Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Band Superman IS Dead Menjadi Legenda

OPINI | 05 June 2013 | 12:14 Dibaca: 487   Komentar: 0   0

Dunia ini semakin disesaki pemikiran-pemikiran manusia akan hal-hal yang berbau kontroversi dan teori konspirasi. Tak bisa di pungkiri memang kedua hal ini akan terus ada mengikuti setiap kejadian dan peristiwa besar. Setiap hari mata dan telingah kita selalu mendengar dan melihat berita-berita semacam itu yang disuguhkan oleh media secara berulang-ulang. Karena bosan dijejali rasa yang sama saya sepaham dengan Personil Band SID (Superman Is Dead). Bukan karena kebetulan saya tinggal di Bali sehingga saya memilih menjadi out siders, apalagi saya juga ngefans dengan JKT48 hehehe. Tapi saya memang lebih cenderung menyukai lirik lagu-lagu punk yang lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan yang berlandaskan dari keyakinan. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak. Dan sepertinya SID mewakili semua yang ada di pikiran saya.

Terus alasan kenapa saya ngefans sama JKT48, hmm sepertinya tak perlu di bahas disini karena saya hanya mengikuti naluri saya sebagai seorang lelaki.

Kembali ke SID, Band ini dalam lirik lagunya memang lebih banyak menyuarakan tentang perdamaian dan perbedaan seperti Musuh Sahabat, Kita VS Mereka, Kuat Kita Bersinar, Jika Kami Bersama, Lady Rose, dan masih banyak lagi. Tapi ada satu lagu yang benar sangat membangkitkan rasa nasionalisme yaitu Jadilah Legenda. Kebetulan saya lagi mendengar lagunya, berikut liriknya:

Hembus angin yang terasa panas keringat menetes didada

Tiada henti kau bekerja keras berjuang demi cinta

Untuk Indonesia Jadilah Legenda

Walau di hancurkan disakiti kau tetap berdiri, disini

Untuk Indonesia jadilah legenda, kita bisa dan percaya

Lihat laut dan indahnya ombak gemulainya pohon kelapa

para gadis yang mulai menari kibarkan merah putih

Untuk Indonesia kita punya semua

Sribu budaya dan kekayaan alam yang takkan terkalahkan

Untuk Indonesia jadilah legenda, kita bisa dan percaya

Reff

Darah Indonesia, aku lah halilintarmu

Darah Indonesia, merdeka tuk selamanya

Darah Indonesia, walau badai menghadang kau takkan pernah hilang

walau badai menghadang kau takkan hilang

Saya yakin banyak dari kita yang belum pintar menganalisa berita dari berbagai media. Dari pada kita termakan oleh suatu media  yang memberitakan suatu berita terlalu berlebihan dan dapat membangkitkan kebencian yang besar karena membuat tulisan atau statement yang bersifat provokasi yang akhirnya membuat masyarakat selalu saling menghujat, ada baiknya mendengar lagu SID bersama ..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 12 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 13 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Tentang Peringatan di Dinding Kereta …

Setiyo Bardono | 7 jam lalu

Musik Adalah Hidup …

Nitami Adistya Putr... | 7 jam lalu

Dilema Struktur Kabinet …

Yanuar Nurcholis Ma... | 8 jam lalu

Untuk Anak-anakku di Negeri Hijrah …

Gayatri Shima | 8 jam lalu

Pengalihan Subsidi BBM …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: