Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Jako Tingkir

Penikmat musik yang suka segala jenis musik mulai dari dangdut, pop, rock n roll, jazz, selengkapnya

Memaknai Lagu The Beatles : A Day in The Life

OPINI | 06 May 2013 | 22:29 Dibaca: 723   Komentar: 0   0

Secarik lirik lagu The Beatles ‘A Day In The Life’ yang ditulis tangan oleh John Lennon dilelang seharga US 1,2 juta atau lebih dari 10 miliar rupiah. Bayangkan hanya secarik tulisan tangan. Namun harga tersebut cukup pantas dengan sejarah panjang The Beatles dan makna yang terkandung dalam lagu ini. Tulisan lagu tersebut ditulis tahun 1967, dilengkapi tanda tangan John Lennon. Di satu sisi kertas tersebut pun terdapat tulisan tangan Paul McCartney. Sisi pertama adalah lirik asli John dan sisi kertas sebaliknya adalah penyempurnaan lirik lagu yang dilakukan Paul. Mal Evans, mantan kru The Beatles, pemegang sekaligus pemilik kertas tersebut melelang benda berharga itu di galeri Sotheby, New York.

Lagu ini release pada tanggal 2 Juni 1967 dan merupakan salah satu lagu terlaris The Beatles di tahun 1967. Lagu itu terdapat dalam album ‘Sgt Pepper’s Lonely Hearts Club Band’ yang mendapat 4 Grammy Award. Bayangkan saja, saat itu ‘A Day In The Life’ berada si puncak tangga lagu Inggris selama 27 minggu dan 15 minggu di tangga lagu Amerika Serikat. Album Sgt Paper Lonely Heart Club Band merupakan album pertama yang mereka release setelah mereka memutuskan untuk menghentikan pertunjukan live mereka untuk selamanya. Mereka juga berhenti sementara mencipta lagu. Banyak rumor, kekecewaan dan cemooh pada saat itu. Banyak juga yang menyangka mereka telah kering ide dan cemooh lainnya. Padahal the Beatles jauh dari itu semua. Album Sgt. Papers dan lagu A day in the life adalah jawabannya.

Selain itu, lirik lagu ini juga memicu kontroversial karena tersirat kedekatan dengan penggunaan narkoba. BBC sempat melarang penyiaran lagu ini, bahkan beberapa negara asia mencabut lagu ini dari album Sgt. Papers.

Terlepas dari banyaknya kontroversi yang mengiringi lagu ini, A day in the life merupakan lagu yang indah. Awalnya lagu ini bernada pelan yang dinyanyikan oleh Lennon, kemudian ditengah lagu masuk suara Mc Cartney dengan tempo riang dan kembali ke tempo lambat dengan suara Lennon dan lagu ini diakhiri dengan orchestra serta hentakan piano. Lagu ini juga sudah di cover version kan oleh banyak artis mulai dari versi yang mirip asli seperti yang dinyanyikan oleh Bee Gees, versi instrumental rock guitar oleh Jeff Beck hingga versi Jazz oleh Wes Montgomery dan banyak lagi seperti Sting, Bobby Darin, Jose Feliciano, the Fall, Neil Young, Tori Amos, Robyn Hitchcock, Chris Cornell dan lainnya

Lennon sendiri mendapat inspirasi untuk lagu ini benar-benar dari kejadian di koran yang dia baca dan film yang dia tonton dan secara tidak berkaitan dia tuangkan dalam lagu. Ini seperti juga dikehidupan kita. Kadang kita mendapat berita kecelakaan, yang seharusnya merupakan berita sedih namun kita hanya bisa memberikan komentar-komentar tanpa bisa membantu atau menolong. Malah kadang sambil tertawa-tawa. Untuk kemudian tiba-tiba kita sadar dan kembali ke dunia nyata, dunia rutinitas kita. Dunia yang kadang membuat kita bergerak bagaikan robot yang sudah kehilangan rasa dan empati. Kita telah kehilangan empati saat kita membaca berita sebuah musibah sambil minum kopi dan tertawa-tawa. Kita telah kehilangan empati manakala kita menyaksikan acara berita kecelakaan atau bencana alam kelaparan sambil mulut kita dipenuhi makanan.

Semoga kita bisa memaknai lagu ini kearah yang positif bahwa sebagai manusia yang hidup di dunia yang penuh dengan peristiwa, kita tidak akan bisa melakukan banyak hal untuk menolong banyak orang. Namun empati adalah sebuah perilaku dan etika yang minimal seharusnya kita miliki sebagai manusia dalam menyikapi sebuah berita musibah yang menimpa saudara kita sesama manusia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 4 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 10 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 10 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 11 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: