Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Jako Tingkir

Penikmat musik yang suka segala jenis musik mulai dari dangdut, pop, rock n roll, jazz, selengkapnya

Memaknai Lagu The Beatles : A Day in The Life

OPINI | 06 May 2013 | 22:29 Dibaca: 644   Komentar: 0   0

Secarik lirik lagu The Beatles ‘A Day In The Life’ yang ditulis tangan oleh John Lennon dilelang seharga US 1,2 juta atau lebih dari 10 miliar rupiah. Bayangkan hanya secarik tulisan tangan. Namun harga tersebut cukup pantas dengan sejarah panjang The Beatles dan makna yang terkandung dalam lagu ini. Tulisan lagu tersebut ditulis tahun 1967, dilengkapi tanda tangan John Lennon. Di satu sisi kertas tersebut pun terdapat tulisan tangan Paul McCartney. Sisi pertama adalah lirik asli John dan sisi kertas sebaliknya adalah penyempurnaan lirik lagu yang dilakukan Paul. Mal Evans, mantan kru The Beatles, pemegang sekaligus pemilik kertas tersebut melelang benda berharga itu di galeri Sotheby, New York.

Lagu ini release pada tanggal 2 Juni 1967 dan merupakan salah satu lagu terlaris The Beatles di tahun 1967. Lagu itu terdapat dalam album ‘Sgt Pepper’s Lonely Hearts Club Band’ yang mendapat 4 Grammy Award. Bayangkan saja, saat itu ‘A Day In The Life’ berada si puncak tangga lagu Inggris selama 27 minggu dan 15 minggu di tangga lagu Amerika Serikat. Album Sgt Paper Lonely Heart Club Band merupakan album pertama yang mereka release setelah mereka memutuskan untuk menghentikan pertunjukan live mereka untuk selamanya. Mereka juga berhenti sementara mencipta lagu. Banyak rumor, kekecewaan dan cemooh pada saat itu. Banyak juga yang menyangka mereka telah kering ide dan cemooh lainnya. Padahal the Beatles jauh dari itu semua. Album Sgt. Papers dan lagu A day in the life adalah jawabannya.

Selain itu, lirik lagu ini juga memicu kontroversial karena tersirat kedekatan dengan penggunaan narkoba. BBC sempat melarang penyiaran lagu ini, bahkan beberapa negara asia mencabut lagu ini dari album Sgt. Papers.

Terlepas dari banyaknya kontroversi yang mengiringi lagu ini, A day in the life merupakan lagu yang indah. Awalnya lagu ini bernada pelan yang dinyanyikan oleh Lennon, kemudian ditengah lagu masuk suara Mc Cartney dengan tempo riang dan kembali ke tempo lambat dengan suara Lennon dan lagu ini diakhiri dengan orchestra serta hentakan piano. Lagu ini juga sudah di cover version kan oleh banyak artis mulai dari versi yang mirip asli seperti yang dinyanyikan oleh Bee Gees, versi instrumental rock guitar oleh Jeff Beck hingga versi Jazz oleh Wes Montgomery dan banyak lagi seperti Sting, Bobby Darin, Jose Feliciano, the Fall, Neil Young, Tori Amos, Robyn Hitchcock, Chris Cornell dan lainnya

Lennon sendiri mendapat inspirasi untuk lagu ini benar-benar dari kejadian di koran yang dia baca dan film yang dia tonton dan secara tidak berkaitan dia tuangkan dalam lagu. Ini seperti juga dikehidupan kita. Kadang kita mendapat berita kecelakaan, yang seharusnya merupakan berita sedih namun kita hanya bisa memberikan komentar-komentar tanpa bisa membantu atau menolong. Malah kadang sambil tertawa-tawa. Untuk kemudian tiba-tiba kita sadar dan kembali ke dunia nyata, dunia rutinitas kita. Dunia yang kadang membuat kita bergerak bagaikan robot yang sudah kehilangan rasa dan empati. Kita telah kehilangan empati saat kita membaca berita sebuah musibah sambil minum kopi dan tertawa-tawa. Kita telah kehilangan empati manakala kita menyaksikan acara berita kecelakaan atau bencana alam kelaparan sambil mulut kita dipenuhi makanan.

Semoga kita bisa memaknai lagu ini kearah yang positif bahwa sebagai manusia yang hidup di dunia yang penuh dengan peristiwa, kita tidak akan bisa melakukan banyak hal untuk menolong banyak orang. Namun empati adalah sebuah perilaku dan etika yang minimal seharusnya kita miliki sebagai manusia dalam menyikapi sebuah berita musibah yang menimpa saudara kita sesama manusia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 6 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 7 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 12 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: