Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Fatin Tak Terbendung Menjadi Juara (II)

OPINI | 27 May 2013 | 21:17 Dibaca: 2097   Komentar: 4   9

Opini ini merupakan lanjutan dari tulisan terdahulu dengan judul yang sama. Kali ini akan dibahas masalah apa saja yang dijadikan sebagai bahan membendung lajunya Fatin menjadi sang juara. Meskipun agak malas meneruskan opini ini karena sudah banyak ditulis oleh yang lain, namun karena judul pada tulisan pertama terlanjur menggunakan angka I dan di akhir tulisan sudah diberi kata bersambung, maka mau tak mau harus dilanjutkan.

Hater

Hater memang selalu ada dalam kehidupan nyata namun ungkapan yang mereka lontarkan hanya terbatas dengan cara bisik-bisik di lingkungan terbatas. Seiring dengan kebebasan berekspresi tanpa filter di dunia maya, sikap seorang hater akan tampak semakin garang meluapkan rasa kebencian itu. Bila seorang lover kagum terhadap kelebihan yang dimiliki oleh orang yang diidolakannya, sebaliknya sang hater akan menjadi pembenci yang seringkali orang yang dibencinya tidak mengetahui penyebab timbulnya kebencian itu.

Meskipun jumlah hater sangat sedikit, namun komentar yang mereka berikan cukup mengganggu karena menggunakan kosa kata yang tidak patut. Apalagi ada beberapa yang membawa-bawa unsur SARA yang tak ada kaitan sama sekali dengan kompetisi bernyanyi. Untungnya Fatin dapat bersikap dewasa dan mengesampingkan gangguan-gangguan tersebut dan dapat lebih fokus pada performance-nya.

Bahkan Fatin sendiri sempat mengucapkan jangan menghakimi seseorang kalau belum kenal langsung. Menurut pengakuan Fatin sendiri, awalnya dia cukup terpengaruh dengan sikap para hater ini namun segera disadarinya bahwa semakin tenar seseorang semakin banyak pula jumlah haters sehingga akhirnya dia tak mengacuhkannya lagi dan tetap fokus pada kontes ini. Dia menganggap bahwa dari sejuta fans-nya paling ada seratus ribu yang jadi hater (walah kebanyakan itu Tin, 10% itu).

Dewinner

Dewinner adalah sebutan terhadap Novita Dewi dan para fans-nya yang kemungkinan dicuplik dari namanya dan dimaksudkan bahwa Novita lah yang akan menjadi pemenangnya (the winner). Dewinner dapat dikatakan berbeda dengan hater, karena dewinner bertindak hanya semata-mata menginginkan idolanya yang memenangkan kompetisi ini. Saling ejek di antara beberapa fatinistic dan dewinner kerap muncul di masing-masing lapak. Hal ini bisa dimaklumi karena biasa terjadi dalam kompetisi di manapun. Hanya kadang-kadang kedua belah pihak sempat terhasut oleh provokasi para hater. Beberapa fatinistic dan dewinner bahkan saling mengingatkan untuk tidak terprovokasi satu sama lain.

Hijab

Pada saat penampilannya di audisi sewaktu menyanyikan lagu Grenade, masalah hijab ini belum menjadi permasalahan yang besar. Persoalannya menjadi dibesar-besarkan ketika ternyata Fatin mulai berhasil menapak ke babak-babak selanjutnya dengan mulus.

Masalah hijab ini dimanfaatkan pula oleh kelompok tertentu yang tidak menyukai adanya kedamaian di bumi Indonesia dan mengaitkannya dengan unsur SARA. Meskipun hijabnya sering dilecehkan, Fatin tak mengubah penampilan dengan hijabnya bahkan semakin ke sini semakin modis  dan bervariasi.

Hijab sendiri sebenarnya bukanlah faktor dominan dalam mempermulus kemenangan Fatin. Ada yang berpendapat Fatin memperoleh banyak simpati karena dia menggunakan hijab. Tapi pernahkah kita bayangkan seorang lain yang berhijab dengan suara yang tidak merdu kemudian ikut XFI dan diloloskan oleh tim juri akan mendapatkan dukungan sebagaimana yang diperoleh Fatin? Bisa dipastikan jawabannya tidak.

Masuk Bottom-Two

Ketika masuk sebagai bottom-two pada empat besar, para hater dan dewinner seolah diberi kesempatan melampiaskan caci-makinya. Ejekan-ejekan seolah tak henti datang silih berganti. Fatinistic terpanggil untuk melakukan pembelaan dan menyerang balik ejekan-ejekan tersebut. Kemudian terbukti Fatin tetap lolos ke babak berikutnya, dan selama XFI hanya 1 kali Fatin masuk bottom-two.

Lupa Lirik

Sama seperti ketika masuk bottom-two, ini menjadi kesempatan paling besar untuk melakukan serangan-serangan mematikan. Dan Fatin sendiri mengakui lupa lirik ini merupakan mimpi buruk baginya selama di XFI. Tampaknya kejadian lupa lirik ini membuat fatinistic cukup kewalahan menahan serangan-serangan yang ada. Namun, sekali lagi, serangan ini tak mampu menghentikan laju Fatin ke babak berikutnya. Meskipun ada komentar miring dari juri, pada dasarnya mereka bergeming dan membiarkan Fatin tetap maju.

Dan kenyataannya lupa lirik ketika bernyanyi di panggung merupakan hal yang lumrah dialami oleh para artis. Bahkan KapanLagi.com memberikan contoh beberapa artis ternama yang pernah lupa lirik di atas panggung (lihat : http://musik.kapanlagi.com/berita/mereka-yang-pernah-lupa-lirik-saat-manggung-9a2ade.html).

Baju Robek

Baju robek tak hanya diucapkan oleh hater dan dewinner saja, beberapa fatinisticpun mengungkapkan kejeliannya. Untunglah sang mentor Rossa Roslaina secepat kilat mengklarifikasi hal ini dengan mengunggah gambar belakang busana Fatin yang dianggap robek tersebut (lihat : https://pbs.twimg.com/media/BKm-aUGCIAETM9x.jpg:large) .

Kualitas

Banyak hater dan dewinner mempermasalahkan kualitas yang dimiliki Fatin dibandingkan dengan Novita. Tapi benarkah Fatin tidak memiliki kualitas? Apakah tolok ukur (benchmark) yang digunakan? Bagaimanakah memperbandingkan antara kualitas tempe dan tahu? Kita tak bisa mengatakan kualitas tempe lebih baik daripada kualitas tahu sepanjang tidak ada tolok ukur yang terukur. Bahkan di antara para juri pun belum tentu berpendapat sama ketika menilai suara seseorang. Apakah suara Anggun lebih berkualitas daripada suara Rossa? Tentu masing-masing tak akan berpendapat sama. Masing-masing akan punya penilaian sendiri dan itu akhirnya kembali kepada selera.

Skenario

Sejak awal beberapa pihak mencurigai adanya skenario yang dilakukan pihak penyelenggara. Ada yang mengatakan Fatin dan Mikha sudah diatur sebagai dua besar. Ada pula yang mengatakan Alex dan Novita akan masuk ke dua besar. Ternyata pada akhirnya terbukti bahwa skenario yang digembar-gemborkan masing-masing pihak hanyalah isapan jempol belaka.

Dukungan SMS

Untuk memenangkan pertarungan dalam kompetisi ini bukan hanya dilihat dari jumlah pendukung saja, melainkan berapa banyak sms dukungan yang diperoleh para kontestan. Fakta yang ada menunjukkan bahwa jumlah fatinistic jauh lebih besar daripada jumlah dewinner, namun fatinistic menyadari sepenuhnya bahwa Fatin dapat saja tereliminasi bila tidak didukung dengan jumlah sms yang memadai. Kesadaran ini meningkat ketika Fatin dinyatakan masuk ke dalam bottom-two. Sejak saat itu pula tanpa dikomando dukungan sms diperbanyak. Apalagi ketika di dua besar, Novita, walaupun pendukungnya lebih sedikit, dipercaya memiliki dana yang besar dan mampu mengebom jumlah sms.

Juri

Sebenarnya juri tidak lagi dapat menentukan siapa yang bakal memenangkan kompetisi ini setelah berada dalam babak Gala Show. Mereka hanya dapat menyelamatkan salah satu peserta yang masuk bottom-two. Ketika menyelamatkan kontestan, umumnya para juri tidak lagi mengindahkan ‘save me song’, melainkan rasa subjektif mereka. Apalagi ketika para juri ini menyelamatkan anak didik mereka.

Untungnya ketika Fatin masuk di dalam bottom-two, hak veto juri sudah tak ada lagi. Walaupun demikian masih ada saja juri yang tak kuasa untuk memberikan opininya yang terkesan berat sebelah. Kita harus angkat topi kepada Rossa yang terlihat berusaha memberikan komentar yang netral tidak memihak. Demikian juga dengan Ahmad Dhani yang selalu mencandai Fatin yang membuat penonton terhibur. Salut juga buat Fatin yang selalu hormat kepada seluruh juri.

Harapan-harapan

Kini ajang XFI season 1 telah berakhir dan walaupun meninggalkan suka maupun duka yang begitu dalam, sebaiknya “peperangan” ini segera diakhiri dengan perdamaian. Alangkah nikmatnya hidup ini dengan hati yang damai tanpa kebencian dan tanpa dendam.¬† Bukankah kita tak mengharapkan adanya korban sia-sia akibat peperangan? Jangan sampai kita terprovokasi oleh pihak-pihak yang memanfaatkan peluang ini untuk memecah belah bangsa. Cukup nikmati saja alunan lagu yang dinyanyikan oleh seluruh kontestan. Pilih mana yang sesuai dengan selera kita. Harapan kita semoga ke depan para kontestan dapat lebih sukses dalam meniti karir musik mereka.

Untuk Fatin sendiri kita berharap dia terhindar dari euforia sesaat. Tetap menjaga kualitas suaranya. Tetap istiqomah. Moga banyak job. Berhati-hati terhadap segala macam bentuk penipuan. Dan harapan terakhir adalah jangan lupa bagi-bagi rejekinya … hehe.

(tulisan ini dipaksakan selesai)


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 18 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 19 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 20 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 23 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: