Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Aditias Hermawan

Hanya seorang penyendiri yang ingin belajar...

Menyoal Artikel “Rosa vs Fatin”

OPINI | 02 June 2013 | 22:59 Dibaca: 1443   Komentar: 12   11

Sebelum saya menjawab artikel dari seorang kompasioner yang menyebutkan bahwa hubungan fatin dengan sang mentor memburuk, saya ingin mengajak kepada semua fatinistic mari kita dinginkan hati terlebih dahulu (untung saya tinggal di tempat yang cukup dingin, sehingga gampang sekali kalau ingin mendinginkan sesuatu). Tidak perlu menjawab dengan keras, mari kita ber-KHUSNUDZAN saja, baik kepada isi artikelnya maupun sang penulisnya.

Baik, mari kita mulai dengan menjawab isinya. Pada artikel tersebut sang penulis menyebutkan beberapa poin yang menunjukkan keretakan hubungan fatin dengan rosa, yaitu Rosa tidak peduli dengan penampilan fatin dengan tidak menonton fatin saat tampil dan Tweet yang berbunyi bahwa rosa sudah pensiun menjadi mentor fatin.

Sekali lagi mari kita berbaik sangka, mungkin fakta yang ditulis di artikel tersebut benar adanya, tetapi ada banyak alasan yang bisa menjelaskan hal tersebut. Rosa mungkin memang benar tidak melihat fatin tampil, tetapi bukan berarti tidak ingin. seperti saya tadi pagi ingin sekali menonton fatin tampil di acara dahsyat, tetapi tidak bisa karena ada tetangga sebelah yang meninggal dunia, sebagai seorang muslim, maka saya mempunyai beberapa kewajiban yang memang harus ditunaikan saat itu juga. Begitu pula dengan rosa, mungkin saja saat itu rosa sedang ada di ruang make-up atau ada sesuatu yang sangat penting sehingga tidak bisa menonton fatin (bukan tidak ingin).

Tentang tweet yang menyatakan rosa pensiun sebagai mentor fatin, saya yakin semua orang juga tahu bahwa dengan berakhirnya acara X Factor, maka kontrak mentor dengan anak didiknya juga sudah berakhir. Artinya baik atau buruknya fatin ketika tampil di panggung bukan lagi tanggung jawab rosa. Tetapi bukan berarti setelah tidak lagi menjadi mentor, hubungan keduanya menjadi putus. Hubungan itu hanya berganti nama saja, entah menjadi kakak-adik, atau penyanyi senior-penyanyi junior. Rosa memang tidak lagi bertanggung jawab terhadap fatin, tetapi saya yakin rosa akan terus memberi saran dan nasehat kepada fatin, dan saya yakin fatin pun pasti akan mendengar nasihat dari rosa.

Mengenai penampilan fatin di IMA yang memang kurang baik, itu bukan karena rosa tidak pernah menasehati fatin atau fatin tidak mendengar nasihat rosa, kesalahan itu terjadi karena fatin memang kurang berpengalaman tampil di panggung, tapi saya yakin semakin banyak jam terbang, kesalahan seperti itu akan hilang dengan sendirinya.

Nah, sekarang mari kita bahas penulisnya. Sekali lagi saya yakin penulis artikel ini sayang sekali terhadap fatin, buktinya dia masih sempat meluangkan waktu untuk melihat twitternya rosa dan masih sempat meluangkan waktu untuk menulis artikel tentang fatin. Saya yang seorang fatinistic pun hanya mempunyai sedikit waktu untuk menulis atau bahkan sekedar membaca artikel tentang fatin karena padatnya kegiatan. Jadi kepada para fatinistic yang sudah membaca artikel tersebut, tidak usah bereaksi terlalu keras, tetapi mari kita berterima kasih karena sang penulis telah memberi nasihat yang tersirat di tulisannya kepada fatin, yaitu kalau disimpulan seperi ini  “jangan melupakan orang yang telah berjasa kepadamu, fatin”. Khusus kepada sang penulis (jika membaca tulisan saya ini), janganlah malu untuk mengakui bahwa anda juga adalah seorang fatinistic.

Mohon maaf apabila ada yang tersakiti, Salam damai ala fatinistic.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ketika Keluarga Indonesia Merayakan …

Zulham | | 28 November 2014 | 11:19

Ahok, Kang Emil, Mas Ganjar, dan Para …

Dean | | 28 November 2014 | 06:03

Ditangkapnya Nelayan Asing Bukti Prestasi …

Felix | | 28 November 2014 | 00:44

Kay Pang Petak Sembilan …

Dhanang Dhave | | 28 November 2014 | 09:35

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50



HIGHLIGHT

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman Dalam …

Tubagus Encep | 8 jam lalu

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | 8 jam lalu

Pembuktian Slogan Aku Cinta Indonesia …

Lukman Salendra | 8 jam lalu

Prosedur Sidang SIM di PN …

Kambing Banci | 8 jam lalu

Penundaan Revisi UU MD3 dan Kisruh Golkar …

Palti Hutabarat | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: