Back to Kompasiana
Artikel

Musik

Giri Lumakto

My roles (so far): A Lecturer. A Father. A Husband. A Lover. A Friend. tweet: selengkapnya

New AFI 2013, Mengais Sisa-Sisa Bakat Indonesian Idol & X-Factor

OPINI | 19 October 2013 | 23:27 Dibaca: 3092   Komentar: 41   2

logo: afi-indosiar-2013.blogspot.com

logo: afi-indosiar-2013.blogspot.com

New AFI 2013 yang kembali ‘bangkit’ setelah sekian lama mati suri mencoba mengais sisa-sisa bakat menyanyi di Indonesia. Indonesia Idol yang akan memasuki season ke 10 tahun depan, tentunya menjadi talent search yang digadang banyak calon penyanyi berbakat Indonesia. Lalu ada pun X-Factor yang telah menelurkan sang fenomenal Fatin juga akan ditunggu kembali kehadirannya.

Diantara serbuan talent search internasional (Indonesian Idol & X-Factor), Akademi Fantasi Indosiar (AFI) yang mulai bersinar tahun 2003 seperti ketar-ketir. Sempat mati suri mulai tahun 2006, kini New AFI 2013 muncul dengan packaging yang lebih fresh. Lebih berwarna dan melunturkan ikonisasi AFI masa lalu. Walau content tetaplah talent search, namun seperti dipaksakan dan dibuat biasa saja.

Sebagai ‘produk lokal’, New AFI 2013 sepertinya hanya ingin mengenang memori saja. Lebih-lebih sponsornya pun tidak jauh berbeda dari X-Factor. Jurinya pun nampak kurang ‘greess‘. Masih menggadang Trie Utami sebagai juri utama dan Maia Estianty ‘wakilnya’, tidak ada yang menarik menurut saya. Trie Utami yang dahulu sempat seperti diva-wannabe, kini kiprah di dunia musik pun jarang terdengar. Yang cuma diingat hanya perubahan ‘drastis’ dari berhijab menjadi ‘norak‘. Sangat disayangkan.

Maia Estianty pun dalam menjuri nampak tidak sepenuh jiwa. Mungkin masih syok dengan kecelakaan yang membuat putranya AQJ cedera dan merengut beberapa korban jiwa. Tatapan Maia serasa kosong. Nampak tim memang memaksakan Maia untuk hadir. Pernah saya lihat di episode awal konser New AFI 2013, Maia seperti sembab matanya seperti habis menangis.

Dibawah bayang-bayang besar Indonesian Idol & X-Factor, New AFI 2013 seperti menyaring pemuda-pemudi yang mungkin berminat. Baik mau untuk mengingat gegap gempita romansa AFI tahun 2003-2006. Ataupun yang merasa Indonesia Idol & X-Factor acara talent search yang ’sulit’ ditembus. Jebolan-jebolan AFI dahulu pun saat ini entah dimana. Masih teringat saya ada nama Ferry AFI yang sekarang entah rimbanya dimana. Apa masih di dunia musik atau tidak.

Pola one-season-wonder yang saya fikir membuat AFI kurang greng. Juara AFI hanya digembor-gemborkan pada season yang sama. Setelah season baru hadir, juara lama hanya sekadar trigger buat generasi baru mencapai angan-angan juara. Menjadi terkenal secara instant. Perihal memberi permen seorang anak, saat permen itu habis, ya sudah habislah manisnya.

Mampukan New AFI 2013 menjadi talent search yang lebih gress daripada dua kompetitor internasionalnya?

*Wandering

Solo, 19 Oktober 2013

11:21 pm

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 13 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 14 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 15 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: