Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Kiki Damayanti

I am Teacher in Vocational High School in Lubuk Linggau My hobby islistening music. I am selengkapnya

Surat untuk Fatin Shidqia Lubis

OPINI | 30 May 2013 | 16:55 Dibaca: 14582   Komentar: 90   19

Assallammu’alaikum. warrahmatullahhiwabarakatuh.

Dear Ananda Fatin Shidqia Lubis

Semoga Fatin tetap sehat ditengah padat nya jadwal Fatin seusai pertarungan sengitnya dengan Novita Dewi Marpaung.

Surat ini sengaja ibu layang kan untuk ananda Fatin. Kenapa ibu melalui media Kompasiana??? Karena ibu tidak tahu kemana surat ini akan ibu kirim kan, dan ibu tidak bisa mengemukakan dengan siapa pendapat ibu. Adapun hingga munculnya surat ini dikarenakan kecintaan ibu sebagai Fatinistic. Walaupun dari segi usia seharusnya ibu tidaklah cocok dipanggil Fatinistic. Begitupun dari segi profesi. Karena ibu pun sama seperti orang tua Fatin, yaitu berprofesi sebagai salah satu guru Bahasa Inggris di salah satu SMK.

Surat ini ibu maksudkan untuk kebaikan bersama, untuk Fatin dan Fatinistic tentunya. Bukan untuk mengkritik melainkan sedikit saran untuk Ananda Fatin agar menjadi lebih baik, dan bisa semakin baik dalam meniti karier nya di dunia tarik suara. Dan ibu harapkan yang membaca bisa menyampaikan kepada ananda Fatin. Adapun yang akan ibu sampaikan adalah :

1. JILBAB, Ibu berharap sekali agar ananda Fatin tetap konsisten dengan kerudungnya, Karena jujur selain suaranya yang khas (BERKARAKTER) jilbabnya juga yang membuat ibu terpesona hingga rela menyisihkaan rupiah demi rupiah dari gaji ibu untuk VOTE FATIN ke 9288 setiap malam sabtu demi untuk melihat Fatin bisa lolos hingga menjadi juara X Factor Indonesia. karena menurut ibu selain suara Fatin yang serak dan khas, Jilbab nya juga ciri khas nya yang tidak dimiliki di dunia musik kita selain Sulis. Dengan begitu besar sekali harapan ibu agar ananda Fatin tidak pernah melepas JILBAB mu hanya beralasan untuk karier. Akan ada banyak Fatinistic yang kecewa ketika Fatin menanggalkan Jilbab nya. Ibu sendiri begitu mendukung Fatin untuk tetap eksis di dunia tarik suara karena dari segi pendidikan (karena penulis seorang guru) sosok Fatin hadir sebagai penyejuk dan FIGUR untuk seluruh siswa di Indonesia. Bahwa “JILBAB BUKANLAH PENGHALANG SESEORANG UNTUK MERAIH KESUKSESAN”. karena Fatin Shidqia Lubis menjadi bukti nyata statement ibu itu. Dan untuk berjilbab pun tidaklah harus menunggu shalatnya baik, hafalan al-quran nya banyak. Karena jilbab sendiri adalah Sesuatu yang wajib bagi seorang wanita (dalam islam).

2. ROSSA, Seorang Fatin Shidqia Lubis, hingga bisa melahirkan Fatinistic tentulah tidak akan semakin matang tanpa peran seorang Diva Indonesia yang juga menjadi juri sekaligus mentor di X Factor Indonesia. dia adalah Rossa. dalam kompetisi itu Rossa mementori Fatin Shidqia Lubis. Bagaimana Fatin selalu tampil nyaris sempurna dengan ciri khas suaranya, gaya nya yang menghibur hingga kepolosannya yang mengundang reaksi haters berlebihan. Begitu berat perjuangan Rossa ketika Gala-Gala pertama X Factor dimulai karena Rossa dinilai beberapa pihak telah merubah Fatin, dan Rossa dinilai menyebabkan penampilan Fatin menjadi tidak maksimal. Tapi itu salah, karena menurut penulis disanalah titik baliknya. Seorang Rossa tidak ingin Fatin tetap nyaman dengan KARAKTER, tapi Rossa ingin Fatin bisa belajar dengan menguasai TEHNIK bernyanyi hingga NADA-NADA TINGGI. Walau resikonya fatin sering mendapat kritikan. Tapi nyatanya sekarang Fatin sudah cukup matang yang awalnya dia hanya belajar bernyanyi di KAMAR MANDI hingga bisa menjadi bintang panggung yang PALING DINANTI. Dan sekali lagi pesan ibu untuk Ananda Fatin, Ananda Fatin janganlah lah bersikap SOMBONG apalagi LUPA akan jasa-jasa seorang ROSSA. Ingat ketika ada banyak hal yang membuat mu menangis atau down diatas panggung X Factor… saat itu ROSSA orang pertama yang menjadi penyejuk juga tempat mu mencurahkan segala kesedihan hatimu.

3. ORANG TUA, tanpa 2 kata 8 huruf itu… Ananda Fatin bukanlah siapa-siapa. Bisa jadi kesuksesan ananda sekarang berkat doa orang tua yang berharap akan kesuksesan ananda. Dengan apapun ananda tidak bisa membayar jasa orang tua ananda. Apalagi jasa seorang ibu. Cukuplah ananda menuruti nasehat mereka, menjaga nama baik ananda dan keluarga besar, serta ananda tidaklah lupa pada mereka ketika ananda telah sukses nanti. Karena kedepan bukanlah haters lagi atau orang lain yang akan menjadi rintangan ananda. Diri ananda sendirilah yang akan menjadi momok tantangan yang harus ditakhlukkan. Bahkan kadang, karena diri sendiri, orang tua pun jadi diabaikan. Semoga ananda tetap menjadi anak yang Shaleha dan patuh terhadap orang tua.

4. SHALAT 5 WAKTU, (penulis juga seorang muslim soalnya) ketika ananda hadir di acara Hitam Putih. Saat itu bertepatan atau berdekatan dengan jarak waktu shalat magrib. Ada satu pertanyaan Ibu yang cukup mengusik. Apakah ananda sempatkan waktu untuk shalat 5 waktu?? Tapi dari informasi admin yang Ibu tergabung dalam grub Fatinistic, ananda telah menyempatkan diri untuk shalat. Ibu hanya bisa berharap ananda tidaklah melupakan hal ini. Barangkali kesuksesan ananda sekarang berkat PUASA Senin-Kamis, dan SHALAT 5 waktu ananda (tentunya Ridho ortu, dan Ridho Allah juga). Maka dari itu jangan lah karena kesibukan ananda yang sangat padat sekarang membuat ananda lalai dalam 5 waktu itu. Insyaallah akan lebih BERKAH dan MELIMPAH rezki ananda, jika ananda bisa tetap dekat dengan Allah SWT salah satu caranya menjaga shalat 5 waktu.

5. FATINISTIC, ketika berbicara soal yang satu ini ibu cukup bingung. Ibu tergabung dalam salah satu grub Fatinistic di FB. Saat ibu berfikir jika ibu adalah seorang yang cukup tua yang mencintai ananda Fatin yang tergabung dalam Fatinistic, ternyata ibu salah ada banyak member Fatinistic di grub itu yang berusia sudah tidak tergolong ABG apalagi muda (maksudnya tua @_@). Bahkan ada yang sudah memiliki cucu. Tidak hanya itu. Di grub Fatinistic, ibu mendapat kenalan dari Hongkong, dan Arab Saudi yang mereka juga mengaku sangat ingin bertemu ananda sekedar ingin memberikan hadiah atau mengucapkan selamat. Video-video Ananda pun telah mereka koleksi dari awal sampai saat ananda tampil di televisi-televisi lain. Bahkan untuk urusan menghalau haters pun Fatinistic silih berganti kalau disana istilahnya “RONDA/PATROLI” di Youtube, Facebook, Twitter hingga menghalau haters dengan cara intelektual melalui Kompasiana. Fatinistic hanya berharap Fatin bisa lebih baik lagi. bisa tidak terus menerus melakukan kesalahan yang sama, karena Panas sekali telinga ketika mendengar ananda dikatakan tidak pantas menjadi juara dengan alasan lupa lirik. Tapi ibu yakin ananda hanya butuh BERLATIH lebih giat dan keras lagi, karena ananda sekarang butuh proses mengingat pengalaman manggung ananda baru lah hanya dikamar mandi (sekarang yang paling dinanti sampai fatinistic menunda masuk kamar mandi untuk mandi @_@). Maka dari itu hendaknya ananda MENCARI GURU VOKAL untuk bisa menjadi lebih baik lagi. dan seorang ASISTEN yang bisa mengatur semua jadwal ananda hingga penampilan atau cara berpakaian ananda (yang ga harus selalu pakai JINS yang cukup press).satu lagi, fans ananda tidak hanya berada di twitter melainkan juga di Facebook. karena mereka belum bergabung di Twitter jadi mereka hanya bisa melihat perkembangan ananda di FAcebook yang dikelola oleh adminya. maka ibu berharap ananda bisa melihat atau menyapa fans ananda di Facebook. karena seorang bintang besar akan tidak menjadi apa-apa ketika tidak berhasil menjaga rasa yang ada dalam hati fans. karena sorang artis besar karena Fans nya, bukan hanya dikarenakan prestasi yang dimilikinya.

6. MENTAL, ananda sekarang bukanlah Fatin Shidqia Lubis yang dulu biasa bernyanyi dikamar mandi. Melainkan sekarang Fatin adalah seorang penyanyi atau artis yang sangat dinanti untuk tampil di Televisi. Tentu saja semua itu membutuhkan mental yang kuat. Karena mulai saat ananda dinobatkan sebagai Juara Pertama X Factor Indonesia, maka saat itu ada banyak pula yang akan mencoba menghujat, menjatuhkan, dan bahkan menghalang-halangi karier ananda. Beberapa hari yang lalu ibu melihat di youtube. Ada sebuah video yang memperlihatkan foto-foto ananda yang tidak mengenakan Jilbab. Tapi ibu dan Fatinistic yang lainnya sangat yakin jika itu adalah foto-foto ananda ketika SMP. Belum lagi Anti Fatin Shidqia Lubis di Facebook yang terus menerus mengeluarkan kata-kata yang sangat manis untuk menghantarkan mereka pada Dosa-dosa yang makin menggunung diakhirat nanti. Maka dari itu sedari sekarang ananda harus memiliki mental kuat. Kalau pun mereka berbicara tentang kekurangan ananda. Maka dari sekarang JADIKAN KRITIKAN MEREKA SEBAGAI CAMBUK ATAU BAHAN BAKAR ananda untuk menjadi pribadi lebih baik lagi dan penyanyi yang lebih Profesional lagi. (Aamiin).

7. HATERS Fatin,

HA tiku

TER lalu

Sayang Fatin.

Diatas adalah definisi ibu terhadap satu kata enam huruf itu. Kenapa bisa begitu?? Karena, tidak mungkin Haters tidak sayang Fatin. Bayangkan saja ketika Fatin salah lirik, mereka tahu, saat fatin sedih mereka tahu, saat fatin akan tampil di IMA, mereka juga menanti, saat Fatin di Hitam Putih, mereka juga ngikuti sampai habis, terkahir.. mereka sampai-sampai cari-cari Foto ananda yang waktu SMP. Kesimpulannya “JADIKAN HATERS SEBAGAI PUPUK UNTUK KARIER ANANDA” jangan jadikan mereka racun.

Cukup panjang surat ini, namun itu semua ibu kumpulkan dari semua perjalanan ananda dan komentar-komentar haters yang bikin hati panas mendengarnya. Semoga ananda dan Fatinistic bisa mengambil positif nya dari surat ini. Berharap ananda selalu bisa tampil di Televisi. Karena sekarang setiap malam sabtu ibu jadi bingung mau nonton apa, atau ketika melihat HP yang saldo pulsanya masih banyak bingung mau VOTE siapa?? Surat ini ibu akhiri dengan kata-kata khas Fatinistic, jika Syahrini punya Sesuatu dan cetar membahana, maka Fatin Shidqia Lubis dan Fatinistic punya FOYYAAHH, GOKIL, PARAH, TING!!!

Wassallammu’alaikum.warrahmatullahhiwabarakatuh.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manajemen Mudik …

Farida Chandra | | 25 July 2014 | 14:25

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 7 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 11 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 12 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 13 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: