Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Zaldy Arifinsyam

Aku tidak ingin menjadi sukses jika aku tidak bahagia… aku ingin bahagia walaupun tidak selalu selengkapnya

Pelajaran Berharga buat Fatin dan Fatinistics dari Gala Show 11

OPINI | 06 May 2013 | 00:30 Dibaca: 1599   Komentar: 32   1

Posisi Fatin yang berada di Bottom Two bersama Mikha pada GALA SHOW 11 X FACTOR INDONESIA tanggal 03 Mei 2013 memberikan pelajaran berharga bagi Fatin dan Fatinistic dan juga Rossa sebagai mentor. Terlepas ada spekkulasi yang beredar bahwa posisi tersebut adalah trik pihak penyelenggara untuk mendongkrak perolehan SMS buat Fatin ataupun isu lainnya, namun telah membuka mata kita bahwa tidak selamanya Fatin berada di posisi aman.

Ada dua hal yang ingin saya kupas dalam tulisan saya kali ini, pertama dari sisi Fatin dan kedua dari sisi Fatinistics sebagai pendukung Fatin. Sisi pertama sesungguhnya sudah mengusik pemikiran penulis dalam seminggu terakhir sebelum gala show 11 berlangsung dan sempat penulis diskusikan dengan salah seorang Fatinistic yg kebetulan satu kota dengan penulis. Sementara untuk sisi kedua lebih kepada upaya untuk mengingatkan kembali dukungan buat Fatin.

Fatin dan Komunikasi yang Efektif dan Konsisten

Fatin seagai kontestas XFI yang disiapkan untuk menjadi artis yang akan masuk ke industri hiburan yang mana untuk dapat bertahan di dalammnya sangat tergantung kepada besarnya motivasi adpenggemar loyal untuk terus memberi dukungan kepadanya. Untuk dapat menjaga loyalitas itu, seorang artis harus mampu memanage komunikasi yang efektif dan konsisten. Efektif dan konsisten dalam hal ini adalah bagaimana menjalin komunikasi yang tepat sasarandan kontiniu. Sasaran komunikasi ini ditujukan kepada basis penggemar yang mempunyai massa/anggota yang lebih banyak dan jangan terjebak kepada kepada perorangan/individu

Menurut pengamatan penulis memang sedikit terjadi penurunan loyalitas dukungan terhadap Fatin. Hal ini dapat penulis amati dari beberapa komentar yang ada di media sosial yang ada. Penurunan dukungan ini bukan dikarenakan kualiitas vokal ataupun penampilan. Penurunan dukungan ini terjadi dikarenakan ada sebagian penggemar yang merasakan sesuatu yang hilang dari Fatin seperti pemilihan lagu yang kurang menonjolkan suara khas Fatin yang serak-serak basah, keluguannya dan juga sikapnya yang dinilai agak berlebihan.

Kondisi ini sebenarnya dapat segera diatasi oleh Fatin jika dia sering berkomunikasi dengan penggemarnya. Dengan kemauannya untuk melihat komentar-komentar tersebut maka dengan cepat dia dapat menjelaskan kepada penggemarnya mengenai penyebab kondisi yang dipertanyakan oleh penggemarnya tersebut tanpa harus menunggu jadwal konfrmasi yang ditayangkan melalui acara Diary XFI sehingga penggemar tidak sampai terlalu lama menunggu yang mengakibatkan mereka enggan untuk kembali memberi dukungan melalui SMS.

Agar mampu menjalin komunikasi yang efektif, seorang artis harus mengerti dulu karakteristik penggemarnya Jika penulis analisa selama penulis mengikuti XFI dan aktif di media sosial YT dan G+, karekteristik penggemar Fatin sangat luas mulai dari anak remaja, dewasa sampai orang tua. Bahkan kalau diamati melalui G+,yang mana mereka juga aktif di YT, maka dapat dikatakan bahwa Fatinistic itu adalah orang-orang yang juga eksis di dunia nyata karena mereka terdiri dari mahasiswa, pegawai baik negeri maupun swasta dan juga seniman. Sementara untuk media Twitter cenderung sebagaian besar adalah penggemar remaja.

Dengan mengerti karakteristik dari masing-masing komunitas, maka Fatin dan manajemennya (manajemen dadakan) diharapkan mampu membangn komunikasi secara efektif dan konsisten kepada dua komunitas fans tersebut. Hal ini menurut penulis belum terjalin dengan baik. Kalau berdasarkan analisa penulis, Fatin lebih cenderung fokus membangun komunikasi dengan penggemar berdasarkan pemilihan yang cenderung kearah mana yang ia senangi bukan ke arah mana yang lebih memberikan pengaruh terbesar.

Menurut pengamatan penulis, selama ini Fatin lebih cenderung membangun komunikasi di media Twitter namun itupun belum efektif dan konsisten. Fatin lebih cenderung berkomunikasi dengan penggemar per individu dan itupun cenderung memilah-milah yang menurutnya lebih asyik untuk dijawab ataupun di tweet ulang. Sementara sebagian besar penggemar lainnya belum tersentuh secara baik. Sebagai artis yang lagi membangun komunitas penggemar seharusnya mau untuk berkomunikasi secara total dengan ikut nimbrung dalam obrolan di dalam komunitas fans base bukan hanya sekedar menyapa secara sekilas.

Penulis menyadari kondisi kesibukan Fatin yang luar biasa selama di Karantina. Namun hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan baginya untuk tidak menjaga komunikasi dengan penggemarnya. Pernah beberapa kali penulis mengamati bahwa Fatin dalam beberapa hari  sempat berkomunkasi melalui twitter namun komuniksi tersebut sebagian besar hanya menyapa sebagian individu yang terdiri dari teman-temannya ataupun kontestan XFI lainnya, sementara begitu banyak penggem dasar lainnya lainnya yang tergabung fan base Fatinistics yang beberapa kali ingin di sapa oleh Fatin tidak pernah mendapatkan apa yang mereka harapkan. Hal tersebut berbeda dengan kondisi-kondisi awal yang mana Fatin lebih sering membalas twitter mereka. Disinilah terlihat kurang efektif dan konsistennya Fatin dalam menjaga komunikasi dengan penggemarnya. Seharusnya dengan kesempatan yang ada untuk membalas twitter dari teman-teman atau kontestan XFI laiinya dapat dimanfaatkan untuk membalas twitter dari fan base karena dengan jumlah anggota fans base yang lebih besar akan memberi pengaruh lebih besar untuk mendapatkan dukungan (sms) dibanding teman-teman atau kontestan XFI lainnya. Dalam hal ini bukan berarti penulis ingin Fatin melupakan teman-temannya tersebut namun hal ini lebih kearah membangun dukungan untuk menghadapi kompetisi baik selama XFI berlangsung maupun setelah terjun ke industri musik.

Berbeda dengan karekteristik penggemar di You Tube,  G+ dan Komasiana, Kecenderungan Fatin untuk lebih sering berkomunikasi di media Twitter menurut penulis juga sangat disayangkan karena Fatin seperti melupakan komunitas penggemar lainnya dimedia tersebut yang setiap hari selalu setia memberikan dukungan. Fatinistic yang ada disini sebagian besar tidak mempunyai akun twitter. Kenyataan tersebut penulis dapatkan dari komunikasi baik di media YT, G+ maupun di Blog Kompasiana ini sendiri. Padahal secara psikologi dengan kemauan Fatin untuk menyapa penggemarnya di media You Tube ataupun G+ dapat meningkatkan ikatan emosional penggemar dengan dirinyan. Dengan kondisi fatinistics yang eksis di dunia nyata dengan segala kesibukan aktifitas mereka, maka dengan tidak terjadinya  komunikasi dua arah antara mereka dengan Fatin akan dapat menurunkan animo mereka untuk memberikan dukungan. Akibatnya dapat dilihat dari semakin menurunnya jumlah orang yang melihat videonya di YT, mungkin hal ini juga terjadi pada kontestan lain yang mana dari hari ke hari jumlah pengunjung video mereka juga menurun.

Khusus untuk blog kompasiana, begitu banyak sudah tulisan yang mengulas tentang diri Fatin, namun sehemat pengamatan penulis, belum pernah Fatin memberikan tanggapan apapun. Padahal melalui tulisan yang telah dimuat tersebut, Fatin bisa belajar lebih banyak hal terkait masukan maupun kritikan untuk membangun kualitas dirinya sebagai calon artis. Mungkin Fatin secara pribadi tidak mengetahui hal tersebut, namun dia dapat berdiskusi dengan teman atau manajemen dadakannya (istilah penulis sendiri untuk orang-orang yang terlibat dalam proses belajar Fatin selama di karantina). Diskusi ini sebagai bahan baginya untuk mengetahui dimana saja komunitas penggemarnya berkumpul. Hal ini agar penulis-penulis tersbut tidak merasa sia-sia karena apa yang menjadi tujuan mereka menulis sampai langsung ke orang yang mereka tuju yaitu Fatin itu sendiri.

Kemampuan fatin untuk membangpun komunikasi dengan penggemarnya inilah yang akan sangat menentukan karir Fatin ke depan. Hal ini agar tidak terulang lagi nasib seperti pemenang kompetisi musik sejenis yang gagal di pasaran dikarenakan ketidakmampuan mereka dan manajemennya untuk membangun komunikasi secara efektif dan efisien dengan penggemarnya.

Loyalitas Fatinistics

Sisi lain pembahasan penulis adalah untuk Fatinistics. Penulis sangat yakin bahwa dukungan Fatinistics masih besar. Hal ini dapat penulis lihat dimana saat-saat menunggu pengumuman siapa yang lolos ke tiga besa, sebagaian besar Fatinistic yang berkumpul di video Fatin di media You Tube banyak yang menyatakan berusaha untuk tetap memvote Fatin. Namun dikarekakan padatnya jalur SMS yang masuk menyebabkan server error. Hal ini juga dialami penulis yang mana berulang kali mengirim sms selalu dijawab bahwa server sedang sibuk sehingga dukungan tersebut gagal.

Menumpuknya dukungan untuk Fatin di saat Gala Show berlangsung menurut penulis kemungkinan diakibatkan kita sebagai Fatinistics terlena dengan kondisi Fatin yang selalu aman sebelum-sebelumnya sehingga begitu waktunya mepet baru kita mulai khawatir dan terjadilah hal seperti pada gala show 11 tersebut.

Oleh karena itu melalui tulisan ini, penulis mengharapkan kepada seluruh Fatinistic untuk mengubah metode pengiriman SMS dengan lebih fokus di hari-hari sebelum gala show berlangsung untuk menghindari kejadian serupa. Pengiriman vote saat Gala Show lebih difokuskan sebagai usaha penguatan dukungan saja karena pada saat itu penulis yakin kemampuan server menerima dukungan untuk masin-masing kontestan terbatas.

Harapan penulis semoga apa yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat Fatin baik untuk memenangkan kompetisi XFI unuk pertama kalinya dan juga kelangsungan karirnya di industri musik ke depannya. Sementara Bagi Fatinistics yang mengingkan fatin dapat menjadi Juara (walaupun sudah menjadi juara di hati Fatinistic loyal) semoga tulisan ini dapat kembali meningkatkan semangat kita untuk terus memberikan dukungan buat Fathin Shidqia Lubis.

Saat sesal menyelimuti hati terkadang kita menginginkan waktu dapat diulang kembali namun itu takkan pernah terjadi

Hanya mereka yang mau belajar dari pengalamanlah yang mampu untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama

Untukmu Fatin

Untuk Kalian Fatinistic

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ketika Keluarga Indonesia Merayakan …

Zulham | | 28 November 2014 | 11:19

Ahok, Kang Emil, Mas Ganjar, dan Para …

Dean | | 28 November 2014 | 06:03

Ditangkapnya Nelayan Asing Bukti Prestasi …

Felix | | 28 November 2014 | 00:44

Kay Pang Petak Sembilan …

Dhanang Dhave | | 28 November 2014 | 09:35

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50



HIGHLIGHT

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman Dalam …

Tubagus Encep | 8 jam lalu

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | 8 jam lalu

Pembuktian Slogan Aku Cinta Indonesia …

Lukman Salendra | 8 jam lalu

Prosedur Sidang SIM di PN …

Kambing Banci | 8 jam lalu

Penundaan Revisi UU MD3 dan Kisruh Golkar …

Palti Hutabarat | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: