Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Tatigreece

Penulis buku Cara Mencegah Selingkuh dan Cerai, Cegah dan Deteksi Kanker Serviks, Bahaya Alkohol dan selengkapnya

Juri X Factor Tidak Bisa Berbahasa Inggris

OPINI | 25 August 2013 | 17:34 Dibaca: 2337   Komentar: 31   2

Musik sudah merupakan bagian dari kehidupan saya sejak kecil.  Era tahun 70-an Mama sering mendengarkan lagu-lagu The Beatles, ABBA; Fernando-Mama Mia. Musik membawa keceriaan. Era tahun 80-an saya duduk di bangku SMP. Akrab di telinga lagu-lagu dari Queen, The POlice dan The Rolling Stone.  Logo bibir dower Jagger jadi grafiti di tembok dekat sekolah. Rambut potongan Jagger jadi mode anak-anak cowok teman sekolah.

Musik dapat merangsang kecerdasan anak sejak bayi. Hal ini terbukti hasil penelitian ahli. Musik klasik yang diperdengarkan sejak masih janin bisa merangsang otak anak menjadi cerdas. Musik memang sudahmenjadi kebutuhan pokok manusia. Tanpa musik, hidup hampa. Terapi untuk pasien juga ada yang menggunakan musik.

Sebagai pecinta musik secara universal.  Saya mengikuti terus perkembangan tredn musik Indonesia. Ada musik yang berkualitas, ada musik yang pop sekejap dinikmati kemudian lenyap. Ada musik yang bisa menjadi legenda hingga sampai kapan pun tetap enak didengar. Bagi saya pribadi, jika boleh berpendapat. Musik dan lagu-lagu dari Iwan Fals, Ebiet G Ade, Vina Pandu Winata, Reza Artamevia- sampai kapan pun enak di dengar di telinga saya.

Saya cukup bangga saat X Factor muncul di stasiun RCTI.  Karena mempersembahkan sebuah ajang besar seperti X Factor butuh banyak energi,  dan kesiapan modal.  Juri X Factor terlebih yang amati, dari X Factor Yunani dan X Factor di USA semuanya membuat lelah dan menyerap banyak waktu mereka. Sebagai juri harus fokus dan obyektif serta pengetahuan di bidang musik harus ahli.

Saat pertama ditanyangkan X Factor di RCTI, yang saya tonton melalui live streaming. Cukup membuat saya kecewa. Juri yang dipasang Ahmad Dhani dan istri sirinya yang kerempeng.  Jelas si kerempeng yang merebut  Ahmad Dhani dari Maia-tidak pantas untuk didudukkan di kursi juri.  Untungnya pada episode selanjutnya si kerempeng ini diganti Oleh Anggun C Sasmi.  Penyanyi yang membuat bangga Indonesia patut menjadi juri X Factor. Sebab Anggun sudah menelorkan album laris dunia ; Snow in Sahara dan bahkan menjadi wakil Perancis di ajang lomba EUROVISION.

Dalam X Factor Indonesia memang tanpak Ahmad Dhani diberi banyak kewenangan. Setiap episode tampak Ahmad Dhani memberi komentar semaunya. Bahkan juri lain- seolah kurang wewenangnya. Sesuai hukum komputer WYSWYG, tadi malam di ajang X Factor Aroudn The World. Ahmad Dhani dipermalukan oleh dirinya sendiri. Dari mulai komentar tentang Fatin yang disebutnya ; It’s yang seharusnya She’s. Kemudian komentarnya; Nice job padahal seharusnya Good job. Sampaki klimaksnya dirinya sendiri mengaui tidak bisa bahasa Inggris.

Jadi cukup dimaklumi kenapa single dan album  penyanyi Indonesia belum muncul di ajang TOP 100 billboard dunia. Karena lirik musik yang ditulis dengan Bahasa Indonesia. Saya bukan anti Bahasa Indonesia. Saya sendiri menulis buku dalam Bahasa Indonesia. Untuk musik pengecualian seharusnya sudah waktunya komposer dan pencipta lagu Indonesia-menelorkan album berbahasa global dunia.

Juri X Factor, jika saya boleh saran-sebaiknya Ahmad Dhani cukup mendukung di belakang layar. Ada banyak juri X Factor yang pantas muncul menggantikan Ahmad Dhani. Juri yang fasih berbahasa Inggris. Ada Mas Bens Leo, ada Addie MS, dll. Atau sebaiknya Ahmad Dhani buruan deh ambil kursus Bahasa Inggris intensif. Rajin baca kamus tiap hari.

Megara, 25 Agustus 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 11 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 12 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 12 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Phsycologhy Dangdut Pengaruhi Cara Pandang …

Asep Rizal | 8 jam lalu

“Triple Steps Solution” Upaya …

Hardiansyah Nur Sah... | 8 jam lalu

Every Children is Special …

Hardiansyah Nur Sah... | 8 jam lalu

Pemilik Bagasi Lost 500 Juta Rupiah Itu …

Irawan | 8 jam lalu

Habibi & Kakak vs Sentimentil Sang Guru …

Daniel Oslanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: