Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Amk Affandi

awalnya membaca, kemudian menulis, beranjak ke perbuatan. seorang yang ingin berbagi. coretanku di amk-affandi.com

Relax and Enjoy

REP | 13 May 2013 | 23:37 Dibaca: 262   Komentar: 0   0

Pastinya, kita pernah demam panggung. Saat awal-awal berbicara dihadapan orang banyak, gemetar, takut, persiapan yang kelihatan matang hilang seketika. Tidak mungkin orang akan menguasai panggung pada waktu awal berpidato. Beberapa orang yang berpredikat sebagai singa podium, bahkan dulunya pernah mengalami demam panggung.

Berpidato atau bernyanyi dihadapan orang banyak sama saja. Sama-sama harus mengeluarkan kemampuan dalam olah vocal. Beberapa orang memiliki nada yang bagus, tapi begitu harus bernyanyi didepan orang, suaranya yang merdu lenyap. Hilang seketika hanya karena demam panggung.

Tips berikut ini saya ambil dari tulisannya Syaharani, seorang penyanyi jazz. Dalam bukunya “Buka-bukaan Soal Entertainment”, dia bertutur bahwa :

setiap orang atau penyanyi punya range (area rentang) pencapaian nada yang berbeda. Hal utama yang harus diperhatikan adalah jangan memaksakan rentang nada orang lain pada tenggorokan kita. Dengan tidak memaksakan nada dasar, suara kita pasti terdengar lebih indah, santai, dan lebih enak dinikmati pendengar.

Bagaimana cara mengatasi bila, tiba-tiba suaranya hilang, tidak terdengar seperti semula? Saya punya tips sederhana! Pertama, relax and enjoy saat di panggung. Komunikasikan nada-nada dasar tertentu dengan player, jangan disuarakan terlalu keras. Jika sudah pas, baru nyanyikan lantang.

Masih juga terlalu tinggi atau terlalu rendah? Hingga menyiksa tenggorokan dan pendengar?

Jika lagunya bisa dihentikan dengan “smooth”, alirkan sedikit canda kepada pengunjung. Setelah itu teruskan lagu dengan nada yang diambil ulang. Jangan panik! Relex and enjoy. Ide menyumbangkan suara, kan juga untuk dinikmati bersama. Bakar semangat untuk tampil maksimal! Tetaplah bersikap bersahaja di atas panggung, meskipun ada kesalahan. Ulangi kedua kata kunci : relax and enjoy. Ini diperlukan pikiran kita, apalagi buat yang demam panggung.

Syaharani adalah salah satu penyanyi jazz favoritku. Lagu-lagunya enak didengar. Beberapa kali saya berkesempatan menyaksikan langsung dia action di panggung. Kalau harus memilih, saya akan pilih mendengarkan secara live bila dibandingkan dengan mendengarkan CDnya.

Kata orang, jazz adalah musik improvisasi. Tak ada kunci dalam nada-nada tertentu. Asal kedengaran enak, mainkan. Makanya, dalam musik jazz tak  ada lagu maupun instrument yang sama. Bila dimainkan saat ini, akan jauh berbeda kalau diperdengarkan lagi esok hari.


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 4 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 5 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 9 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Dalam Perjumpaan …

Ahmad Robitul Wafa | 8 jam lalu

Apa Kata Krisna jika Melihat Kisah Cinta …

Tarjum | 8 jam lalu

Jokowi dalam Analisis dan Kalkulasi Politik …

Ferdinand Hutahaean | 8 jam lalu

Konsep Pendidikan Karakter Dalam Islam …

Choirul Ummah | 8 jam lalu

Ada (Dalam Tanya) …

Ahmad Robitul Wafa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: