Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Tebe

"Hidup itu....Tuhan yang menentukan. Kita yang menjalaninya. Dan orang lain yang mengomentari (kepo)." (tebe)

Kecelakaan Maut Dul Salah Siapa?

OPINI | 08 September 2013 | 11:52 Dibaca: 1202   Komentar: 15   3

Kecelakan Maut Dul Salah Siapa?


13786150261767825059

(http://megapolitan.kompas.com)

Kenal Ahmad Dhani? Si pentolan dari Band “Dewa 19″? Atau, kenal dengan juri X-Factor Indonesia season Pertama yang bahasa Inggrisnya blepotan itu?

Saya yakin Anda kenal sekali bahkan familiar di telinga Anda. Namun saya tidak membahas tentang “bos” dari Manajemen Cinta ini. Tapi saya membahasa tentang anak bungsunya bernama Abdul Qodir Jaelani a.k.a Dul mengalami luka dan patah tulang akibat kecelakaan maut.

Mobil yang dikendarainya Dul menabrak dua mobil lainnya di Kilometer 8 Minggu (8/9/2013) sekitar pukul 00.45 WIB. Hingga menewaskan korban jiwa dari 13 orang yang berada di mobil Grand Max. Lima orang dikabarkan tewas di tempat dan di RS akibat si ulah anak musisi fenomenal ini. Sementara, 8 orang lainnya menderita luka-luka.

Sedangkan Dul sendiri dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia mengalami patah tulang kaki, dan sedikit trauma. Begitu kata sang Ayah “Ahmad Dhani” di RS Pondok Indah. Begitu yang dilansir dari website yang saya baca hari ini.

Hal ini pun melengkapi artikel lepas yang saya tulis ini. Ketika pagi saat saya menulis artikel lepas ini bertepatan sebuah acara infotainment menayangkan berita tentang kecelakaan anak bungsu pentolan band “Dewa 19”. Semua kecelakaan yang terjadi akibat ulah anak bungsunya itu yang mengemudikan mobil secara kebut-kebutan layaknya di track balap mobil. Mobil Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang dikemudikan itu melaju kencang dari arah Bogor menuju Jakarta hingga akhirnya terjadi kecelakaan maut. Sungguh disesali dan begitu mirisnya saya mendengarnya.

Bukan itu saja yang disesalkan dan memirisikan saya selain tentang korban jiwa yang menjadi ulah Dul personil “Lucky Laki Band”. Karena mengemudikan dengan kencang. Tapi yang lebih mengejutkan lagi kalau malam itu ia ingin mengantarkan teman dekatnya (baca: kekasih) pada malam buta. Benar-benar memprihatinkan bila anak yang masih berseragam putih biru-biru, masih SMP diserahkan mengemudikan mobil mewah tanpa didampingi orangtua. Tapi ini dengan teman kencannya malam itu.

Saya akui Ayahnya (Ahmad Dhani) adalah musisi terkaya di tanah air ini. Sehingga membelikan mobil sekelas Lancer tinggal minta saja. Menjetikkan jari saja. Langsung datang! Hanya membalikkan tangan mobil itu sudah di depan rumah. Tapi apakah sampai di situ saja sebagai seorang Ayah membelikan mobil mewah pada anaknya tanpa pendamping. Entah, kakak, saudara atau paman. Tapi hanya dikemudikan seorang diri sebagai anak.  Tapi ketika saat ini terjadi kecelakaan maut yang menimpah seorang anak yang masih usia belia hingga mengakibatkan korban jiwa. Kalau sudah begitu siapa yang perlu persalahkan?[]08092013

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Lima Edisi Klasik 16 Besar Liga Champions …

Choirul Huda | | 17 December 2014 | 21:54


TRENDING ARTICLES

Sadisnya Politik Busuk Masa Pilpres di …

Mawalu | 6 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 6 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 7 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Hanya Butuh 22 Detik Produksi Sebuah Motor …

Ben Baharuddin Nur | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

7 Cara Ajaib! Memenangkan Lomba Vote di …

Giant Sugianto | 10 jam lalu

Aristan : Audit Dinas PU Sigi …

Geni Astika | 10 jam lalu

100 Hari Menuju Sakaratul Maut …

Ivone Dwiratna | 10 jam lalu

Dulu Soekarno Mengusir Penjajah, Sekarang …

Abdul Muis Syam | 10 jam lalu

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Suharyadi | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: