Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Coke Bottle AgnezMo, Berani Sekali!

OPINI | 28 September 2013 | 21:57 Dibaca: 3283   Komentar: 2   0

13803801141899484146Tak disangka, mimpi yang dihina hina itu, mimpi yang diremehkan itu, mimpi yang dianggap mustahil itu akhirnya datang juga. Itu AgnezMo? Iya itu AgnezMo yang pernah mengutarakan mimpinya untuk “Go International” namun dianggap arogan karena terlalu obsesi bersama mimpinya. Ok, udah saatnya “Dream stealer” itu tutup mulut akan hal ini.

AgnezMo baru saja world premire single in’tl pertamanya “Coke Bottle” yang berkolaborasi dengan produser legend Timbaland dan Rapper Amerika T.I di salah satu Radio HipHop kenamaan LA Power106. Tempat dimana penyanyi RnB/HipHop ataupun Pop melakukan premire singlenya, sebut saja Justin Bieber, Jay z, Drake, yang bulan lalu ada Ariana Grande. Dan AgnezMo melakukan ini di tempat yang sama, tempat di mana penyanyi sekeliberan hollywood premire. Siapa yang tak bangga? Semua pasti bangga. Mimpi yang di idam idamkan olehnya sejak lama, mimpi yang di tunggu tunggu oleh fans nya sejak 3 tahun lalu dan itu sejak ia memutuskan bolak balik Jakarta - LA. Salut buat kerja keras AgnezMo!!

Coke Bottle, single pertama yang dinilai sangat berani sekali. Kenapa tidak, lagu yang bergenre HipHop slow ini sangat melawan arus pasar Amerika. Disaat pasar Amerika “meminta” bergenre HipHop atau Pop yang benar benar Easy Listening dengan beat yang semangat, namun AgnezMo mematahkan buat gebrakan baru untuk mengulang kembali masa kejayaan HipHop slow ini. Kemudian apalagi yang membuat AgnezMo berani? Yaa dia, artis Independent yang berasal dari Asia, tapi itu mungkin tidak masalah dengan nantinya ada promo yang kuat oleh management nya. Kita bercemin pada sosok yahh semua pasti taulah duo Rapper bule Macklemore yang sekarang lagi mendunia? iya tahu, emang kenapa? Mereka adalah artist dan genre HipHop mereka HipHop slow seperti Coke Bottle ini! Lagu mereka cuma dirilis di Youtube, iTunes, dan Amazon. Dan premirenya dimana? Di salah satu Radio yang menaungi artist artist indie di LA. Ya, mereka mendunia lewat single perdana mereka Thrift Shop, dirilis bulan oktober tahun 2012 lalu, merajai Hot 100 billboard di bulan desember, apa mau dikata? Mereka artist indie, tak ada promo yang besar besaran atau membuat kontroversi aneh aneh lazimnya penyanyi hollywood, kembali lagi ya mereka artist indie. Pada bulan januari lalu, mereka merilis single ke dua mereka bertajuk Can’t Hold Us dari album yang sama, dan tahu apa hasilnya? Berbulan bulan merajai Hot 100 billboard dan chart lainnya, lalu dipatahakan Blurred Lines nya Robin Thicke, kemudian album mereka betah di Hot 200 Billboard. Ya, orang orang didunia ini tahu, 2 Chart billboard ini bergengsi dan tanda kunci artis itu sukses dalam hal penjualan atau minat merequest lagu itu, Sungguh luar biasa! Siapa sangka seorang artist indie lagu lagunya diputar diradio-radio seluruh dunia. Ada statement yang mengejutkan dari mereka, mereka tak akan pernah mau gabung dengan major label sekalipun, lebih baik mereka jadi penyanyi yang kehausan dari pada diperbudak label. Salut! Semoga ini terjadi pada AgnezMo ya..

Buat Fans AgnezMo, jangan khawatir apa yang terjadi dengan Coke Bottle, yang jelas AgnezMo adalah “New comer” di industri musik Hollywood, dia mulai dari 0 lagi, dia benar benar dari bawah lagi, ketika orang-orang memperbincangkan dia flop sebagai new comer, itu bukanlah masalah tapi yang jadi masalah itu orang orang yang tidak menghargai proses.

Dan Haters? Apalagi yang mau kalian katakan? Pesan saya, teruslah membenci AgnezMo, teruslah mencari cari kesalahan AgnezMo. itu tidak masalah buat AgnezMo, yang masalah itu kenapa anda terlahir untuk itu! :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: