dibaca: 277   Komentar: 7   0

Pagi tadi pas buka Facebook saya dapat kabar mengejutkan, gitaris Slayer Jeff Hanneman meninggal di usia 49 tahun karena gagal hati. Kaget banget karena Slayer adalah band pertama yang membawa saya menyukai trash metal.

Hanneman sudah jarang main sejak 2011 karena kena penyakit yang namanya necrotizing fasciitis, penyakit yang memakan daging manusia. Kalo cari di Wikipedia ada foto kaki yang kena penyakit ini, ngeri karena kaki jadi kelihatan bolong-bolong. Kabarnya Hanneman kena penyakit ini setelah digigit laba-laba.

Hanneman hampir kehilangan tangannya dan sempat koma. Setelah menjalani pencangkokan kulit, dia sempat menjalani proses rehabilitasi termasuk belajar lagi main gitar. Sempat ada harapan dia bisa sembuh. Tapi Tuhan punya pendapat berbeda.

Hanneman main di semua album Slayer. Kerjasamanya dengan Kerry King membuat musik Slayer lebih “mengerikan” dibanding grup-grup trash metal seangkatan, seperti Metallica, Megadeth, atau Anthrax.

Hanneman berasal dari keluarga militer, makanya lagu-lagunya yang dibuat banyak bercerita soal perang dan kekerasan. Salah satu yang paling terkenal adalah ‘Angel of Death’ yang bercerita soal dokter Nazi Josef Mengele yang membantai banyak tahanan di kamp konsentrasi Auschwitz.

Hanneman ikut mendirikan Slayer pada 1982 dan album pertamanya ‘Show No Mercy’ keluar setahun kemudian. Total mereka sudah punya 11 album. Waktu Hanneman istirahat posisinya digantikan gitaris Exodus Gary Holt. Penampilan terakhirnya terjadi saat dua lagu terakhir di Big Four Festival di Indio, California pada April 2011

Perkenalan saya dengan Slayer lewat album South of Heaven. Sampul albumnya keren gambar tengkorak. Gitar pembuka di lagu pertama yang judulnya sama dengan albumnya sudah menimbulkan kesan merinding. Pelan-pelan suara Tom Araya membawa kita menjelah ‘sebelah selatannya Surga’. Lagu lain yang saya suka di album ini adalah Behind the Crooked Cross dan tentu saja Mandatory Suicide.

Setelah itu album ‘Season in the Abyss’ makin membuat saya jatuh cinta. Inillah album paling baik, menurut saya. Semua lagunya ngak ada yang jelek, Dead Skin Mask dan Expendable Youth paling enak buat headbanging.

Sayangnya setelah album live ‘Decade of Aggression’ saya sempat putus hubungan dengan Slayer. Sampai kembali menyukai mereka di album ‘God Hates Us All’ dan ‘Christ Illusion’. Album yang terakhir itu agak sulit dicari karena sampulnya yang kontroversial, menggambarkan Yesus yang dimutilasi. Awalnya saya dapat hasil download, tapi akhirnya bisa nitip ke teman.

Musik Slayer banyak ditiru oleh band-band trash metal selanjutnya. MTV menempatkan Slayer di peringkat enam kategori band metal terbaik sepanjang masa. Hanneman dan King ada di urutan 10 dalam daftar 100 pemain gitar metal terbaik versi Guitar World pada 2004.

Selamat jalan Jeff Hanneman, thank you for the music


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Taman Bunga Padang Pasir …

Ferdinandus Giovann... | | 24 July 2014 | 19:07

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: