Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Lintang Matahari

JKT 41. JKT 28'15. Mein Traum ist es in Deutschland zu studieren. Salam SimFatin! Meine Webseite selengkapnya

Fatin Milih Setia! Aku Milih Siapa?

OPINI | 18 May 2013 | 19:55 Dibaca: 1342   Komentar: 10   10

“Fatin sudah milih setia! Aku milih siapa?” Ini adalah kalimat joke dari pertemananku. Selalu diulang-ulang. Kalau selama ini aku melihat Fatinistic eksis di dunia maya, dengan kalimat yang diulang-ulang oleh temen2ku di dunia nyata, aku melihat Fatinistic itu ada. Nyata! Ada pada diri mereka. Dan kira-kira itu juga ada padaku.

Dan ketika Aa Dhani bilang bahwa Fatin beruntung! Masuk 2 besar. Dan lagu yang bagus. Dan akan hit! Dan blablabla - Kami yang seumuran Fatin (sedang di Puncak dalam kesibukan eskul) menjadikannya topik diskusi menarik.

· Fatin bener tuh pake jimat-nya Rossa - mic dari emas. Kata orang2 siiihh….

· pantesan tuh suara jd meliuk-liuk!

· betul om Dhani, Fatin selalu beruntung. Sejak audisi. Pilih lagu yang pas dia bisa. Yang pas kita senangi. Yang pas lupa “lirik” XFI tidak memulangkan siapapun. Yang pas dapet lagu bagus! Yang…..pas….bagi Fatin. Apa itu tidak disebut beruntung?

· Beruntung atau tidak, tapi aku ttp seneng aza! didengernya enak! Meluw.

· Ah….gk betul tu! sejak kapan nyanyi pakai jimat2an. Lo..lo…pada ngekor omongan orang sih! Coba pikir kalau lo sebut “Fatin beruntung”….apakah kita-kita juga nggak beruntung? Masih bisa dengerin Fatin bernyanyi. Masih bisa diskusi disini. Masih bisa ada disini. Masih dan masih dan masih….banyak…banyak! hal yang kita masih bisa lakukan! Kita ini…beruntung! Dan wajib mensyukuri!…………..dst.

[Aku manggut. Dan senyum-senyum di diskusi mereka!]

Aku jadi ingat perang iklan. “Orang pintar vs Orang Bejo”. Juga aa Dhani bilang L-Factor. Lalu aku juga ingat - entah dimana dan kapan aku pernah baca artikel tentang “LUCK”. Keberuntungan selalu dimiliki oleh orang yang berpikiran positif. Tapi juga ada orang-orang yang tidak mempercayai adanya keberuntungan. Khususnya di dunia bisnis. Katanya “tidak ada makan siang gratis”.  Semuanya harus dengan usaha dan kerja. Tidak ada makan siang dihantarkan ke meja kita secara ujuk-ujuk! Pasti karena ada sesuatu. Pasti karena sesuatu pernah kita lakukan di waktu sebelumnya. Pasti ada sebabnya yang terkait dengan kita.

Bagiku… keberuntungan hanya dapat dipersiapkan. Terutama ketika membayangkan masa depan  yang TIDAK SIAPAPUN DAPAT MEMBERI JAMINAN. Masa depan yang sulit diduga-duga. Bekerja. Belajar. Membaca. Dan bersungguh-sungguh dalam segala hal secara positif. Adalah cara meraih keberuntungan. Ketika “sesuatu” itu datang dan kita sudah mempersiapkan diri kita, itulah yang kusebut keberuntungan. Bagiku, ketika sesuatu telah dipersiapkan atau diupayakan dan kemudian ia datang - itulah kusebut keberuntungan nyata. Sebuah strategi dalam kehidupan - yang kuyakini.

Bagiku….Fatin tidak akan beruntung kalau sebelumnya ia tidak pernah menyanyikan dan menghafal lagu GRENADE. Tidak pernah beruntung kalau ia tidak dengan susah payah mendaftar jadi peserta XFI.  Tidak beruntung menyanyikan lagu bagus kalau tidak bersusah payah belajar dari sang mentor Rossa. Tidak beruntung dapat lagu bagus - kalau ia tidak dapat menyanyikannya. Tidak beruntung memiliki suara bagus - kalau ia tidak melatihnya dalam nyanyi-bernyanyi. Tidak beruntung memiliki FATINISTIC kalau ia tidak berusaha bernyanyi bagus. Tidak beruntung memiliki FATINISTIC kalau ia mulai saat ini dan seterusnya tidak berusaha mencintainya!

Bagiku, walaupun Fatin akhirnya telah memilih “setia” ….[remuqku]. Dan apapun pilihannya - Aku respect sama “USAHA”-nya. Untuk bernyanyi bagus memanfaatkan keunikan suara yang ada pada dirinya. Bernyanyi sebagusnya yang ia bisa untuk lagu apapun yang diberikan. Untuk selalu tidak mengecewakan orang-orang disekelilingnya. Berusaha untuk selalu dicintai…..!

Fatin telah memilih “Setia”! Aku milih siapa?

[ENDING] Aku milih kamu “Fatin” untuk selalu setia! Dengan usaha dan perjuangan-mu!

Kami memilihmu! Kami memilihmu! Untuk berjuang di tangga juara! Dengan keberuntungan yang nyata! - persiapan, usaha dan kerja keras!
Bila kau sudah di “puncak” dan “Robby Purba” datang - katakan padanya “aku memilih setia!”.

Salam Simfatin. Selalu memilih setia!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | | 01 September 2014 | 17:08

Catatan Pendahuluan atas Film The Look of …

Severus Trianto | | 01 September 2014 | 16:38

Mengulik Jembatan Cinta Pulau Tidung …

Dhanang Dhave | | 01 September 2014 | 16:15

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 7 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 7 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 10 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 11 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemenang Putri Indonesia di Belanda Bangga …

Bari Muchtar | 8 jam lalu

Penanggulangan Permasalahan Papua Lewat …

Evha Uaga | 8 jam lalu

Antara Aku, Kamu, dan High Heels …

Joshua Krisnawan | 8 jam lalu

Rakyat Dukung Pemerintah Baru Ambil Jalan …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Masa Orientasi, Masa Di-bully; Inikah Wajah …

Utari Eka Bhandiani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: