Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Anto Saja

jika kita muslim. dengan atas dasar akidah semoga kita menjadi muslim yang bersikap tawazun. jika selengkapnya

‘Taufik Ismail’ Mengapit Musik ‘Media Darling’, Sebuah Harapan Perbaikan Kualitas Seni

OPINI | 17 May 2013 | 10:11 Dibaca: 254   Komentar: 4   1

1368759923995937882http://id.wikipedia.org/wiki/Bimbo

Saya rasa hampir setiap kita yang mendengar nama grup musik ini kenal. Grup yang digawangi oleh sam, acil, jaka dan lin parlina sejak tahun 1967 memang kini sudah memasuki umur senja. Meski demikian karya-karya nya masih lazim kita dengarkan hingga sekarang, sebut saja lagu anak bertanya pada bapaknya atau lagu ramadhan sebentar lagi. Keduanya adalah lagu bimbo yang mungkin masih sering kita dengar hingga saat ini. Kedua lagu tersebut memang kental dengan nuansa lagu keislaman tetapi mari coba dengarkan lagu dengan judul Hitam putih yang dirilis pada tahun 2007

Melihat dan mendengarkan lagu-lagu bimbo, maka kita akan mengetahui bahwa sebagian lagu-lagu yang dinyanyikan oleh bimbo liriknya ditulis oleh taufik ismail. Siapakah taufik ismail?


1368760165109159760

http://biografiteladan.blogspot.com/2011/04/biografi-taufik-ismail.html

Taufik ismail adalah sastrawan yang terkenal dan disegani bagi kalangan sastra di negeri ini dan di luar negeri. Kiprahnya akan selalu lekat dengan dunia sastra, meski bila melihat riwayat pendidikan beliau ternyata pernah mengeyam di IPB Fakultas Kedokteran Hewan. Karya sastranya dapat dinikmati sebagai sebuah karya seni yang mampu memberi inspirasi, goresan kata-kata dalam puisi atau tulisan lainnya memberikan inspirasi dan energi positif. Maka saat sosok ini berkolaborasi dengan dunia musik yang diwakili oleh bimbo atau musisi lain maka kita akan mendengar lagu yang penuh gelora nilai-nilai positif.

Keemasan lagu-lagu yang saya jelaskan tadi mungkin tidak hanya milik karya satu musisi seperti bimbo, tapi masih banyak musisi lain yang memiliki kualitas yang saya nilai sepadan, coba saja lagu-lagu karya Ebit G Ade, Eros bersama Sheila on 7, atau mungkin beberapa musisi lain yang belum saya sebut. Kematangan mereka dalam membuat sebuah karya seni musik akhirnya bukan hanya memberi tambahan pundi-pundi materi, tetapi juga pundi-pundi moril bagi bangsa ini.

Sayangnya, lagu dengan corak seperti ini kini mulai kalah jauh jumlah dalam persaingan dunia musik. Pertimbangan materi tanpa pertimbangan efek moral tentu memprihatinkan. Apakah ini sesuai dengan nilai luhur budaya, adat dan agama kita? Saya masih optimis mayoritas bangsa ini akan menjawab tidak. Dengan melimpahnya materi yang didapat dari industri ini maka semakin menjamurlah musik yang tak kita harapkan ini.

Memandang gemerlap materi dari industri musik, maka kini saya memandang kaum bangsa dari Taufik Ismail, persepsi saya bagi penulis adalah dunia yang jauh dari hiruk pikuk gemerlap materi. Memang ada beberapa penulis yang mampu menjadi jutawan, tetapi saya rasa tidak sedominan pelaku musik. Namun dibalik keringnya materi mereka, saya lihat banyak kemanfaatan yang lebih dominan dari kaum ini. Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya buku-buku baik novel atau sastra lain yang memberi inspirasi. Selain itu ada banyak forum penulisan yang memberikan tempat bagi pelatihan dan mampu menjadi filter bagi dunia penulisan, sebut saja FLP (Forum Lingkar Pena) dll.

Dengan tulisan ini, maka saya berharap bila kemudian ada sebuah forum, peraturan, ataupun lembaga yang mampu menjembatani pihak-pihak tersebut. Sehingga koloborasi seperti Taufik Ismail dan bimbo dapat menjadi acuan yang dapat dipopulerkan bagi perkembangan dunia musik, sehingga musik juga dapat menjadi alat untuk menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Harapan ini tentu akan cepat terealisasi bila ada pembaca artikel ini (terkhusus kompasianer) yang memiliki wewenang/jabatan pemerintah ataupun pihak swadaya swasta kemudian merespon dan memfasilitasi pembentukan forum yang dimaksud tadi. terimakasih

Salam semangat positif.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Anggota DPR Ini Seperti Preman Pasar Saja …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

SBY Ngambek Sama Yusril, Rahasia Terbongkar, …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 11 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 11 jam lalu

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Bait Rindu untuk Bapak …

Rizko Handoko | 7 jam lalu

PKB Inisiasi Aksi Walk Out di Sidang …

Nada Dwinov | 8 jam lalu

Mari Melek Sejarah Perlawakan Kita Sendiri …

Odios Arminto | 8 jam lalu

Titik Pijat untuk Masuk Angin …

Radixx Nugraha | 8 jam lalu

Harapan Muhaimin Iskanddar Kandas …

Agus Salim | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: